
Dita baru tahu ternyata Leon sebelum pergi ke rumahnya kemarin. dia lebih dulu menemui Tasya di rumah sakit.
"Untung aja dah Leon. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika Leon tidak mendengar semua percakapan Adit dan juga anak buahnya."Dita kembali pulang ke rumahnya.
leon menyuruh Dita untuk berdiam diri di rumah saja. karena Leon takut malah nantinya dita yang akan menjadi sasaran dari Adit.
"kamu sudah pulang Dita? apa setelah dari pulang kuliah Kamu tidak pergi untuk bekerja?" tanya mamanya setelah Dita sampai di rumah.
"tidak mah untuk saat ini Jika aku kuliah maka aku akan libur bekerja."setelah menyalami mamanya Dita masuk ke dalam kamar.
sesampainya ia di dalam kamar bunyi ponsel terdengar. kita langsung mengangkat telepon genggamnya dan terlihat ternyata Leon yang menghubunginya.
"apa lo kehilangan Agus? bagaimana ceritanya Lo bisa kehilangan dia? bukannya lo bilang sedang berada di klub malam bersama dengan Agus?"
"iya tadi kita sama-sama kemari, tapi saat kami masuk terdapat beberapa gerombolan orang yang keluar dari klub malam. Agus lalu izin untuk pergi ke toilet sementara. gua udah cari dia ke toilet dan di sini hanya ada satu toilet. tapi dia nggak ada."cerita Leon kepada Dita.
__ADS_1
Dita malah menjadi bingung sekarang. Dia teringat kembali peristiwa Sherlin dan Tasya beberapa Minggu lalu ketika acara reuni kampus.
"coba lo cari ke tempat di mana jarang banget orang yang wara-wiri."Dita menyarankan agar Leon mencari Agus di suatu tempat yang jarang orang singgahi.
"benar juga kata lo. kalau begitu gua akan cari dia dulu. dan kalau bisa lo cari bantuan dan gua akan share location di mana klub malam yang gua dan Agus datangi."
Leon menutup panggilan telepon. dan dengan cepat Dita mencari bantuan.
"aku harus menghubungi beberapa pihak. Aku tidak mau terjadi lagi hal buruk terhadap kami semua. sudah cukup kematian teman-teman kami di tanganmu Adit."
Leon terus mencari keberadaan Agus yang hilang begitu saja.
"Lo sebenarnya di mana sih Gus? gua khawatir banget sama lo."Leon terus menyusuri jalan di dalam klub malam. Leon bahkan mencari-cari Agus di beberapa ruangan yang kemungkinan bisa saja Agus dibawa ke sana oleh Adit.
setelah 1 jam mencari Leon sama sekali tidak menemukan Agus. lelah sudah kakinya berjalan menyusuri luasnya klub malam.
__ADS_1
"ah, gua harus istirahat dulu nih,"kata Leon sambil duduk di bangku.
Leon sangat kelelahan terlihat dari wajahnya. rasa khawatirnya sudah menguras pikirannya. ditambah lagi Dia harus mencari keberadaan Agus yang membuat tubuhnya semakin lemas.
"sungguh menguras energi sekali. gue tidak tahu lagi harus mencari Lo ke mana Gus."keluh Leon.
Leon menyesal telah mengiyakan ajakan dari Agus untuk pergi ke club malam. andai saja dia menolak dan meminta Agus pergi ketempat lain agar hal ini tidak terjadi.
Leon membiarkan tubuh istirahat sejenak. dia memeriksa ponselnya. siapa tahu Agus menghubungi dirinya.
"Ah, aku tunggu mereka datang saja." kata Leon setelah membaca pesan masuk dari Dita.
dalam istirahatnya. Leon bukan hanya sekedar diam saja. di dalam pikirannya dia berusaha mencari jalan agar bisa menemukan keberadaan Agus.
Leon kembali mencoba menghubungi nomor telepon Agus. namun, tidak di angkat.
__ADS_1