
"Revan?.." kata hana terkejut.
"Kita udah putus, gue gamau balik lagi sama lo yang tukang selingkuh.." kata hana.
"Lo dengerkan kata pacar gue, mending sekarang kalian berdua pergi dari sini.." Kata raka merangkul hana.
"Sayang.." kata melinda terkejut.
"Hana pacar gue, gue udah pacaran sama dia lama bahkan mama gue pun udah setuju begitu juga dengan orang tuanya hana.." kata raka menjelaskan.
"Yuk sayang kita pergi.." raka membukakan pintu mobil hana dan segera bergegas pergi.
***
Sesampainya dirumah, hana dan raka mulai melangkah menuju kamar. Mereka kini tengah berhenti di depan kamar hana.
"Lo ngapain sok sok ngenalin kalo lo pacar gue?.." kata hana sewot.
"Kenapa? Lo baper?.." kata raka menahan senyum.
"Ngapain baper sama lo.." kata hana.
"Yaudah sana tidur.." kata raka melangkah menuju kamarnya.
Ketika matahari sudah memancarkan senyum manisnya. Hana terbangun dengabn terpaan cahaya yang melintas di depam matanya, Membuat dia terbangun dan menajamkan matanya agar terbangun.
__ADS_1
Hari ini adalah weekend untuk hana berada dirumah raka yang kesekian kalinya. Mereka juga akan menghabiskan wakyu bersama dirumah saja.
"Lo mau nonton apaan emang?.." kata hana.
"Ini film bagus, lo suka horror kan?.." kata raka menahan senyum.
"Iya suka tapi.." kata hana terjeda.
"Tapi yang ga ada pembunuhannya.." kata raka melihat hana.
"Bagus deh kalo lo tahu.." kata hana.
Tiba tiba ponsel raka berdering ketika rak sedang menyetel film. Melihat hal itu, hana melihat ponsel raka dan melihat siapa yang menelepon raka.
"Melinda?.." kata hana.
Hana langsung mengangkat panggilan telepon melinda. "Halo.." kata hana.
"Halo.." kata melinda.
"Mau apa?.." kata hana.
"Ini siapa? Aku mau ngobrol sama raka.." kata melinda.
"Pacar gue lagi sibuk.." kata hana.
__ADS_1
Lo pasti cewe kemarinkan? Jangan ngaku ngaku deh lo.." kata melinda tak percaya.
"Serah mau bilang apa, karna yang punya hubungan itu gue sama pacar gue.." kata hana.
"Dan inget jangan pernah hubungin pacar gue lagi.." kata hana lagi. Hana langsung mematikan sambungan telepon tersebut dan meletakkan ponsel raka kembali.
"Kenapa lo cemburu?.." kata raka.
"Apaan, gue cuman bantuin lo.." kata hana.
"Oke oke.." kata raka menahan senyum.
Raka dan hana ahkirnya menonton film yang sudah direkomendasikan oleh raka tadi. Tetapi hana begitu terkejut karna mengetahui isi film tersebut ternyata banyak sekali adegan pembunuhan yang ada di film tersebut.
Ia selalu bersembunyi di dada raka sedangkan raka hanya hanya bisa tersenyum melihat tingkah hana dan senang karna berhasil mengerjai hana. Hana yang terus memeluk erat raka membuat raka selalu tersenyum sampai ahkir film.
"Lo bohongnya sama gue?.." kata hana ketika filmnya sudah selesai.
"Engga.." kata raka menahan senyum.
"Gue mana tahu kalo filmnya ternyata ada adegannya yang kayak gitu.." kata raka lagi.
"Lo lama lama rese ya, emang gue bisa dibohongin?.." lalu hana langsung mengambil bantal kecil yang berada di sofa dan memukulnya ke arah raka.
Sedangkan raka hanya berlari memutari sofa karna tidak ingin dipukul oleh hana, tetapi hana terus saja mengejar raka hingga ahkirny hana tersandung karpet, raka yang berada di depan hana singgap memeluk hana dan ahkirnya mereka jatuh bersama di atas sofa.
__ADS_1
***
bersambung..