Apakah Bahagia

Apakah Bahagia
capek


__ADS_3

"Tapi dia pacar gue, jadi jangan diganggu.." kata raka menghampiri hana dan revan.


"Sayang.." kata hana.


"Lama banget sih.." hana bergelayutan di lengan raka.


"Maaf ya.." dengan senyum canggung raka melihat tingkah hana yang manja.


Melihat hana yang dirangkul oleh raka dan hana yang menerima perlakuan romantis hana membuat revan segera angkat kaki dari sana. Ia mengendarai motornya dan pergi meenjauh sedangkan hana masih bergelayutan di lengan raka.


"Sampe kapan kaya gini terus?.." kata raka.


"Eh.." hana merapikan rambutnya dan memposisikan dirinya seperti semula.


"Yuk pulang.." kata raka menahan senyum.


***


Pesta ulang tahun putra digelar secara meriah di salah satu gedung hotel yang terkenal di kota ini. Bahkan ia mengundang banyak teman temannya untuk berpesta bersama dan bahagia bersama begitu juga dengan raka dan hana yang juga ikut hadir dalam acara tersebut.


"Oke teman teman semua aku mau kita benar benar happy happy disini, ga ada musuhan apapun itu, oke?.." acara yang bahagia ini terlaksana dengan baik.


"Eh han gue ambil minum dulu ya.." kata vanka.


"Ya han, gue mau ke toliet bentar.." kata amaya.

__ADS_1


Hana yang tampak sedang sendiri meneguk minumannya secara perlahan dengan tatapan yang melihat ke arah kesana kemari dengan pertunjukkan yang diselenggarakan di pesta tersebut.


Hana pun juga tampak melihat raka sedang digandeng erat oleh melinda, Seakan akan Bahwa mereka adalah sepasang kekasih, melihat itu hana segera beranjak untuk menolong raka agar terhindar dari nenek lampir.


"Han.." hana tertahan oleh salah satu tangan revan yang menggenggamnya.


"Apaansih van, lepasin.." hana menarik paksa tangannya dengan wajah kesal.


"Han, gue cuman mau kita balik kayak dulu apa susahnya sih buat lo?..." kata revan.


"Gue mau kita kayak dulu, seneng seneng bareng ngelakuin apapun bareng, aku bener bener nyesel banget.." kata revan lagi.


"Tapi sayangnya ga bisa.." kata raka.


Hana terkejut melihat raka sedang berjalan menghampiri hana dan segera menggenggam erat tangan hana. Raka tersenyum melihat hana tetapi ketika melihat revan ia menunjukkan wajah marahnya.


"Lo ga usah sok sok ngenalin dia sebagai pacar lo, gue tahu kalian cuman pura pura.." kata revan.


"Hana itu masih sayang sama gue.." kata revan.


"Oh ya?.." kata raka.


"Apa perlu gue beritahu semua orang, kalo hana ini pacar gue.." kata raka.


"Raka apaan apaansih.." kata hana berbisik.

__ADS_1


"Gue ingetin sekali lagi sama lo, jangan pernah lo deketin hana apalagi ganggu dia, mau lo percaya atau engga sama gue itu urusan lo.." raka mengajak hana pergi keluar dari pesta.


"Lo gapapakan?.." kata raka.


"Gapapa.." kata hana.


"Lo mau balik sekarang?.." kata raka.


"Kita kan belum pamit sama putra, gue ga enak kalo ninggalin gitu aja.." kata hana.


"Tadi gue udah kabarin si putra, lo tenang aja.." kata raka.


Hana dan raka segera bergegas untuk berjalan menuju parkiran. Tetapi sayangnya, lift dalam hotel tersebut mati jadi raka dan hana terpaksa untuk mengambil tangga darurat.


"Lo capek?.." kata raka.


"Engga kok.." hana menyentuh lututnya yang mulai kesakitan.


"Sini gue gendong.." raka memberikan punggungnya.


"Tapi.." kata hana tidak enak.


"Udah naik aja.." kata raka.


"Makasi ya.." kata hana tersenyum.

__ADS_1


"Sebenarnya waktu lo pacaran sama revan gimana sih? Kok dia sampe sebegitunya sama lo?.." kata raka memulai pembicaraan.


__ADS_2