Apakah Bahagia

Apakah Bahagia
ngambek


__ADS_3

Pesan singkat hana segera dibaca oleh raka. Membaca hal itu membuat raka terperanjat untuk terus berkomunikasi kepada hana.


Sampailah pada sebuah rumah tua besar, revan mengajak hana untuk segera masuk dan memaksa hana untuk duduk, revan segera menali tangan hana membuat hana hanya bisa diam dan tidak berkutik bahkan raganya sudah tidak kuat untuk melawan revan.


"Sayang, kamu akan jadi milik aku.." revan membelai lembut rambut hana.


"Kamu mau ngapain van?.." kata hana mulai terisak.


"Kamu akan tahu besok.." kata revan dengan wajah seram dan menakutkan.


"Raka tolong aku, tolong aku.." hana terus bergumam meminta bantuan raka.


"Ga akan ada orang yang akan bantuin kamu sayang.." kata revan.


"Jadi disini tempat persembunyian orang pengecut kayak lo.." kata raka datang.


"Raka.." kata hana lega.


Raka segera melawan revan. Terjadilah pertarungan yang cukup sengit di rumah tua besar itu. Tetapi raka adalah pemenangnya membuat hana lega dan membuat revan pingsan tak sadarkan diri. Raka segera melepaskan ikatan tali hana dan mengajak hana segera pergi dari tempat itu.


"Lo gapapakan?.." kata raka.


"Ada yang sakit?.." kata raka seraya melihat kondisi tubuh hana.


"Ini kenapa?.." raka melihat pergelangan tangan hana yang lebam.

__ADS_1


"Ditarik sama revan kenceng banget.." jawab hana.


"Yaudah, sekarang kita pergi ya.." kata raka.


Tibalah mereka pada sebuah taman dekat sungai. Harin sudah berganti petang. Membuat pemandangan pada yaman tersebut terlihat sangat elok. Raka segwra membeli sebuah obat untuk luka lebam.


"Ini minum dulu.." kata raka.


"Siniin tangan lo.." kata raka.


Hana memberikan tangannya yang terluka pada raka, raka segera mengoles lembut tangan hana dengan mengobati hana menggunakan salep. Secara hati hati, raka mengibati hana.


"Apalagi yang sakit?.." tanya raka.


"Kok bisa sih revan ngelakuin ini sama lo?.." kata raka.


"Tadi dia tiba tiba dateng, maksa gue.." kata hana.


"ini salah gue ya? Gue keluar dari sekolah kelamaan.." kata raka mengaku salahnya.


"Iya ini salah lo.." kata hana.


"Maafin gue ya.." kata raka memohon.


"Gak mau.." kata hana memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Maafin gue, gue harus ngelakuin apa supaya lo maafin gue?.." kata raka.


"Beliin gue eskrim, gulali, permen lolipop.." kata hana tersenyum.


"Lo ngerjain gue.." kata raka.


Tawa hana membuat raka tersenyum sekaligus lega ia bahkan membelai lembut rambut hana. Kini mereka saling bertatapan dengan mata berbinar penuh arti mengartikan sebuah rasa pada satu sama lain.


"Ya udah yuk pulang.." kata hana.


"Yuk.." raka dan hana beranjak pergi dan kembali ke rumah.


***


Selepas pulang sekolah, raka dan hana segera bergegas menuju ke rumah. Mereka baru saja kelaur dari mobil dan tak sengaja mrndengar percakapan antara mama linda dan melinda.


"Tante kan tahu, melinda sayang banget sama raka, tante maunya nolongin melinda supaya bisa deket sama raka?.." kata melinda yang sedang duduk di runag tamu ruamah raka.


"Maaf mel, tante ga bisa.." jawaban mengejutkan dari mama linda.


"Kenapa tante? Bukannya tante setuju sama hubungan aku sama raka kenapa tiba tiba jadi gini?.." kata melinda.


"Tante udah tahu semuanya, hana bahkan jauh lebih baik dari kamu jadi lebih baik kamu pergi dari sini.." kata mama linda mengusir melinda.


"Tapi tante.." kata melinda.

__ADS_1


__ADS_2