
"Lo dimana sih raka?.." cemas hana.
Tetapi ketika hana sedang mencari raka, hana merasakan bahwa kepalanya sedikit pusing dan sakit, lalu terlintas ingatan bahwa raka sedang berada di taman dekat sungai dan sedang duduk di taman tersebut. Melihat sepintas ingatan itu, hana segera pergi kesana.
"Hei.." kata hana duduk di samping raka.
"Lo ngapain disini?.." kata raka.
"Gue nyari udara segar aja.." bohong hana.
"Gue tahu lo ga suka dipaksa, tapi ga seharusnya lo ngomong keras keras gitu sama mama lo, lo kan bisa ngomong baik baik.." kata hana.
"Lo harusnya bersyukur karna mama linda selalu berada di samping lo, sedangkan gue papa sama mama gue kerja mulu ga balik balik.." curhat hana.
"Tapi gue tetep akan menghagai dan menghormati mereka karna kalo gue uring uringan cuman gara gara masalah yang seharusnya kecil itu akan buat permasalahan jadi ribet.." kata hana lagi.
Hana meletakkan kepala raka di pundaknya untuk bersandar sedangkan raka mencoba mencerna maksud dan perkataan hana tadi. Mereka larut dalam heningnya suasana dan nikmatnya suasana malam itu.
***
__ADS_1
Ketika hana dan raka terlelap dari heningnya malam itu, keduanya sadar sedang mencoba untuk mengiklaskan sebuah perkara perkara yang akan menimbulkan masalah besar.
"Lo tahu darimana gue disini?.." tanya raka.
"Ehm.." hana kebingungan ketika menjawab pertanyaan raka.
"Lo kan yang kasih tahu gue.." jawab hana.
"Masak sih? Perasaan ga pernah gue kasih tahu ke siapa siapa, lo bohong ya?.." tanya raka.
"Lo yang bilang lo yang lupa.." kata hana.
"Oh ya ya, gue sampe lupa, ga kerasa juga udah sebulan lo tinggal dirumah gue.." kata raka seraya berjalan kembali pulang bersama hana.
"Lo aja kali yang lupa.." kata hana dengan menggelengkan kepalanya.
Sehabis sekolah hana sudah mulai bersiap siap untuk menyiapkan acara yang akan diselenggarakan sore nanti. Hana dan peserta osis lainnya sibuk menyiapkan segala sesuatu dengan sangat baik.
Begitu juga dengan hana yang sibuk mengurusi segala macam dan peserta yang akan ikut ke acara Big Star Show ini. Tiba tiba ketika hana sedang memfokuskan dirinya hanya untuk ke acara, amaya dan vanka menghampiri hana.
__ADS_1
"Han, sini deh.." amaya dan vanka mengajak hana untuk keluar sebentar.
"Apaansih ini.." hana ditarik menuju keluar.
"Ini kenapa sih?.." tanya hana pada dua sahabatnya.
"Han lo tahu? Revan mantan lo waktu kelas sembilan dateng kesini.." kata amaya heboh.
"Ya han, lo tahukan mantan lo itu selingkuh bisa aja dia masih mau deket deket sama lo.." kata vanka.
"Iya gue tahu.." kata hana santai.
"Hah? Serius? Tapi lo kok sesantai itu sih?.." tanya vanka.
"Ya mau gimana lagi, kan emang sekolah sebelah diundang masa gue nolak cuman gara gara salah satu diantara mereka itu adalah mantan gue.." jelas hana.
"Udalah gausah heboh gini, mending sekarang kita siap siap kan acara kali ini yang cewe suruh pake baju putih.." kata hana tersenyum pada dua sahabatnya.
Ahkirnya mereka bersiap untuk pergi ke rumah vanka dan membawa baju mereka masing masing dari rumah. Mereka ahkirnya berdandan dirumah vanka dan akan berangkat bersama nanti malam.
__ADS_1
Mereka kini sudah bersiap untuk mengikuti acara besar di sekolah ini. Mereka memakai dress berwarna putih, hiasan bando berwarna hitam pekat dan heels berwarna putih.