Apakah Bahagia

Apakah Bahagia
bab 1


__ADS_3

pernahkah berfikir untuk mengahkiri sebuah pernikahan akibat masa lalu yang belum usai. ini kisahnya.


pernikahan yang didambakan oleh semua wanita, liara pun juga begitu. ia adalah anak dari Gunawan, pemilik restoran terbesar di Indonesia. liara sudah menjalin hubungan dengan seorang laki laki yang setara dengannya, erwin. laki laki tersebut adalah anak dari Prasetyo, pemilik restoran. keduanya sudah menjalin hubungan selama 6 tahun.


liara dikelilingi oleh teman teman yang selalu mendukungnya. semasa sekolah, liara selalu menghabiskan waktu dengan teman temannya, ia selalu tersenyum dan selalu ramah pada siapapun. tak heran jika banyak yang ingin menjadi teman liara.


kini ia adalah seorang anak yang akan diwariskan restoran terbesar di Indonesia, tak heran jika banyak laki laki yang ingin mendekatinya, tetapi ia tak luluh, hanya seorang erwin yang dapat meluluhkannya.


lulus dari sekolah SMA nya, ia melanjutkan belajar di universitas ternama. benar sekali, ia selalu mendapatkan perhatian dan kesan baik dari orang orang. banyak yang ingin menjadi temannya, pacarnya bahkan mungkin suami. hahaha.


disini ia bertemu sosok laki laki yang tak pernah dijumpainya selama ini, erwin. seorang laki laki dengan tubuh tegap, rambut yang sedikit acak acakan akibat bermain basket di lapangan, bahkan keringatnyapun bercucuran di berbagai sisi tubuhnya. liana terpesona melihat laki laki itu tetapi tak dihiraukan perasaan anehnya.


sesampai di kelas, liana dikerubungi oleh beberapa laki laki genit yang mencoba mendekatinya dengan duduk di kiri, kanan, atas, bahkan bawah. ini gila, tetapi ini adanya sesampainya dosen masuk, semua anak diam memperhatikan kurikulum yang di bahas.


" oke bapak akan bagi kelompok.."


" bapak akan bagi 2 kelompok jadi kalian harus kumpul tigas minggu depan.."


dosen tersebut membagikan beberapa kelompok, banyak yang kecewa karna tak berhasil satu kelompok dengab wanita cantik itu, liana.


" oke liana, sama erwin ya.."


" oke bapak sudah bagi tugas, silahkan dikerjakan.."


" selamat siang.."


deg. hati liana terhenti sejenak mendengar bahkan laki laki tampan yang ia lihat di lapangan tersebut satu kelompom dengannya, bahkan aku bisa berduaan puas dengannya itu pemikiran gila liana.


" kita satu kelompok.." liana menghampiri erwin dengan wajah berseri seri.

__ADS_1


" gue tahu, besok aja kerjainnya, " erwin meinggalkan liana.


pupus sudah harapan liana, laki laki dingin seperti es batu itu bahkan sama sekali tidak tertarik padanya. ini gila, ini gak boleh terjadi. liana mencoba mengejar erwin. memakdanya agar segera menyelesaikan tugas dari dosen tersebut.


" lo gak denger, "


" gue bilang besok.." dengan nada cetus erwin meninggalkan liana lagi.


" tapi aku udah siap buat kerjain tugasnya hari ini.." liana menarik lengan erwin.


" lo gila ya.." erwin mendorong liana.


erwin yang tak sengaja terlalu keras mendorong liana, menyebabkan liana akan jatuh. ini gawat aku akan terluka. bahkan liana yang ketakutan memejamkan matanya. erwin dengan sigap menangkap liana dengan satu tangannya. liana yang masih saja memajamkan matanya kini berusah membuka perlahan matanya.


" ini gawat.." mereka bertatapan.


itulah salah satu momen indah yang liana dan erwin alami semasa kuliah. bahkan hari hari terasa sangat jauh menyenangkan ketika bersama dengan erwin. liana yang berhasil mendapatkan hati erwin kini mulai berpacaran.


" kamu lagi datang bulan, jangan makan es ya.." kali ini berbeda sikap erwin terasa begitu hangat semenjak berpacaran dengan liana.


" aku gak mau, aku mau eskrim.." masih saja dengan ngambeknya.


" gimana kalau ini.." erwin mencium bibir liana.


liana yang terkejut, ia memalingkan muka merahnya dari hadapan erwin. ini gila, aku bisa pingsan. liana yang tak sanggup melihat wajah sang pujaam hatinya kinj hanya berjalan tanpa memandang arah. erwin yang melihat tingkah liana justru malah tertawa.


" nanti bisa jatuh.." erwin menggenggam tangan liana.


" gimana kalau aku beliin tas yang kamu suka.." erwin memberi ide.

__ADS_1


" tas.." liana mencoba mengingat.


" tara.." erwin membelikan tas kecil untuk liana.


salah satu momen ketika mereka berpacaran. ini tak akan terlupakan bahkan mereka sudah menjalin hubungan selama 6 tahun akan terasa lebih jika mereka mengaitkan cincin di jari manis mereka.


alunan nada indah bergetar hebat di dalam ruangan tersebut. bahkan dihiasi dengan bunga bunga cantik berearna putih. kini liana dan erwin sedang berdansa dengan alunan musik yang seirama. lantai yang bertaburan bunga mawar merah bertuliskan kata I LOVE YOU.


" sudah enam tahun kita bareng na, aku gak mau kalau kita hanya gini gini aja. liana gunawan, maukah kau menikah denganku.." erwin menyatakan perasaannya.


" mau.." liana dengan tubuh gemetar mengatakan bahwa ia mau untuk jadi pendamping sekaligus teman hidup bagi erwin. ia menetaskan air mata yang sejak tadi sudah tak terbendung dengan indahnya itu.


" aku janji akan bahagiakan kamu, aku janji akan selalu ada di samping kamu.." janji erwin yang menis membuat liana sangat percaya pada kata dan janji itu.


hari pernikahan indah. sekaligus dambakan bagi setiap wanita ketika membayangkan pernikahan dengan laki laki yang ia cintai. nuansa putih menjadi lambang bagi pernikahan liana dan erwin. dihiasi dengan beberapa kelopak bunga segar dan dikelilingi oleh kerabat bahkan teman yang dekat. banyak sekali yang ikut merayakan hari pernikahan itu.


tak terasa sudah tiga tahun lamanya sejak pernikahan itu ada. pernikahan yang sangat berarti bagi liana. bahkan kini ia duduk dengan mengingat kembali memori memori yang indah itu dengan air mata yang mengalir deras dari matanya.


kini ia sedang duduk di ruang tunggu rumah sakit dengan perut sudah besar, masih saja dengan air mata yang tak mau berhenti mengalir dari matanya. ia berusaha untuk tetap tersenyum ketika orang orang memandangnya aneh. ia berusaha kuat agar bayi yang ada di perutnya bisa tetap tersenyum.


" dengan ibu liana.." suster memanggil liana.


dengan segera liana memasuki ruang untuk mengecek kandungannya. bahkan kini sudah 8 bulan liana mengandung. ia sangat senang ketika tahu anak pertamanya adalah seorang perempuan. ia juga senang ketika dokter mengatakan bahwa bayinya baik baik saja. tetapi ketika dokter mengatakan..


" bu liana jangan terlalu stres nanti bayinya akan tahu, dan ikut merasakannya.."


liana tak bergeming ketika dokter mengatakan kalimat tersebut. ia kini sudah keluar dari rumah sakit dan sedang berjalan untuk kembali ke rumah. pernyataan dokter tersebut membuat liana sedih.


" maafkan mama, seharusnya kau yang dinantikan sekarang, tetapi tak ada siapapun yang menanti kehadiranmu, "

__ADS_1


" mama akan berusah untuk tetap tersenyum dan ingatlah kau juga harus tersenyum.." dengan mengelus pelan perutnya. liana kini menangis lagi, tetapi ia tak sendiri hujan sedang menemaninya. agar dia tak merasa kesepian.


__ADS_2