
Aku hari ini kebetulan tidak ada kegiatan perkuliahan dan tidak pergi untuk berkunjung ke rumah sakit menjenguk Tasya.
Aku memilih untuk berdiam diri di dalam kamar. aku memikirkan kejadian kemarin saat di rumah sakit dan juga saat pergi ke rumah Adit.
Aku tidak bisa hanya diam saja. aku harus terus menyelidiki kejadian ini. sebab tidak mungkin Tasya Anfal seperti kemarin dan kejadiannya tepat saat Adit yang berkunjung sebelum aku dan Leon datang.
"Apa kamu sudah bangun, Dita?"
Aku mendengar suara mama dari balik pintu. dengan cepat aku menyambar gagang pintu dan melongok sedikit kepalaku.
"aku sudah bangun." aku menjawab sambil melebarkan senyumanku.
"jangan terus berdiam di kamar. bantu mama untuk membuat beberapa pesanan kue bolu." perintah mama kepadaku.
Aku langsung membuka lebar pintu rumah dan keluar dari dalam kamar.
__ADS_1
aku melangkah mengikuti mama ke dapur. aku harus membantu mama. mama membantu papa untuk menstabilkan perekonomian keluarga kami.
Aku menyiapkan semua keperluan untuk membuat kue bolu.
"Dit, ambil di dalam kulkas tapenya. hari ini kita akan buat lima kue bolu tape panggang."
Mama bicara sambil mengocok telur yang merupakan bahan utama dalam pembuatan kue bolu.
aku berjalan ke kulkas dan mengeluarkan buat tape yang sudah mama siapkan untuk pesanan kue hari ini.
Aku lihat bunda sangat bersemangat. Aku juga harus bersemangat membantu mama sebab aku tidak mau sampai tidak fokus saat membantu membuat kue. itu bisa berakibat fatal.
"Dita juga tidak tahu persis apa yang sebenarnya terjadi. saat aku dan Leon sampai di sana. Tasya sudah tidak sadarkan diri."
Aku menceritakan kejadian kemarin. akan tetapi aku tidak berani menceritakan apa yang sebelumnya aku lihat. aku belum memiliki bukti terkait teman kami itu. aku juga tidak bisa langsung menuduhnya begitu saja.
__ADS_1
"Dita, aman harap kamu tidak lengah dimanapun berada. harus tetap fokus dan jangan pergi ke tempat asing sendirian dan bersama orang yang tidak terlalu kamu kenal. mama khawatir kamu akan celaka."
Mama mulai lagi. mama selalu khawatir berlebihan kepadaku. aku tahu kenapa mama seperti itu. aku saja takut ketika harus keluar sendirian. apalagi mama yang begitu menyayangiku.
Aku kembali fokus membuat kue. aku membantu mama untuk memanggang kue dan membuat hiasan kue.
Sebagai seorang anak sudah menjadi kewajiban kita membantu orang tua. jangan sampai kita tidak perduli dengan mereka. karena mereka adalah tempat kita pulang.mereka adalah tempat kita bersandar. bagiku mama dan papa adalah segalanya.
"Mah, besok aku mungkin pulang terlambat. Ada tugas kelompok, tapi mama tenang saja aku tidak akan pulang larut malam."
mama menatapku dengan tatapan sendu. aku mengerti pasti mama akan bilang kalau dia sangat khawatir. namun, bagaimana lagi kerja kelompok ini harus terlaksana dan tugas dari dosen juga untuk di kerjakan bersama.
"ya sudah kalau memang kamu mau pergi, tapi ingat. kamu jangan pernah lengah. fokus jangan main ponsel terus."
Mama memberikan ultimatum kepadaku. aku janji kepada diriku sendiri untuk menjaga diri dan tidak akan pernah membuat mama khawatir.
__ADS_1
"Iyah aku janji. aku tidak akan membuat mama cemas." janjiku