
Apakah ini sebuah takdir, bahkan ini terlalu ajaib bagi kebanyakan orang di luar sana. Takdir ini begitu sempurna hingga hana tak bisa melewatkan takdir yang sudah ditentukan oleh pencipta lewat kalung ajaib yang diberikan oleh dia, iya dia adalah raka.
Kini hana sudah berada di penghujung kelas, yaitu kelas sembilan mengenah pertama. Ia begitu bersemangat menantikan hal hal yang seru di kelas barunya kini. Teman teman teman yang selalu mensupportnya selalu lekat di kehidupan remaja satu ini.
Guru guru yang seru adalah salah satu semangat hana bisa berada di kelas ini. Ia begitu mencintai takdir ketika ia berada di titik ini. Walaupun kedua orang tuanya sering berada di luar kota dan hana hanya dapat tinggal sendiri bersama dengan pembantu dirumahnya. Itu tidak membuat hana patah semangat.
Satu lagi yang membuat hana bisa bersemangat untuk datang ke sekolah, revan namanya. Betul sekali, ia adalah pacar pertama hana di sekolah ini. Setiap hari hana lalui bersama dengan teman dan juga revan, pacar hana.
"Hai sayang.." sapaan manis revan di pagi hari.
"Hai.." jawab hana malu malu.
"Oh ya, nanti mau jalan jalan dulu ga, sebelum pulang?.." ajak revan pada hana.
Hana sudah mengenal revan sejak duduk di kelas satu menengah pertama tetapi mereka dulu tidak terlalu akrab. Baru sekarang mereka bisa saling mengakrabkan diri dan ahkirnya pacaran.
__ADS_1
"Mau dong.." jawab hana tersenyum.
Keberuntungan dalam hidup hana adalah ketika ia bisa satu kelas bersama dengan orang ia sayangi, yaitu revan. Setiap harinya mereka selalu bertemu adalah hal yang disukai oleh hana saat ini.
Takdir yang indah ini, terlalu singkat untuk hana yang masih duduk dikelas sembilan menengah pertama. Ia harus mendapat kejutan lainnya ketika berada di satu titik lainnya.
"Eh han, ini jawabannya apa?.." tanya salah satu sahabat hana bernama patricia.
"Han, contekkin dong.." kata salah satu sahabat hana lagi bersama selvi.
"Hana.." panggil guru bahasa indonesia ketika hana sedang mengerjakan soal yang diberikan olehnya.
"Ya pak?.." jawab hana pada guru bahasa indonesianya.
"Dipanggil sama guru BP.." jawab guru bahasa indonesia.
__ADS_1
Jujur, hana sangat terkejut mendapati pernyataan itu. Apakah hana ada salah? Apakah ia bertengkar dengan temannya? Justru sekarang hana sedang menikmati hari harinya bersama dengan teman temannya.
Hana segera berpamitan dan bergegas pergi menuju ruang BP. Ia terlihat santai karna guru BP adalah salah satu guru penasehat terbaik hana. Ia berjalan dengan tersenyum dan melihat lihat pemandangan yang berada di sekolahnya kini. Sungguh aneh tapi nyata.
"Permisi pak.." kata hana ketika ia sudah sampai berada di depan pintu ruang BP.
"Masuk.." jawab guru BP. Seketika hana memasuki ruang BP.
"Ada orang yang mau bertemu denganmu han.." jawab guru BP dengan menunjuk ke ruang sofa sebelah kiri hana.
Hana terkejut mendapati seorang laki laki seumuran dengannya tengah duduk di sofa dengan menggunakan tas ransel besar seperti hendak pergi jauh.
"Raka?.."
"Hai han.." jawab seorang laki laki bernama raka.
__ADS_1
Hana yang terkejut mendapati seorang laki laki bernama raka bisa berada di sini. Kini keduanya bertatap muka. Dengan situasi yang begitu menegangkan.