Arisan ( Siapa Nama Berikutnya? )

Arisan ( Siapa Nama Berikutnya? )
Part 30 - Rumah kosong


__ADS_3

aku berusaha ikut mencari keberadaan Agus. aku naik taksi online menuju tempat yang sudah di informasikan oleh Leon kepadaku.


Leon sudah mengirimkan lokasi tempat dia berada. aku menghubungi beberapa teman lainnya untuk membantu mencari Agus.


aku terus memperhatikan jalanan selama berada di dalam mobil taksi online. Aku berharap bisa menemukan jejak keberadaan Agus.


saat aku melihat ke arah yang berlawanan dengan arah mobil taksi yang aku tumpangi. terlihat seseorang yang wajahnya mirip dengan orang yang sedang kami cari. ya, itu Agus. tidak mungkin aku salah lihat. aku tidak mungkin tidak mengenali wajah temanku sendiri. namun, kenapa dia di bawa oleh motor dan tampak seperti orang yang sedang tidak sadarkan diri.


"pak, ikuti motor yang dari arah sana. cepat ya pak. saya tidak mau kehilangan jejaknya."


aku segera mengarahkan supir taksi untuk pergi mengikuti motor yang membawa Agus. itu pasti Agus. aku ingin menghubungi Leon, tapi belum tahu kemana motor itu membawa Agus. jadi aku urungkan niatku. aku masukkan kembali ponsel ke dalam tas selempang yang aku bawa.


aku terus melihat dengan seksama kemana arah yang mereka bertiga lalui. aku tidak mau sampai kehilangan jejak mereka berdua.

__ADS_1


****************


Aku sampai di sebuah ruko-ruko dan mereka bertiga masuk ke dalam sebuah gang kecil. dengan cepat aku turun dari dalam taksi online dan mencegat tukang ojek yang melintas di depanku.


aku segera memerintahkan tukang ojek itu untuk mengikuti mereka. untungnya saja aku menggunakan masker saat ini. sehingga mereka mungkin tidak akan mengenaliku.


"agak lebih cepat lagi Pak. aku tidak mau kehilangan jejak mereka."perintahku kepada tukang ojek itu.


pantas saja mereka menggunakan motor karena mereka melintasi ganggang kecil di belakang ruko ini. Aku berusaha menghubungi Leon tetapi dia tidak menjawab panggilan teleponku.


ku hentikan melakukan panggilan telepon dan aku mengirimkan sebuah pesan dan titik lokasiku saat ini berada. aku tidak mungkin bertindak sendirian sedangkan mereka berdua adalah laki-laki.


aku lihat dari kejauhan mereka berhenti di sebuah rumah kosong. aku terkejut ketika agus di turunkan dengan cara diseret masuk ke dalam rumah kosong itu.

__ADS_1


sudah jelas ini adalah pemukiman yang tidak ada penghuninya. Aku mau minta tukang ojek itu berhenti dan aku langsung membayarnya.


"hati-hati neng. memangnya dia itu siapa?"tukang ojek itu tampak seperti mencari informasi dariku.


"itu teman saya pakde dalam bahaya saya mau menolongnya."setelah menjawab pertanyaan tukang ojek itu aku langsung berlari tunggang langgeng agar tetap berada dekat mereka.


bagaimana ini aku benar-benar takut sebenarnya, tapi aku harus tahu bagaimana kondisi Agus dan memastikan betul Apa benar adit yang melakukan semua ini kepada kami.


Jika benar pria itu yang telah melakukan hal keji dan tidak berprikemanusiaan ini. Aku sungguh kecewa kepada adit.


aku memperhatikan dari kejauhan mereka membawa tubuh Agus yang masih tidak berdaya dan tidak sadarkan diri masuk ke dalam sebuah kamar aku mengumpat di balik tumpukan kardus-kardus dan kayu-kayu yang menjulang tinggi ke atas. Aku berusaha sebaik mungkin untuk berhati-hati dan menjaga diriku sendiri sebelum bala bantuan datang.


"kita tunggu Bos datang. Aku yakin dia akan memerintahkan kita untuk menyiksanya habis-habisan. aku dengar pria ini yang telah menodai saudaranya dan membuat saudaranya itu mengalami gangguan jiwa lalu bunuh diri."

__ADS_1


terdengar samar-samar perbincangan mereka tentang saudara Adit.


__ADS_2