
8 tahun kemudian..
Sudah 8 tahun sejak kejadian itu dan sampai sekarang Aaron masih belum mau bertemu denganku. Sepertinya Aaron memang sengaja menghindariku. Buktinya sudah beberapa kali keluarga Orlov berkunjung ke kerajaan barat Aaron pasti selalu punya alasan untuk tidak menemuiku. Mungkin aku memang terlalu kasar padanya, padahal dia hanyalah seorang anak kecil yang lugu dan polos. Rasanya seperti aku yang memainkan peran antagonis. Selain itu, selama 8 tahun di sini aku telah mempelajari banyak hal yang harus di lakukan seorang putri. Memang melelahkan, tapi itu terbayar dengan aku yang masih hidup sampai sekarang.
Seseorang mengetuk pintu kamarku, aku yakin itu pasti Eli.
"Masuklah."ucapku.
Dan memang benar, Eli berjalan mendekat. Di tangannya juga ada sebuah surat dengan logo cakar beruang. Aku menebak itu berasal dari kerajaan selatan.
"Tuan putri, ada undangan dari kerajaan selatan."ucap Eli.
"Terimakasih."
Aku menerima surat itu dan membukanya. Ternyata undangan sebuah pesta ulang tahun sekaligus upacara pengangkatan menjadi putra mahkota. Sepertinya umurnya sama seperti Aaron, cuma lebih tua 1 bulan. Huh, lagi-lagi tentang dia. Entah kenapa aku selalu merasa bersalah sebelum aku meminta maaf kepadanya. Tapi sepertinya mereka juga mengundang Aaron deh. Mungkin aku bisa bertemu dengannya kali ini.
"Eli! nanti saat pesta berikan aku gaun berwarna merah muda dengan bunga mawar sebagai hiasanya."perintahku kepada Eli.
***
Hari-H
Aku segera bersiap-siap turun ke bawah. Raja Gavin dan ratu Alika sudah menungguku di bawah. Kami berangkat menggunakan kereta kuda terbaik.
__ADS_1
Sesampainya disana kami segera di sambut para pelayan. Ayahku-raja Gavin-langsung bersalaman dengan raja selatan, Carlos Medvedev. Di sampingnya tampak ratu Lydia Medvedev yang juga bersalaman dengan ibuku.
"Apakah ini putrimu yang selalu kamu bicarakan itu Gavin?"tanya raja Carlos.
"Tentu saja, bukankah dia cantik dan anggun?" tanya ayahku balik.
Aku hanya tersenyum sebagai bentuk keaopanan.
"Bagaimana kalau ku perkenalkan dengan putraku. Mungkin saja cocok."ucap raja Carlos bergurau.
Semua tertawa kecuali aku yang hanya tersenyum. Raja Carlos memanggil putranya untuk di kenalkan kepadaku. Tak selang lama kemudian datang sosok pria berrambut perak. wajahnya lumayan tampan sih menurutku. Dia membungkukkan badan memberi salam hormat.
"Ku perkenalkan putraku, Lorenzo Medvedev."ucap raja Carlos memperkenalkan putranya. Kami berdua berjabat tangan dan saling berkenalan.
"Lorenzo Medvedev."
Pestapun dimulai, acara pengangkatanpun segera di laksanakan. Aku melihat ke kiri dan kanan tapi tidak menemukan orang yang sedang ku cari.
Aku masih berusaha mencari dan akhirnya ketemu. Dia berada di pojok belakang lalu pergi. Dengan sigap aku mulai mengejarnya.
"kali ini harus bisa meminta maaf."ucapku dalam hati.
Dia masuk kedalam sebuah taman labirin. Hah! mau apa dia masuk ke sana?. Aku masih mengejarnya tapi yerhenti saat melihat dua jalur.
__ADS_1
"Aduh lewat mananih? ah coba yamg itu."
Aku memilih jalur sebelah kiri tapi aku kok jadi berputar-putar gini. Bukannya ketemu malah tambah nyasar. Duh gimana ini, kalau ayah dan ibu mencariku. Saat sedang berpikir tiba-tiba aku menabrak sesuatu. Akupun terjatuh dengan bokong yang terlebih dahulu menyentuh tanah. Ugh, sepertinya tulang bokongku reta. Aku berniat mengomel tapi tidak jadi. Di sini aku harus jaga sikap.
"Apa kamu tidak apa-apa?"tanyanya.
"Saya tidak apa-apa kok."ucapku sambil tersenym palsu.
Ternyata yang menabrakku adalah seorang laki-laki.
"Maafkan saya yang tidak melihat keberadaan nona tadi."
"Tidak perlu meminta maaf, saya yang salah karena tidak memperhatikan jalan."
"Oh iya saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Brian Golubev." ucapnya memperkenalkan diri.
"Nama saya Anastasia Orlov."balasku.
Tapi tunggu dulu, dia mengatakan Golubev jangan-jangan dia pangeran utara.
"Namamu Golubevkan. Jangan-jangan kamu pangeran utara?"tanyaku memastikan.
"Wah putri Anastasia mengenal saya ya? senangnya."ucapnya seperti tanpa beban.
__ADS_1
Hah! apa pangeran ini sudah gila? bukannya kaget tapi malah senang. Bukannya menemukan Aaron malah ketemu pangeran aneh bin gila.
Di sisi lainnya aku tidak menyadari kalau ada orang yang sedang memperhatikanku. Dia memperhatikanku yang sedang berbicara dengan Brian lalu pergi begitu saja.