
Kini kedua bibir mereka saling bertemu untuk pertama kalinya. Membuat hana dan raka terkejut dan saling bertatap mata mereka satu sama lain. Hana dan raka segera berdiri dan memposisikan diri mereka. Hana langsung kembali ke kamar setelah berdiri dan melihat raka sekilas sedangkan raka hanya duduk di sofa lagi.
Ketika makan malam suasana malam ini di rumah raka negitu canggung karna kejadian tadi siang. Raka dan hana hanya saling melemparkan pandangan malu malu satu sama lain, sedangkan mama linda yang tidak tahu apa apa pun merasa sangat bingung melihat tingkah hana dan raka.
Mama linda yang kesal segera membanting sendok dan garpu yang ia kenakan tadi, "sebenarnya kalian ini kenapa sih?.." kata mama linda.
Sedangkan raka dan hana hanya bisa saling bertukar pandangan tak tahu harus menjawab apa. Suasana semakin canggung dan mama linda merasa sangat tidak nyaman.
"Kalian ini sebenarnya kenapa? Kok aneh banget?.." kata mama linda.
"Gapapa mah.." kata raka dan segera bergegas kembali ke kamar seusai selesai makan.
***
"Hai guys, gue mau ngasih undangan ke pesta ulang tahun gue nih.." kata putra yang berdiri di depan kelas.
"Dateng ya, pokoknya harus dateng ga ada alasan apapun.." kata putra seraya membagikan kartu undangan.
Hana yang menerima undangan tersebut benar benar merasa sangat senang karna ini pertama kali baginya. Sebelumnya teman teman hana hanya mentraktir hana saja.
"Eh eh kalian mau pake baju apa?.." tanya vanka pada amaya dan hana.
"Kita pake dress aja, warna putih gimana?.." kata vanka memberi ide.
"Jangan putih kemarinkan udah.." kata amaya.
__ADS_1
"Kita harus pake pakaian yang hits sih, si putra kan anak gaul.." kata vanka.
"Biasa aja kali..: kata hana.
"Biasa gimana sih han? Kata vanka itu bener si putra emang anak gaul teman temannya pasti banyak.." kata amaya.
"Ya menurut gue sih biasa aja kan paling anak anak yang diundang juga anak anak smp.." kata hana.
"Iya iya yang satu satu smp sama putra.." kata vanka.
"Dih.." kata hana.
"Jangan jangan lo udah suka sama orang ya.." kata amaya.
"Hah?!.." kata hana.
"Eh iya, kan satu atap sama raka sering banget tuh.." ejek amaya.
"Apaansih, gue gebuk nih.." kata hana mengepalkan tangannya.
"Eh tapi berangkat bareng yuk.." kata vanka.
"Gue yang jemput gitu?.." kata amaya.
"Iya hehe.." kata vanka.
__ADS_1
"Bener juga sih, hemat ongkos.." kata hana.
"Apaan, lo kan bisa bareng sama raka.." kata vanka.
"Udah, daritadi raka mulu ih.." kata hana.
Sepulang sekolah vanka dan amaya segera bergegas pergi pulang kerumah mereka. Tak lupa pamit kepada hana, sedangkan hana segera menunggu raka di depan gerbang yang saat itu juga belun datang.
"Mana sih si raka.." gerutu hana.
"Han.." kata revan menghampiri hana.
"Revan?!.." kata hana terkejut mrlihat revan.
"Lo ngapain disini?.." kata hana memundurkan langkahnya.
"Gue anterin pulangnya.." kata revan.
"Gue udah pindah rumah.." kata hana.
"Yaudah gue anterin aja.." paksa revan.
"Gue gamau.." kata hana.
"Kenapa sih? Lo masih kesel waktu kejadian itu?.." kata revan mengungkit masa lalu.
__ADS_1
"Gue udah lupa, jadi sekarang lo pergi dari sini karna gue bukan hanya ngelupain kejadian itu tapi gue udah lupa sama lo.." jelas hana.
"Tapi.." kata revan.