
Leon dan Dita hari ini berencana untuk pergi ke rumah sakit menemui Tasya. beberapa hari ini mereka berdua kesibukan dengan urusan pekerjaan ditambah lagi Dita masih sangat diawasi oleh kedua orang tuanya karena cemas terhadap putrinya.
"jadi menurut Lo Tasya apa bisa sembuh secepatnya?"tanya Leon kepada Dita.
"Aku juga nggak tahu. hanya saja sebaiknya kita mendoakannya dan juga menghiburnya. dia juga pasti butuh teman bicara. yang gue dengar orang tuanya juga udah panggil psikologis khusus untuk menangani kasus trauma seperti ini."jelas Dita kepada Leon.
"Apa hasilnya sudah ada?" tanya leon kepada Dita lagi.
"yang gue denger sih untuk saat ini Tasya sudah bisa menerima orang-orang yang berkunjung untuk melihat kondisinya. tidak seperti yang kemarin-kemarin. ya Lo tau sendiri kan kemarin itu Tasya sulit sekali bertemu dengan orang bahkan dia juga takut bertemu dengan papanya."
"semoga aja dia cepat pulih. soalnya aku penasaran banget Siapa orang yang melakukan hal ini. orang yang ngelakuin hal ini benar-benar orang yang sangat sadis menurut gue." nilai Leon.
"ya udahlah sekarang lo mendingan fokus aja yang nyetir. Jangan sampai kita berdua nih yang ujung-ujungnya masuk ke rumah sakit." ledek Dita.
__ADS_1
"amit-amit deh jangan sampai."
Dita dan Leon sampai di rumah sakit. Leon menurunkan Dita di depan lobby rumah sakit sedangkan dia mencari tempat untuk parkir mobil.
"gue duluan ya." dita menutup pintu mobil.
"oke tunggu gue di depan pintu kamarnya jangan masuk duluan."teriak Leon sambil kembali melajukan mobilnya.
Dita berjalan dari depan lobi rumah sakit hingga ke arah di mana Tasya berada. saat dia melihat ke arah pintu kamar Tasya ada seorang pria bertubuh tinggi semampai dan sedikit kurus. dia mengenakan topi masker dan juga kacamata hitam.
"siapa pria ini? aku seperti mengenal dari postur tubuhnya. namun, mengapa orang ini terlihat begitu mencurigakan ?"
kita masih mengikuti jejak kemana pria itu pergi. hingga pria itu berhenti dan Dita hampir terlihat olehnya. Dita langsung bersembunyi di balik tembok dan mengintip. ya benar-benar penasaran dengan wajah pria itu.
__ADS_1
dilihat olehnya pria itu berjalan menuruni tangga ke arah belakang rumah sakit. pria itu membuka topi dan kacamatanya lalu juga maskernya. dia menaiki sebuah mobil yang terparkir di sana sejak awal.
"Adit?"kita melihat sekilas dari samping wajah pria itu dan sangat mirip dengan Adit wajahnya.
"apa dia habis menjenguk Tasya? tapi bukannya tadi dia bilang tidak sempat hari ini untuk ikut dengan kami? halo Kenapa dia kemari dan menjenguk tasnya lebih dulu? sungguh dia itu pria yang sangat misterius"
Dita membelikan badannya dan kembali pergi ke kamar Tasya. sesampainya dia di depan kamar Tasya ternyata Leon sudah menunggunya di sana.
"dari mana sih?"hanya lewat kepada Dita yang baru saja sampai.
"enggak cuma ada bisa di belakang aja. ya udah ayo kita masuk"Dita dan Leon masuk ke dalam kamar Tasya.
saat mereka masuk berdua ke dalam sana. menata Tasya sudah pingsan.
__ADS_1
"cepetan panggil suster cepetan Leon."teriak Dita histeris.
Leon yang mematung sejak tadi langsung berlari keluar dan mencari pertolongan.