Arisan ( Siapa Nama Berikutnya? )

Arisan ( Siapa Nama Berikutnya? )
Part 32 - Rasa takut yang menjalar


__ADS_3

brak!


ponselku terjatuh karena tangan yang bergetar. aku tidak sanggup mendengar tawa yang mengenal dari ruangan tempat Agus berada. di sana juga aku mendengar suara rintihan dari Agus yang sepertinya sedang dicambuk beberapa kali.


Aku berharap tidak ada yang mendengar saat ponsel ini terjatuh. Jika sampai terdengar maka aku akan berada dalam ancaman bahaya.


aku masukkan kembali ponsel ini ke dalam tasku. namun, samar-samar aku mendengar terap langkah seseorang semakin mendekat ke arahku.


tidak! Aku tidak mau tertangkap oleh mereka. Leon atau siapapun itu bantu aku. aku takut berada di sini sendirian. kupejamkan mata ini sambil mengepalkan erat-erat tanganku.


kini derap langkah itu tidak terdengar lagi. kok berani kan mata ini untuk terbuka dan melihat sekeliling. kubuka mata ini perlahan dan terlihat sebuah sepatu pantofel ada di depanku. aku beranikan mata ini menatap sosok yang kini berada di hadapanku.


Adit! seruku di dalam hati dengan jantung yang berdebar begitu kencang. Aku tidak tahu harus berbuat apa Aku tak bisa berteriak, tak bisa bergerak. rasanya tubuhku lemas dan terpaku.


"ternyata ada tikus kecil yang menyelinap ke tempatku?"


pandangan mata Adit begitu menyeramkan. Baru kali ini aku melihat matanya yang sedikit memerah dan memicing penuh dengan amarah.


"cepat seret dia ke dalam. kalian pasti kan tidak akan ada yang mengganggu Pesta kita malam ini! malam ini ternyata aku mendapatkan dua mangsa sekaligus."

__ADS_1


rasa takutku semakin menjalar ke dalam darahku. tubuhku sudah mendingin bagaikan mayat hidup yang bisa dibawa kemanapun oleh mereka tanpa bisa memberontak.


"ayo ikut kami!"


mereka menyentakku dan langsung membawaku tanpa ampun. setelah sampai melewati pintu ruangan itu aku pun langsung dilempar oleh mereka yang membawaku. tubuhku terjatuh tepat di dekat tubuh Agus.


ku edarkan pandanganku kepada Agus. aku benar-benar tidak menyangka ternyata tubuh Agus sudah penuh dengan luka bekas cambukan dan mengeluarkan darah segar.


bibirku bergetar mataku mengeluarkan cairan yang tak bisa ku tahan lagi. Aku tidak menyangka adik sangat sekejam ini. jika memang Agus adalah tersangka di balik pemerkosaan saudara Adit. lalu kenapa beberapa temanku yang tidak mungkin ikut terlibat harus mengalami tragedi kematian yang begitu tragis. apa sebenarnya salah kami kepadanya? sehingga dia berbuat seperti ini?


hahaha


suara tawa Adit yang menggema di ruangan itu kini semakin terdengar jelas di dari tawa itu terasa kepuasan yang sangat berlebih.


adik berjalan mendekat dan mencengkeram wajahku dengan kuat. aku meringis kesakitan dan air mataku terus meleleh tak bisa ku hentikan.


"dasar kalian! baru seperti ini saja kalian sudah menangis."


Adit melempar wajahku dan melepas cengkramannya dengan kasar dan bengis.

__ADS_1


"kira-kira apakah akan ada tamu lain lagi malam ini? jika iya berarti malam ini kemungkinan besar kalian semua akan aku habisi!"


Adit berjalan sambil melipat kedua tangannya di dada. dia menyadarkan pandangannya kepadaku dan kepada Agus secara bergantian. aku benar-benar tidak tega melihat kondisi Agus yang sudah berdarah-darah. dia bakal terlihat sangat tidak berdaya dan hampir kehilangan kesadarannya.


"sebelum aku menghabisimu Dita. lebih baik kamu saksikan dulu bagaimana temanmu ini tewas di tanganku."adik berjongkok sambil memutar pisau yang ada di tangannya.


aku menggelengkan kepala memohon agar adik berhenti menyiksa Agus.


"Adit Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu menyiksa kami semua? Kenapa kamu membunuh Noni dan sherlyn dan membuat Tasya menjadi seperti sekarang ini? Kenapa Adit kenapa!"


entah keberanian dari mana aku mengajukan beberapa pertanyaan kepada adit. mungkin keberanian itu muncul karena aku tidak lagi sanggup melihat Adit menyiksa Agus lebih kejam lagi.


"kamu bertanya kenapa aku bisa melakukan semua ini kepada kalian? Apa kalian lupa dengan dua tragedi yang muncul dan kalian tetap berada pada posisi yang sama?"tanya Adit kepadaku.


"kejadian apa? yang aku tahu saudari perempuanmu telah diperkosa dan karena dia depresi dia melakukan tindakan percobaan bunuh diri sehingga dia kehilangan nyawanya sebelum sempat ditolong oleh para dokter. kami tidak pernah tahu siapa pelaku dibalik pemerkosaan saudara perempuanmu itu." jawabku dengan bibir yang masih bergetar dan hati yang masih penuh diliputi dengan rasa ketakutan.


"tentu saja kalian tidak akan pernah tahu siapa pelaku kejahatan yang tega merenggut kegadisan saudara perempuanku. karena mereka telah membungkam semua pihak kepolisian dan juga saksi. kamu tahu siapa yang melakukannya dan siapa yang menutupi semua itu?"


adik selalu mengedarkan pandangannya kepada Agus. Apa benar Agus yang melakukan semua itu? apakah benar kasus itu ditutup rapat-rapat agar tidak ada satu orang pun yang tahu?

__ADS_1


"pria ini dan keluarganya yang telah melakukan semua itu. pria ini yang telah memperkosa saudara perempuanku. dan keluarganya yang telah membungkam seluruh pihak agar tidak bicara sedikitpun."Kata adik dengan tatapan sendunya.


jadi rumor yang aku dengar itu benar adanya. kalau Agus lah yang melakukan pemerkosaan itu kepada saudara Adit? tapi kenapa kami semua malah menjadi target incarannya? Ada apa lagi sebenarnya yang tidak pernah kami ketahui tentang Adit dan juga dendamnya.


__ADS_2