Apakah Bahagia

Apakah Bahagia
tanya ke bibi


__ADS_3

Tetapi keduanya tidak memperdulikan tatapan tatapan tersebut keduanya hanya fokus pada satu sama lain. Ini benar benar tempat yang sangat indah bagi hana dan revan.


"Auw.." tiba tiba hana merasa kepalanya sakit lagi.


Ingatan ingatan itu muncul lagi menganggu pikiran hana. Hana merasa sangat kesakitan ketika mengingat kejadian yang tak pernah ia alami sebelumnya. Sebenarnya ingatan siapa? Dan kenapa bergentanyangan di pikiran hana?


"Apa salahnya kamu pacaran sama dia?.." suara itu bergentanyangan, suara perempuan yang terus terngiang di dalam ingatan hana.


"Apa salahnya kamu pacaran sama dia?.."


"Hei, han lo kenapa?.." suara revan membuat hana seketika sadar. Sakit dalam kepalanya sedikit berkurang.


"Ga papa kok van, ga papa.." hana mulai menyeimbangkan tubuhnya seperti semula.


Setelah kejadian ini, revan dan hana kembali pada aktivitas awal mereka yaitu jalan berdua. Keduanya menggunakan transportasi umum untuk menuju ke tempat yang akan mereka tuju.


Sampai pada tujuan mereka, yaitu taman. Ini adalah terdekat di sekolah mereka dan biasanya revan dan hana dapat menghabiskan waktu bersama mereka disini. Ini adalah tempat bersejarah bagi revan dan hana.


"Kenapa gue terus aja inget sama potongan potongan kejadian itu? Gue ngerasa ini semuanya ada hubungannya sama kalung yang gue pake ini.." batin hana terus saja bergejolak akibat kejadian tadi.


"Han.." suara revan memecah lamunan hana. 

__ADS_1


"Iya?.." sontak membuat hana terperanjat.


"Kamu kenapa sih? Kok bengong terus? Sakit?.." tanya revan yang bingung dengan tingkah hana kali ini.


"Engga kok.." jawab hana.


"Yaudah, aku mau beli minum, mau?.." tanya revan.


"Iya mau.." jawab hana.


Hana sedang sendiri. Ia masih memikirkan apa yang terjadi pada peristiwa itu. Potongan kejadian tersebut membuat hana kebingungan. Ia mencoba berpikir tetapi tidak mendapatkan solusi apapun.


"Nih.." revan menyodorkan segelas jus buah kepada hana.


Hana yang mulai tidak fokus pada revan pun meminta untuk pulang terlebih dahulu. Ia buru buru memesan ojek online di hpnya dan segera bergegas pergi meninggalkan revan sendiri.


Revan yang terlihat kebingungan tidak bisa berbuat apa apa, ia hanya melihat kepergiaan kekasihnya dengan hati yang penuh akan pertanyaan.


***


Hari sudah berganti malam. Kini saatnya hana untuk bergegas tidur karna besok ia akan melajutkan aktivitasnya di sekolah. Hana bersiap untuk tidur ia mengganti pakaian, dan membersihkan diri sebentar di kamar mandi.

__ADS_1


"Non hana.." panggil bik surti.


"Ya bik, buka aja.." hana mempersilahkan bik surti untuk masuk.


"Ini non, seragam yang besok non pakai.." kata bik surti pembantu rumah hana.


"Makasi ya bik, taruh aja di meja belajar hana.." jawab hana.


Bik surti segera meletakkan seragam hana di atas meja belajar hana. Lalu dengan segera bik surti segera bergegas keluar dari kamar hana.


"Bik, tunggu.." kata hana menahan bik surti.


"Ya non.." jawab bik surti


"Hana mau tanya boleh ga bik?.." tanya hana.


"Tanya apa non?.." kata bik surti.


"Bik surti apa pernah ngalamin hal yang mungkin ga pernah bik surti alami, semacam ingatan orang lain tapi ada diri kita?.." tanya hana dengan wajah kebingungan.


"Kalo bik surti lihat di film film ya non, itu semacam pertanda atau mungkin kejadian yang harus non tahu supaya non dapat mengartikan hal itu nanti.." jawab bik surti yang melihat kebingungan hana.

__ADS_1


"Makasi ya bik.." jawab hana dengan tersenyum.


Bik surti bergegas kembali pada pekerjaannya dan pergi dari kamar hana. Sedangkan hana segera memposisikan dirinya untuk tidur.


__ADS_2