
"Apa salahnya kamu pacaran dengan dia?.." tanya perempuan yang sudah cukup berumur.
"Tapi aku ga mau ma, aku mau fokus sama sekolahku dulu.." jawab laki laki seumuran anak menengah pertama.
"Jangan terlalu fokus, pentingkan juga kehidupan pribadi kamu.." kata perempuan itu.
Anak laki laki itu meninggalkan ibunya, ia bergegas keluar dari kamar orang tuanya dan segera meposisikan dirinya untuk tidur.
"Nak.." panggil laki laki berumur kepada anak laki laki.
"Ya pa?.." jawab anak laki laki itu.
"Pakaikan kalung ini kepada orang yang kamu percaya dapat menjaga kalung ini dengan baik.." kata laki laki yang ternyata adalah ayah dari anak laki laki itu.
Seketika membuat hana terbangun, astaga mimpi apa itu, Sungguh aneh. Hana membuang nafasnya secara kasar dan meposisikan untuk duduk.
"Anak laki laki, ayah, ibu.." kata hana seraya mengingat kembali mimpinya.
Hana mengingat kembali kejadian itu dan mencoba mencari tahu siapa anak laki laki itu dan kedua orang tuanya. Hana yang mulai merasa kelelahan mencoba untuk turun dan bergegas ke dapur untuk meminum segelas air.
__ADS_1
"Astaga.." bik surti sungguh terkejut mendapati hana berada di dapur malam malam.
"Bik, ini hana.." jawab hana.
"Astaga non, ngapain malam malam disini?.." tanya bik surti.
"Bibi juga ngapain di dapur?.." tanya balik hana.
"Bibi, tadi lupa cuci piring makanya bik surti balik ke dapur.." jawab bik surti
"Kalo aku haus bik, makanya ke dapur ambil minum.." jawab hana.
Hana mengangguk setuju dengan tersenyum lalu ia mebalikkan badannya menuju ke kamarnya. Tetapi seketika mimpi itu muncul lagi menghentikan langkah hana. Hana segera membalikkan badannya menghadap ke bik surti.
"Bik.." panggil hana.
"Kenapa non?.." tanya bik surti.
"Bik surti pernah mimpi ga tentang ingatan ingatan yang mungkin bukan milik kita?.." tanya hana.
__ADS_1
"Ya jawabannya sama non, itu pasti ada sesuatu yang terjadi dan mungkin non yang tahu penyelesaiannya.." jawab bik surti yang masih sibuk membersihkan piring piring kotor.
"Benar juga sih kata bik surti.." gumam hana, ia langsung kembali ke kamar dan bergegas tidur.
"Gue ga suka sama cewe itu, dan gue ga mau terus terusan dipaksa dengan orang yang ga gue suka.." kata anak laki laki itu dengan menggenggam kalung berbentuk R itu.
"Gue harus pergi dari sini, harus.." kata anak laki laki.
Anak laki laki itu segera beranjak dari tempat tidur dan mengambil tas ransel besar, setelah itu mulai mengemasi beberapa pakaian dan barang barang yang akan ia perlukan sewaktu pergi nanti.
Anak laki laki itu sudah pergi dari rumahnya, ia menyusuri jalan yang hanya ditemani oleh gelapnya malam pada hari itu. Ia berjalan sesuai dengan kehedak hatinya.
"Kalung ini, gue harus kasih ke siapa?.." gumam anak laki laki itu dengan terus meggenggam kalung itu.
***
Matahari telah menunjukkan sinar eloknya, lebih tepatnya kini sinar itu telah menembus masuk ke jendela kamar hana. Hana yang merasa silau pun segera membuka matanya sedikit demi sedikit. Ia mulai melihat ke arah yang berbeda dari satu sisi ke sisi lainnya.
"Non hana bangun.." kata bik surti yang baru saja masuk.
__ADS_1
"Ayo non bangun, nanti sekolahnya telat lho.." kata bik surti lagi.