
"Banyak sekali cinta di dapur ini.." mama linda segera bergegas pergi dan membuat raka dan hana segera memposisikan dirinya seperti semula.
"Ambil aja, gue masih baik sama lo.." kata hana.
"Yaudah, makasih.." raka bergegas pergi.
Ketika hana sedang berada di ruang belakang hendak mengerjakan tugas tugas yang sekolah yang sudah menumpuk sejak minggu kemarin. Ia mengerjakan tugas tersebut seraya memakan pisang goreng yang hana goreng tadi.
Ketika hana sedang mengerjakan tugas sekolahnya, tiba tiba raka datang menghampiri hana dan duduk di lantai bersama hana.
"Lo lagi ngapain?.." tanya raka.
"Ngerjain tugas.." jawab hana.
"Kebetulan nih, gue mau tanya dong soal matematika nomer sepuluh, susah banget.." kata raka dan memberikan bukunya kepada hana.
Hana pun segera mengajari raka yang belum sempat mengerti akan soal soal matematika yang lainnya, mereka pun ahkirnya beljar bersama dan mengerjakan tugas bersama, kebetulan juga ada beberapa tugas osis yang harus mereka kerjakan bersama.
"Ahkirnya selesai juga.." raka merentangkan segala anggota tubuhnya begitu juga dengan hana.
"Tapi habis ini ngapain?.." hana memperlihatkan wajah bingungnya.
"Gimana kalo nonton film?.." raka mengajukan usulnya.
__ADS_1
"Nonton film? Disini?.." tanya hana.
"Iyalah, bentar gue lihat lihat film apa yang bagus.." raka mengambil remote televisi dan memilih film yang ada.
"Lo suka genre apa?.." tanya raka.
"Apapun, kecuali.." kata hana yang menjeda bicaranya.
"Kecuali apa?.." tanya raka.
"Horor sih gue ga takut tapi kalo horor terus ada pembunuhannya gitu gue takut.." jawab hana yang tiba tiba ketakutan. Sedangkan Raka hanya tersenyum mendengar jawaban hana yang memperlihatkan wajah ketakutannya.
"Oke, kita komedi mau?.." tanya raka lagi.
"Boleh.." kata hana dengan tersenyum.
***
Kini bel istirahatpun mulai berbunyi, semua siswa dan siswi berhamburan keluar dari kelas. Hana dan dua sahabtnya, amaya dan vanka duduk berhadapan seraya memakan bekal mereka masing masing dengan mengobrol.
"Gue baru tahu lho han, kalo lo sama raka seatap?.." amaya begitu terkejut mengetahui hal tersebut.
"Iya, kok bisa gitu sih?.." timpal vanka.
__ADS_1
"Nyokapnya raka sama orang tua gue udah kenal dan teman baik makanya orang tua gue percaya sama nyokapnya raka.." jelas hana.
"Enak kalinya kalo gue sama christ kayak gitu.." kata vanka dengan khayalannya.
"Eeee maunya elo.." kata amaya.
"Lo masih suka aja sama christ.." kata hana dengan tersenyum.
"Ya, tiga tahun ini akan berahkir sia sia sih, gue hanya bisa mengagumi dia dari jarak jauh.." kata vanka masih dengan khayalannya.
Semuanya tertawa dengan khayalan singkat vanka yang sudah tiga tahun menyukai seseorang tetapi masih saja ia pendam selama itu. Tiba tiba zora datang, dan menghampiri hana dan teman temannya.
"Han.." panggil zora.
"Hei ra, sini gabung.." hana memperilahkan zora untuk gabung.
"Sorry tapi gue boleh ngobrol sama lo?.." tanya zora dengan raut wajah cemas.
"Ehm, ya boleh.." hana mengikuti zora untuk mengobrol bersama.
Ketika berada di luar kelas, hana dan zora duduk di depan kelas lalu hana memperlihatkan raut wajah yang cemas.
"Lo sebenarnya kenapa sih?.." tanya hana.
__ADS_1
"Gue boleh minta tolong sama lo?.." tanya zora lagi.
"Minta tolong apa?.." kata hana.