ARTI SAHABAT Sebenarnya...

ARTI SAHABAT Sebenarnya...
bab 01


__ADS_3

Di salah satu universitas ternama di kota S...


Banyak mahasiswa yang berbondong-bondong memasuki universitas tersebut.


Entah itu mahasiswa lama ataupun baru, laki-laki maupun perempuan, ada yang memang sedari awal sudah berkuliah di sana, ada pula yang pindahan dari luar kota. dan ada pula yang hanya pindah universitas saja namun di kota yang sama.


Sebagian besar dari mereka menuju tempat dimana pengumuman berada. Yaitu mading.


Yang bertujuan untuk mengetahui sebuah pengumuman dimana dan kapan jadwal kelas mereka.


"Misi... Misi... Misi sebentar ya..." Ucap salah satu perempuan yang juga ada di sana seraya menggeser orang-orang yang menghalangi jalannya, dengan cara menggeser tubuhnya sedikit demi sedikit berjalan ke depan.


Dan setelah sampai di depan sebuah papan pengumuman, yang disebut mading itu, ia langsung menunjuk-nunjuk mading tersebut dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas.


"Ini dia tempat gue..." Ucapnya setelah menemukan apa yang ia cari. Dan segera meninggalkan tempat tersebut.


Sedang dari kejauhan... Terdapat satu... Ah tidak, dua Orang perempuan yang baru saja melewati gerbang masuk kampus, dengan sesekali berlari-lari kecil. Dan ternyata juga akan menuju ke tempat dimana papan pengumuman itu berada.


Salah satu perempuan itu langsung melakukan seperti apa yang dilakukan perempuan sebelumnya. Yaitu berdesak-desakan demi mencapai mading terlebih dahulu.


"Mana ya...." Ucapnya setelah sampai di depan papan pengumuman tersebut.


"Nah ini dia..." Ucapnya lagi. setelah di rasa sudah menemukan apa yang ia cari. Ia pun bergegas langsung pergi, dengan senyum yang terus menghiasi bibirnya.


Namun tanpa sepengetahuannya... Tulisan yang ia tunjuk, dan ia kira benar. Sebenarnya telah ditunjuk oleh orang lain sebelum dirinya.


Sedangkan perempuan yang satunya lagi malah terdiam di posisi paling belakang.


"Haaaaa... Selalu saja. Berdesak-desakan, nggak banget ah! Mending duduk dulu di sana, tunggu agak lenggang saja nanti lah." Perempuan itu berucap dengan tenangnya.


Setelah beberapa saat menunggu, dan tempat dimana mading berada sudah agak sepi, dan hanya tinggal beberapa orang saja. Perempuan tadi pun segera beranjak dari duduknya dan menuju tempat mading tersebut.


Sama seperti yang lainnya... Perempuan itu juga menunjuk-nunjuk mading tersebut.


"Syafina... Syafina... Syafina aurelia! Ini dia, ketemu!" Serunya lirih dan nampak sangat senang karena juga sudah menemukan apa yang ia cari. Dan langsung segera pergi menuju ke tempat yang akan dia cari berikutnya.


Dari kejauhan nampak sepasang mata mengikuti pergerakan perempuan itu seraya tersenyum.


Sesampainya di tempat yang perempuan itu cari, ia mendengar sedikit keributan dari arah dalam kelas.


"Tapi ini tempat saya..." Ucap perempuan yang sedang duduk.


"Waaah... Ngaco' lo! Lo siswa pindahan ya...?" Ucap perempuan yang berdiri di dekat perempuan yang sedang duduk.


"Iya, emangnyag kenapa.?"


"Pantes aja! Apa lo kagak tau nama lo sendiri? Sehingga lo ngambil nama dan tempat duduk gue seenaknya... Ini tempat duduk gue tau nggak?!"


"Nggak, ini tempat duduk saya... Saya sudah mengeceknya tadi"


"Gue juga udah ngecek ya... Dan ini tempat gue...!"

__ADS_1


"Maaf permisi... Yang benar ini adalah tempat duduk saya..." tiba-tiba ada suara perempuan dari arah belakang dan samping mereka, yang mengatakan jika itu adalah tempatnya.


"What's!!!"


"Apa!!!"


Ucap kedua perempuan yang sedari tadi berdebat tentang tempat duduk.


"Iya... Ini tempat duduk saya...." Ucapnya lagi dengan lembut dan tersenyum.


"Ya gak mungkin lah...! Ini tuh, tempat duduk gue yang direbut sama dia dengan tak tau dirinya...! Ngadi-ngadi lo!!! Dateng-dateng langsung bilang kalo ini tempat lo! Cari tempat duduk lain sana...!" Ucap perempuan yang sedang berdiri seraya mengusir perempuan yang baru datang itu.


"Eh... Jangan asal bicara ya! Ini tuh tempat saya... Buktinya saya duduk lebih dulu di sini..." Ucap perempuan yang sedang duduk, dan tidak terima jika dirinya dikatakan merebut tempat perempuan yang sedang berdiri itu.


"Itu karena gue tadi ke toilet dulu..." Sanggah perempuan yang berdiri itu.


"Tapi, Ini benar tempat duduk saya... Perkenalkan, nama saya syafina aurelia..." Ucap perempuan yang baru datang itu lagi. Seraya memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangan.


"Siapa?!" Tanya perempuan yang berdiri sejak tadi. Dan tidak merespon uluran tangan tersebut.


"siapa? Maksudnya nama saya?" Tanya perempuan yang baru datang.


"Ck, iya.... nama lo...!" Ucap perempuan yang sedang berdiri dengan sambil memutar bola matanya.


"Syafina aurelia..." Ucap perempuan yang baru datang seraya menyebutkan namanya lagi.


"syafina aurelia? Dan lo! Siapa nama lo?!" Ulang perempuan yang sedang berdiri, dan bertanya pada perempuan yang sedang duduk mempertahankan posisinya.


"Syafina aurelia? Syafila aurora? Dan.... Syafira ardhen?" Ucap perempuan yang sedang berdiri pada dirinya sendiri, seraya menunjuk-nunjuk kedua perempuan lainnya dan setelahnya dirinya.


"Pasti ada kesalahan!" Ucapnya lagi seraya berjalan keluar.


"Hey!!! Mau kemana?" Tanya perempuan yang sedang duduk. Dan kemudian berdiri lalu berjalan mengikuti langkah perempuan yang sedari tadi berdebat dengannya.


Mengikuti... karena ia juga merasa ada yang salah dengan pengumuman yang ia baca di papan pengumuman tadi.


Sedang perempuan yang datang terakhir juga mengikuti keduanya dari belakang dengan tenang.


Sesampainya di area mading...


"What's!!!"


"Apa!!!"


"Astagaaa...."


"Astaghfirullah...."


Ucap kedua perempuan yang berjalan dengan buru-buru tadi.


Sedang perempuan yang mengikuti mereka hanya tersenyum melihat keduanya.

__ADS_1


"Bagaimana!!!? Jadi siapa yang salah disini...?!" Ucapnya masih dengan senyumnya.


"Ini...."


"Astaga...."


Ucap keduanya bersamaan.


"Hahahaha..." Dan tiba-tiba keduanya tertawa bersama, mengingat kebodohan mereka akibat buru-buru tak jelas.


Sedang perempuan yang mengikuti mereka juga ikut terkekeh karena melihat mereka tertawa.


*****


Di sebuah taman yang tersedia di universitas tersebut...


"Emmm... Maaf... Gue udah marah-marah gak jelas pada lo tadi..." Ucap perempuan pertama Seraya mengulurkan tangannya.


Setelah beberapa saat lalu hanya terdiam bersama.


"Iya... Gak papa kok... Itu juga salah saya..." Ucap perempuan kedua dan menerima uluran tangannya. Dan sama-sama tersenyum.


"Saya juga minta maaf sama kamu, karena saya sudah duduk di tempat kamu..." Ucap perempuan kedua pada perempuan ketiga seraya mengulurkan tangannya.


"Gue juga minta maaf! Karena gue udah berani mau ngerebut tempat lo yang ternyata bukan hak milik gue..." Ucap perempuan pertama yang juga mengulurkan tangannya pada perempuan ketiga.


"Iya... Gak papa kok... Itukan tanpa disengaja... Dan itu di sebabkan karena kalian terburu-buru. Sebenarnya... buru-buru itu tidak baik, karena itu adalah sifatnya setan." Ucap perempuan ketiga seraya menerima uluran tangan keduanya.


"Eh, maaf maaf... Saya tidak bermaksud untuk menyamakaan___" Ucapnya lagi, setelah sadar apa yang ia ucapkan takut menyinggung keduanya. Tapi belum sempat ia teruskan ucapannya, sudah terlebih dahulu terpotong.


"Udah gak papa kok..." Ucap keduanya. Lalu terkekeh bersama.


"Kami memang salah karena buru-buru tanpa sebab. Padahal saya sudah tau jika hari ini tidak akan ada kelas. Memang benar, buru-buru itu sifatnya setan. Huuuuf...." Ucap perempuan kedua.


"Iya bener! Gue juga tau akan hal itu, tapiii.... Huuuuf..." Ucap perempuan pertama.


"Sudah sudah... Sekarang, kita lupakan yang telah berlalu... Dan kita buka lembaran yang baru. Setuju!!!." Ucap perempuan ketiga. Yang di setujui keduanya.


"Ah iya, karena kita tadi tidak berkenalan dengan benar, jadi kita akan berkenalan lagi... Nama saya, syafina aurelia. Biasa dipanggil syafina. Tapi terserah kalian mau memanggil saya apa..." ucap perempuan ketiga lagi seraya mengulurkan tangan pada keduanya.


"Syafila aurora.... Biasa dipanggil syafila. Dan terserah kalian juga enaknya manggil apa... Asal jangan setan atau nama hewan aja. Hehehe..." Ucap perempuan kedua seraya menerima uluran tangan dari syafina dan sedikit bercanda.


"Dan gue, syafira ardhen... Biasa dipanggil syafira. Terserah kalian juga mau manggil gue apa... Asal juga jangan setan atau pun hewan, benar kata syafila. Dan juga jangan manggil nama belakang gue, karena itu nama keluarga gue. Lebih tepatnya marga gue." Ucap perempuan pertama yang juga menerima uluran tangan syafina, lalu beralih mengulurkan tangannya tanda syafila.


"baiklah, mulai sekarang kita adalah teman. Tapi jangan sampai tertukar lagi ya... Hahahaha...." Ucapnya lagi "syafira" seraya tertawa, dan di ikuti oleh keduanya. Syafina dan syafila.


SYAFIRA ARDHEN, sedikit cerewet, berkepribadian keras di luar, namun lembut didalam.


SYAFINA AURELIA, sedikit pendiam, berkepribadian lembut, luar maupun dalam.


SYAFILA AURORA, tidak bisa disebut cerewet, tidak bisa juga disebut pendiam. Tapi kalau di bilang tergantung sikon... bisa jadi. Memiliki kepribadian syafina dan shafira, dan... tergantung sikon juga. Netral.

__ADS_1


*****


__ADS_2