Arisan ( Siapa Nama Berikutnya? )

Arisan ( Siapa Nama Berikutnya? )
part 22 - Siap itu?


__ADS_3

Dita merasa kalau Tasya mengetahui sesuatu. Dia ingin kembali menemui Tasya, tapi tidak mungkin dia lakukan untuk saat ini. Tasya kondisinya belum pulih. dia tidak mau malah membuat sahabatnya itu stres dan mengalami tekanan berlebih.


"aku akan bertanya kepada Tasya. setelah dia kondisinya membaik. untuk saat ini aku hanya bisa berharap Tasya kondisinya pulih." Dita bicara dalam hatinya.


Dita dan kedua orang tuanya pulang ke rumah. Dita masih terus melamun sejak pulang dari rumah sakit dimana Tasya di rawat


"sebaiknya sekarang kamu istirahat. jangan pikirkan apapun. atau papa akan larang kamu untuk bertemu dengan teman-temanmu." Papa Dita bicara dengan sangat tegas.


Dita sangat mengerti maksud dari papanya. tidak ada seorangpun di dunia ini ingin melihat anaknya sakit atau tertekan.


Dita masuk ke dalam kamarnya dan berusaha untuk memejamkan matanya melupakan apa yang sudah terjadi kemarin dan hari ini.


Dita tidur dengan dengan kondisi kamar yang diterangi oleh lampu tidur. kebiasaan dita adalah seperti itu tidur dalam kondisi ruangan yang tidak terlalu gelap.


...****************...


di sebuah tempat seseorang sedang mengumpulkan beberapa anak buahnya.


"kalian sudah mengetahui bagaimana kondisi orang itu?"tanyanya dengan nada bicara yang sangat berat.


"kami sudah memeriksanya Bos. Dia terkena trauma yang cukup berat. Ada kemungkinan kalau dia melihat wajahmu Bos." ujar salah satu anak buahnya.


"kalau begitu kalian harus pastikan dia tidak pernah membicarakanku. dia bukan target ku selanjutnya. Jadi lebih baik kalian awasi dia dan buat dia terus seperti orang gila."perintah pria itu kepada anak buahnya.

__ADS_1


"siap kami akan melaksanakan perintah anda bos."


semua anak buahnya keluar dari ruangan dan hanya tertinggal dia sendiri di dalam ruangan itu.


"kita lihat saja. siapa giliran berikutnya. akan Aku pastikan kalian semua membayar apa yang telah kalian lakukan di masa lalu terhadap keluargaku!"pria itu mengepal kedua tangannya dan meletakkannya di atas meja.


hati pria itu sudah diliputi oleh rasa dendam yang sangat besar. Dia memiliki dendam karena beberapa keluarganya meninggalkan dirinya disebabkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


"nama-nama kalian masih ada di dalam. ketika aku mengocoknya dan keluar salah satu nama maka itulah yang akan menjadi target selanjutnya."


pria itu memandang sebuah tempat yang di dalamnya terdapat beberapa gulungan yang di mana gulungan tersebut terisi beberapa nama-nama orang yang terlibat dalam peristiwa tragis kematian keluarganya.


manusia memang kerap kali terlibat dalam suatu masalah dan peristiwa. di saat peristiwa itu ya alami banyak orang yang tidak menerima. ketika mereka tidak mau menerima maka yang timbul adalah rasa dendam. rasa dendam itu akan menguasai jiwa-jiwa mereka yang sepi dan tidak beriman.


...****************...


pagi kembali datang ke bumi ini. matahari memberikan kehangatan di pagi hari.


"Dita bangun sayang Ini sudah pagi."terdengar suara mamanya Dita memanggil dari depan kamar.


Dita menggeliat dan dia membuka matanya. masih terasa berat untuk yang membuka mata di pagi hari ini. meski di dunia nyenyak namun beberapa mimpi membuatnya tidak bisa menikmati tidurnya yang lelap.


Dita mengubah posisinya dari tiduran menjadi duduk. dia menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya saat tidur di malam hari.

__ADS_1


dia selalu beranjak turun dari ranjang tidurnya. dia melangkah menuju pintu lalu membukanya.


dengan kondisi kesadaran yang belum penuh seutuhnya. Dita duduk di bangku meja makan. mamanya sudah menyiapkan beberapa hidangan sarapan pagi.


"Dita sebaiknya kamu cuci muka dulu. lihat sana air liur yang sudah mengering terdapat di beberapa sisi wajahmu." ujar papanya sambil bercanda.


kita langsung memeriksa setiap bagian dari wajahnya. dirabanya wajahnya dan ternyata tidak ada satupun air liur yang membekas.


"Papa nih aku kira bener-beneran ada air liur yang mengering."kita kesal karena ternyata dia hanya menjadi bahan godaan papanya saja.


"habisnya kamu ini anak gadis. masa bangun tidur langsung duduk di sini. di mana-mana itu cuci muka lalu sikat gigi lalu mandi. baru duduk di sini dan sarapan pagi."papanya menasehati Dita.


"tapi Dita lapar pah. apa Papa tidak ingat kalau semalam kita tidak makan? nanti kalau ditanya di kurus gimana?"kita menunjukkan wajah lesunya.


"Halah kamu ini. bisa ajah ngelesnya. bilang ajah males mandi pagi." sarung Mama Dita sambil membawa beberapa menu sarapan.


"Pah kita sarapan pakai pisang goreng nih?"tanya Dita kepada papanya.


"Terus kamunya mau sarapan apa emangnya?"tanya mamanya sambil duduk di kursi.


"nggak ada nasi goreng Mah?"tanya Dita kepada mamanya.


"hari ini Mama lagi males banget bikin nasi goreng jadi kita hari ini sarapan menunya pisang goreng dan teh manis saja."

__ADS_1


wajah Dita semakin lesu. sebab ternyata mamanya tidak membuatkan sarapan pagi sesuai dengan tradisi Indonesia yaitu nasi.


__ADS_2