
Melihat Adit rasanya aku tidak tega. Dia mengalami kesakitan yang mendalam dari semua akibat kelakuan pihak yang tidak memiliki rasa bertanggung jawab.
Aku juga kembali di kejutkan dengan penyataan Adit yang kehilangan saudara laki-lakinya akibat kelakuan Agus. Saat itu kami tidak pernah tau kalau teman kami yang meninggal dunia akibat overdosis obat adalah saudara laki-laki Adit. Dia merasa semua orang tidak adil terutama pihak kepolisian yang seharusnya membela yang benar dan menghukum yang salah. ini malah memutar balikkan kenyataan yang ada.
Saat itu memang pihak kepolisian bilang kalau Agus dan kedua temanku yang lain tidak bersalah dan tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Aku tidak menyangka ternyata semua itu bualan belaka. Ternyata keluarga Agus yang merupakan petinggi kantor polisi berusaha melindungi keponakannya itu.
saat itu Agus berhasil dibebaskan dengan teman-teman kami yang lainnya. aku memang tahu kalau Agus memiliki saudara di sana,hanya saja kamu tahunya kalau memang Agus itu tidak terlibat dan hasil pemeriksaan urinenya ternyata negatif. Aku tidak tahu Ternyata semua itu telah dimanipulasi oleh mereka para petinggi kantor kepolisian.
__ADS_1
"kalian tahu rasanya hatiku hancur! hancur sehancur hancurnya, melihat mereka semua yang benar-benar tidak bisa berlaku adil kepada kami orang-orang kecil. sejak saat itulah aku memutuskan untuk berhenti kuliah dan berusaha untuk bekerja. awalnya aku bekerja sebagai sales di pabrik beras dan lama-kelamaan ku sisihkan uang gajiku. lalu aku bisa menjadi seperti sekarang. memiliki pabrik beras dan menghabisi kalian satu persatu."
Adit menceritakan kisah pahit hidupnya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. aku tahu pasti perasaannya saat itu seperti di luluh lantahkan dan ternyata dia tetap bisa bangkit sampai berhasil seperti sekarang ini.
"Adit tapi cara balas dendam ini salah. kalau memang kamu memiliki kekuatan untuk membunuh mereka semua. seharusnya kamu gunakan kekuatanku itu untuk menjebloskan mereka ke dalam penjara dengan mencari bukti-bukti yang kuat." aku memberikan nasehat kepada adik dan berharap dia mau menghentikan aksinya.
"kamu pikir semudah itu? Kamu pikir aku tidak melakukan itu? aku sudah melakukan semuanya, tapi aku rasa cara itu belum bisa memuaskan dahaga dendamku."
__ADS_1
Agus menjerit kesakitan ketika sebilah pisau menyayat kulit kakinya. Aku bergidik dan memejamkan mata tak sanggup menyaksikan kekejaman Adit.
Leon kamu dimana, aku harap kamu secepatnya kemari agar aku dan Agus bisa terbebaskan.
"dengar malam ini kita akan mengadakan pesta. kamu saksikan pesta yang begitu megah dan begitu menyenangkan pada malam hari ini. Aku berharap temanmu ini bisa bertahan sampai besok pagi sebelum ajal menjemputnya."
Adik kembali menggesekkan pisau tajam itu ke tangan Agus dan membuat Agus mengerang kesakitan. Aku tidak tega lagi, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. tanganku terikat dan begitu juga dengan kakiku.
__ADS_1
Adit kini berjalan ke arahku dan Dia mengeluarkan pisau itu. Adit mengarahkan pisau itu ke arah leherku. aku berhasil dibuat panik olehnya. keringat sebesar-besar biji jagung keluar dari dahiku. bibirku keluh dan lidahku kaku. aku benar-benar seperti patung yang tak bisa bergerak sedikit pun. bibirku yang menganga tidak bisa Aku tutup rapat sangking aku tidak bisa membayangkan apa yang akan Adit lakukan kepadaku.
Adit mulai menekan ujung pisau ke kulit leher. kini aku merasakan sebuah cairan mengalir dan sudah kupastikan itu adalah darah segar akibat sayatan pisau.