
SRAKKK
Bunyi tirai yang baru saja di buka. Sinar matahari masuk kedalam ruangan dan membuat aku terbangun dari tidur nyenyakku. Aku melihat Eli yang sedang membuka tirai terakhir. Di kamarku ada 3 tirai, 2 dijendela dan 1 di pintu balkon. Eli menyuruhku untuk segera mandi, dia sudah menyiapkan air untukku mandi. Dengan malas aku bangkit dari kasurku yang empuk dan berjalan menuju kamar mandi. Saat aku tiba di kamar mandi aku terkejut melihat ruangan yang sangat luas. Di sana sudah ada beberapa pelayan yang akan melayaniku mandi.
"E..Eli, apa aku perlu pelayan-pepayan itu?"tanyaku gugup.
Ukh aku tidak mau di mandikan orang lain itu akan menjadi aib terbesarku.
"Tentu saja tuan putri. Biasanyakan mereka memang bertugas untuk melayani tuan putri saat mandi. Kenapa tuan putri malah bertanya hal seperti itu?" jawab Eli.
"Tidak mau! aku mandi sendiri saja!"teriakku.
Pelayan-pelayan di sana kaget dengan kelakuanku. Huh! biar saja, yang penting aku tidak di mandikan.
"Eh ta..tapi."
"Aku mau mandi sendiri saja!"ucapku memotong pembicaraan Eli.
__ADS_1
"Ba..baik tuan putri, tapi bolehkah sya menemani tuan putri?"tanya Eli.
Aku berpikir sbentar, mungkin tidak apa-apa kalau hanya Eli.
"oke, tapi kamu hanya memperhatikan dari jauh saja dan jangan medekat kecuali jika aku memanggilmu."
Eli mengangguk dan menyuruh para pelayan untuk keluar.
Para pelayan yang berada di luar berbisik-bisik tentang sikap putri mereka yang berubah.
"Apakah saat terjatuh kepala tuan putri terbentur? sikapnya berubah."ucap salah satu pelayan.
Semuanyapun meng-iya-kan pendapat mereka yang mengatakan kalau sikapku berubah gara-gara kepalaku terbentur sesuatu. Apa mereka lupa kalau aku ini masih (berpura-pura) kehilangan ingatannya.
Sementara itu akupun sedang menikmati waktu mandiku dengan tenang. Elipun mematuhi perintahku untuk memperhatikanku saja kecuali kalau ada perintah dariku. Tak butuh waktu lama akupun sudah selesai mandi. para pelayan tadi sudah menyiapkan gaun untukku. Kali ini aku membiarkan mereka untuk melayaniku, tapi hanya saat mendandaniku saja tidak saat aku berganti pakian.
Entah sudah berapa lama akhirnya aku selesai di dandani. Hm waktu aku baru bangun aku tidak terlalu memperhatikan tubuh ini. Ternyata memang sangat cantik, kulitnya putih halus, bola matanya berwarna hijau seperti batu emerald, dan rambut berwarna coklat terang ini membuat tampilannya semakin cantik.
__ADS_1
"Aku tidak percaya kalau aku berada di dalam tubuh secantik ini."gumamku beberapa waktu lalu.
Eli mengatakan kalau pangeran Aaron menungguku di taman bunga. Katanya mau di ajak berkeliling untuk melihat bunga mawar yang sedang mekar. Eli mengantarku sampai di gerbang taman. Gerbangnya sangat indah dengan beberapa bunga mawar yang sengaja dililitkan. Di tengah-tengah taman ada sebuah kolam ikan, di tengahnya ada air macur dan kolam kecil untuk burung. Di sana juga ada beberapa bangku untuk duduk bersantai. Dan di salah satu bangku itu pangeran Aaron duduk menungguku.
Aku berjalan mendekat kearahnya lalu menyapany. Dia mengajakku untuk berkeliling taman bunga. Katanya mungkin ini bisa mengembalikan ingatanku. Aku menurutinya dan mulai berkeliling sambil bergandengan tangan. Untung saja dia ini anak kacil kalau sudah dewasa pasti akan ada gosip tak mengenakkan jika pangeran dan putri bergandengan tangan di kebun bunga. Setelah puas berjalan-jalan kami duduk di salah satu bangku taman. Aaron terus saja mengoceh hingga tiba-tiba dia melihat sesuatu dan mengambilnya.
"Natha! lihat apa yang aku temukan!"Aaron berlari ke arahku dan menunjukkan apa yang baru di temukannya. Dan itu adalah.
"Aaaaaaa!!!!! itu ulaaaaat!!"teriakku menjauh tapi Aaron masih mengejarku.
"Nathaa!!bukannya kamu tidak takut pada ulat?!!"Aaron masih saja mengarahkan ulat itu ke arahku. Aku yang ketakutan menjadi marah.
"AARON SINGKIRKAN ULAT ITU DARI HADAPANKU!!"ucapku tanpa sengaja meneriakinya.
Oh ini tidak bagus, kenapa harus keceplosan sih. Aaron terdiam mematung, dia terkejut dengan teriakanku. Dia membuang ulat itu lalu berbalik badan
"Maaf."itu kata terakhir yang di ucapkannya sebelum akhirnya dia berlari menjauh.
__ADS_1
"Aar maksudku kak Aaron! a..aku tidak bermaksud begitu."aku mencoba mengejar tapi tidak bisa.
"Aduh sekarang aku harus bagaimana?"ucapku frustasi.