Apakah Bahagia

Apakah Bahagia
pisang goreng


__ADS_3

"Oke, makasi ya hati hati juga.." jawab zora.


Hana brrgegas keluar dari ruangan kamar zora dan menghampiri kelvin dan raka yang sedang duduk di ruang tunggu seraya mereka sedang mengobrol.


"Udah?.." tanya kelvin.


"Iya, dia ga papa kok, gue juga barusan ngobrol sama dia, dia juga mau ketemu sama lo.." kata hana.


"Oke, kalian berdua gimana?.." tanya kelvin.


"Kita langsung balik aja.." jawab hana.


Setelah itu raka dan hana berpamitan pulang kepada kelvin dan bergegas keluar dari rumah sakit. Mereka menuju ke mobil raka.


"Kita mau kemana? Langsung pulang aja?.." tanya raka.


"Gue mau ngambil beberapa dokumen yang ketinggalan di ruang osis.." kata hana yang mulai panik.


"Ga besok aja?.." kata raka lagi.

__ADS_1


"Tapi itu penting banget, besokkan hari minggu gue mau kerjain sekalian.." kata hana lagi dengan wajah meminta.


"Iya udah iya, kita kesana sekarang.." kata raka.


Raka melajukan mobilnya ke arah sekolah mereka agar dapat mengambil dokumen yang diminta oleh hana agar selesai teapt waktu.


Ketika sampai di sekolah raka dan hana memberi ijin kepada satpam yang menjaga sekolah. Lalu mereka masuk ke dalam dan menuju ke ruang osis. Situasi dalam sekolah tersebut benar benar gelap, sangat menyeramkan.


Ketika berada di ruang osis, raka dan hana segera mengambil dokumen hana yang baru tadi siang ia kerjakan. Ketika ingin menyalakan lampu ruang, tetapi lampu tidak dapat dinyalakan dan dengan terpaksa, hana berjalan tanpa cahaya yang meneranginya.


"Ini dia.." hana begitu lega karna berhasil mendapatkan dokumen itu, dan sekarang berada di tangannya.


Suara gaduhan membuat hana terkejut, seketika ia langaung memeluk raka yang berada di sampingya. Raka yang terkejut karna dipeluk ia segera sadar dan membawa hana untuk segera keluar dari ruang osis tersebut.


"Lo gapapa?.." kata raka ketika sudah sampai di luar.


"Gapapa, tapi itu suara apa?.." tanya hana yang masih ketakutan.


"Udah paling cuman angin, yuk keluar.." ajak raka.

__ADS_1


Raka dan hana segera keluar dari gedung sekolah, mereka lalu berpamitan kepada petugas keamanan dan segera pergi dengan membawa dokumen osis.


***


Ini adalah minggu pertama bagi hana yang sekarang berada di rumah raka. Ia segera bangun pagi dan membersihkan diri lalu segera memakai pakaian casual rumahan.


Hana kini berada di dapur dan sedang membuat camilan, pisang goreng. Hana memasukkan beberapa potongan pisang yang berbalut tepung ke arah wajan yang sudah berisi minyak dan siap untuk digoreng. Ketika sudah mulai keemasan, hana mulai menggiring pisang goreng tersebut ke piring yang sudah hana siapkan tadi.


"Bakalan enak nih, sekalian ngerjain tugas sekolah.." kata hana yang masih menggoreng beberapa pisang, dengan tersenyum. Hana juga mengambil satu pisang goreng seraya menunggu pisang lainnya matang


"Wah enak nih.." tiba tiba raka mengambil pisang goreng di tangan hana, dan langsung memakan dengan satu gigitan.


"Eh, punya gue.." hana berusaha mengambil pisang gorengnya dari tangan raka.


"Pelit banget sih.." raka berusaha mempertahankan pisang gorengnya ditangannya, agar tidak direbut oleh hana.


Seketika mereka berebutan pisang goreng di dapur, setelah itu mereka sadar bahwa kini wajah mereka terlalu dekat. Sontak membuat mereka bertatapan dengan situasi yang mendukung.


"Ehm.." mama linda tak sengaja berada di dapur hendak mengambil minum.

__ADS_1


__ADS_2