
Aku melihat sekitar gedung acara. Aku ingin memastikan lagi bahwa tidak ada yang terlupa. acara reuni akan segera di gelar beberapa menit lagi.
"Udah sesuai semua'kan?" tanya Leon yang menghampiriku.
"Udah semua kayaknya. Semoga acara kita berjalan lancar dan sukses." harap ku.
Aku dan Leon kemudian bersiap-siap. Kami sebagai panitia bertanggung jawab penuh atas acara yang digelar hari ini. aku dan teman-teman panitia lainnya memastikan keamanan, kenyamanan dan ketertiban acara.
"Jangan lupa kabarin yang lain. minta mereka semua siaga. dan untuk para satpam sebagian berjaga di depan dan sebagian lagi berpatroli. jangan sampai kejadian dimasa lalu kembali terulang." Pesan Leon kepada kami semua.
aku pun bergegas menghampiri panitia yang bertugas mengamankan keamanan. Team Toni yang bertugas saat ini.
Lampu ruangan mulai di padamkan. Acara berarti akan segera di mulai. Semua alumni kampus sudah duduk di kursi tamu yang sudah di sediakan.
Setiap alumni yang datang duduk di bangku yang sudah kamu beri nomor. Ada door prize yang menanti mereka semua. Door prize diberikan oleh Adit sebagai donatur terbesar dari acara ini.
Aku lihat bangku sudah terisi penuh. itu artinya semua alumni yang diundang dan mengisi daftar hadir semua datang ke acara reuni hari ini.
__ADS_1
"Kalau ada gerak-gerik yang aneh. segera beri tahukan kepada kami. Jangan sungkan, karena acara ini adalah tanggung jawab kami panitia acara." Toni sebagai panitia bagian keamanan memberikan arahan kepada satpam yang bertugas malam ini.
Gedung yang sangat luas dan ada beberapa ruangan yang juga tersedia di sana.
"Para hadirin sekalian. Selamat datang di acara reuni Akbar pertama. Untuk itu kami persilahkan kepada Dekan tercinta untuk memberikan kata sambutan sebagai pembuka acara reuni ini."
MC langsung membuka acara dan Dekan yang kami tunjuk naik ke atas panggung untuk memberikan kata sambutan. Dekan kami ini bukan hanya sekedar Dekan.
Dia adalah bapak mahasiswa. Dia sangat bijak sebagai seorang pemimpin akademis. Dia mampu menjadi tempat curhat mahasiswa dan mahasiswi kampus. Meski waktunya yang padat Dekan kami ini selalu menyempatkan diri untuk menjadi pendengar yang baik dan memberikan solusi untuk kami semua.
Aku sangat suka dengan Pak Muhrof. Dia bahkan sering kali membantuku ketika aku kesulitan saat ujian kampus dan belum bisa membayar uang semester.
Dia sudah kamu anggap sebagai bapak kami. Dia sudah seperti orang tua bagi kamu semua. Makanya dikesempatan kali ini, kami mengundangnya. Kami ingin melepas rindu kami kepadanya.
Aku yang sudah lama tidak berjumpa dengan beliau. Tak terasa air mata ini jatuh di pipiku. Rasanya rindu ini terobati hanya dengan melihatnya dari jauh dan mendengar suaranya yang adem di telinga.
"Gak usah nangis juga kali. kebiasaan deh Lo tuh, Dit." Tasya menepuk pundakku dari samping.
__ADS_1
Aku dan Tasya memang sejak tadi berdiri bersebelahan. Sedangkan Sherlin sedang memastikan dekorasinya aman.
Setelah selesai memberikan kata sambutan. Kami semua bersorak Sorai dan bertepuk tangan.
Dia adalah panutan kami. Pria bijaksana yang mampu membimbing mahasiswa menjadi lebih baik lagi.
.
.
Bersambung
.
.
.
__ADS_1