
Sore hari...
ketiga anak cucu adam yang bernama perempuan, yang mulai hari ini berkomitmen akan menjalin hubungan yang dinamakan sahabat, mereka satu persatu mulai beranjak saat dosen didepan mengakhiri kegiatan belajar mengajar nya... Pertanda pelajaran terakhir telah usai.
Di mata pelajaran terakhir mereka... Mereka baru keluar dari kelas saat hari sudah mulai menjelang sore. Karena kebetulan hari ini ada tiga macam mata pelajaran kuliah.
"Baiklah Bestie bestie ku... Sampai jumpa lagi esok hari. Karena sepertinya aku sudah di jemput dan rumah gue... Eh maksudnya rumah ku mungkin yang paling jauh dari tempat tinggal kalian berdua, jadi aku yang akan lebih dulu berpamitan. Oke bestie bestie ku... Bye..." Ucap syafira mengungkapkan keinginannya pertama kali saat sudah berada di parkiran kampus.
Ya... Mulai hari ini, selain ketiganya berkomitmen untuk mengikat mereka dalam suatu hubungan yang dinamakan sahabat, ketiganya juga berkomitmen agar mengubah panggilan ketiganya dari (saya dan lo) menjadi (aku).
"Assalamu'alaikum sya..." Ucap syafila dan syafina bersamaan, untuk sedikit mengoreksi ucapan perpisahan syafira sore ini kepada mereka.
"Oh iya, lupa assalam____" Ucap syafira lagi, namun terpotong oleh suara lain.
"Assalamu'alaikum ukhti-ukhti... Boleh saya bertanya?" Ucap orang yang telah memotong ucapan syafira.
"Wa'alaikumussalaam... Silahkan akhi." Ucap syafina.
"Wa'alaikumussalaam... Silahkan kak..." Ucap syafila.
"Wa'alaikumussalaam... Silahkan tam... Eh akh... Eh kak..." Ucap syafira.
Ketiganya berucap hampir bersamaan.
Dan yang paling kikuk disini adalah syafira.
Syafira yang biasanya acuh terhadap lawan jenisnya, entah mengapa kali ini terasa berbeda bagi syafira.
Ya, yang memotong kalimat syafira dan menyapa mereka bertiga adalah seorang laki-laki. Dan jika dilihat-lihat, laki-laki itu sepertinya seumuran dengan ketiganya.
Laki-laki itu tersenyum mendengar ucapan ketiganya seraya berucap...
"Terima kasih sebelumnya... perkenalkan nama saya faisal. Saya mahasiswa baru disini... Ah tidak, lebih tepatnya mahasiswa pindahan dari universitas di kota Y. Dan saya... Saya ingin bertanya soal perpustakaan, apa ada salah satu dari ukhti-ukhti ini yang tau di mana letaknya...?" Ucap laki-laki itu yang katanya bernama faisal.
Syafila dan syafina saling tatap, pasalnya mereka berdua pun juga mahasiswa pindahan, jadi otomatis mereka berdua juga tidak tau letak pastinya perpustakaan tersebut.
Lalu keduanya menatap syafira yang saat ini tengah menatap laki-laki itu tanpa berkedip dengan bibir yang sedikit terbuka.
"Sya, syaaa.... Iish syaaa...." Ucap syafila seraya menyenggol lengan syafira.
"Apaan sih sya...? Ganggu aja deh...! Ada apa?" Ucap syafira yang merasa terganggu akan senggolan dari syafila.
"Ituuu... Dia nanya soal perpus, apa kamu tau di mana letaknya?!" Ucap syafila.
"Ya tau lah... Kan gu... Eh maksudnya, kan aku kuliah di sini udah lama. Jadi aku pasti tau setiap sudut yang ada di universitas ini..." Ucapnya dengan gaya sombongnya.
"Sombong nih ceritanya..." Ejek syafila.
Sedang syafina hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan kedua sahabat barunya itu.
"Eh sya... Ini namanya bukan sombong, tapi kenyataan. Wleee....." Sanggah syafira.
__ADS_1
"Iih... Malah ngeledek!" Ucap syafila.
"Sudah sudah, kalian ini! Baru juga satu hari sahabatan, udah sering debat. Gimana nanti kedepannya coba...!" Ucap syafina menengahi keduanya.
"Iya iya maaf..... Sya, maaf ya..." Ucap syafila terlebih dahulu seraya mengulurkan tangannya pada syafira.
"Gu... Eh, maksudnya... Aku juga minta maaf ya sya... Niat ku cuma ingin bercanda kok, gak ada niat lainnya... Maaf juga ya..." Ucap syafira seraya menerima uluran tangan dari syafila.
"Iya... Aku ngerti kok sya... Aku juga bercanda kok tadi. Dan iya, mungkin akan sedikit sulit untuk menyatukan kepribadian dan perbedaan kita bertiga, tapi kita harus bisa menghadapinya bersama-sama, tanpa harus kenal lelah dan putus asa... Janji ya, jangan ada yang menyerah dengan persahabatan ini... Kita wajib mengingatkan jika salah satu dari kita ada yang salah. Dan yang salah harus mau di ingatkan dan di nasehati... Jangan malah maunya menang sendiri... Janji ya bestie..." Ucap syafila panjang plus lebar.
"Tentu saja! In syaa allah..." Ucap syafira dan syafina berbarengan.
"Astaga! Lupa! Maaf ya... Bukannya mau ngacangin... Sudahlah, ayo saya antar! Emmm..." Ucap syafira seraya kembali menoleh ke arah faisal, namun lupa akan namanya
"Tidak masalah, saya ngerti kok...! Dan iya, nama saya adalah faisal. faisal." Ucap faisal dan kembali memperkenalkan diri, karena mengerti dengan perkataan syafira yang terpotong.
"Ah iya faisal, ayo saya antar." Ucap syafira yang dengan reflek akan menggandeng tangan laki-laki itu. Namun tertahan karena ada sebuah tangan yang mencekal pergelangan tangannya.
"Eeh... Mau kemana? Tidak usah di antar, kasih tau jalannya saja! Akhi ini pasti akan tau hanya dengan kamu memberi tau jalannya lewat lisan. Benar kan akhi...?" Ucap syafina sambil bertanya pada faisal, namun tetap menjaga pandangannya.
Tanpa ketiganya sadari... Sejak awal faisal menyapa mereka, tatapannya terus tertuju pada salah satu dari ketiganya. Walau tidak secara langsung dan terang-terangan.
"I.. i.. iya benar kata ukhti ini." Ucap faisal seraya tersenyum canggung.
"Iyakah??? Baiklah kalau begitu." Ucap syafira seraya memberitahu arah mana saja yang harus di lalui faisal.
"Gimana? Apa sudah mengerti?!!" Ucap syafira seraya tersenyum sambil memandang faisal lekat.
Syafira yang mengerti akan ucapan faisal yang terputus segera akan menyambungnya.
"Nama saya syaf..... Hmmm... Hm hm....." Ucapan syafira juga terhenti, namun bukan karena keinginan nya sendiri. Melainkan karena ada tangan seseorang yang tiba-tiba membekap mulutnya.
Dan pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah syafina lagi.
"Keperluan akhi sudah selesai bukan!? Kalo iya, kami permisi." Ucap syafina sambil terus membekap mulut syafira.
Setelah mendapat respon dari faisal, yaitu berupa anggukan. Syafina pun segera berjalan menjauh sambil terus membekap mulut syafira dan memberi kode pada syafila agar mengikutinya.
Di taman kampus...
"Lo apa-apaan sih sya! Main ngebekap mulut orang gak bilang-bilang dulu..." Ucap syafira tak suka dengan apa yang diperbuat syafina barusan kepadanya.
"Eh ngomong nya..." Tegur syafina dan syafila berbarengan.
"Iye... Sorry, kelepasan!" Ucap syafira masih dengan nada ketus karena masih merasa jengkel pada salah satu sahabat barunya itu.
"Iya iya... Aku minta maaf, aku memang salah karena tidak memberitahu mu terlebih dahulu untuk membekap mu. Tapi... Apa kamu akan mengizinkan ku, jika aku memberi tau mu terlebih dahulu...?" Ucap syafina.
"Ya... Ya nggak lah! Ngaco'. Itu gila namanya." Ucap syafira.
"Naah... Itu tau!" Seru keduanya. Syafila dan syafina.
__ADS_1
"Apaan sih! Kompak banget perasaan." Ucap syafira berubah cemberut.
"Iya dong... Kita kan best frieeend... Iyakan sya...??!!!" Ucap syafila seraya merangkul bahu syafina.
"Tentu saja bestie..." Ucap syafina dan membalas rangkulan syafila.
"Kalian ini! Gue... Maksud ku, aku juga bagian dari B.F.F D.A ya...! Jangan lupa itu!" Ucap syafira yang kali ini berubah bersungut.
"B.F.F D.A???" Ucap syafila dan syafina bersamaan.
"Astaga... Gitu aja masa gak tau sih! B.F.F D.A itu... Best Friend Forever Dunia Akhirat. Gitu aja gak tau." Ucap syafira.
"Ah, iya... Bagus bagus! Best friend forever dunia akhirat, B.F.F D.A... Bener bener bener. B.F.F D.A... Boleh juga!!" Ucap syafila.
"Apanya yang boleh juga?!! Orang itu memang singkatan nya kok, aneh kamu sya..." Koreksi syafira seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Iyakah??? Iya ya?! Astagaaa... Kenapa aku jadi lemot gini...!" Ucap syafila seraya menepuk jidatnya sendiri.
Syafira dan syafina sama-sama menggelengkan kepalanya.
"Soo... Apa kalian cuma mau pelukan berdua aja nih?!!! Jahat!!!" Ucap syafira lagi setelah beberapa saat terdiam, dan berpura-pura ngambek.
Syafila dan syafina saling tatap mendengar ucapan syafira, lalu beralih menatap pada syafira.
Dan keduanya pun langsung menarik syafira dalam pelukan keduanya. Kemudian tertawa bersama.
Di sela-sela tawa mereka, ketiganya berucap...
"Hahahaha... Best friend foreveeer..." Ucap syafila pertama kali.
"Best friend forever dunia akhiraaat..... Hahahaha..." Ucap ketiganya berbarengan.
Beberapa saat kemudian...
"Oh iya sya... Tadi kamu kenapa kok tiba-tiba ngebekap mulut syafira?" Tanya syafila saat tawa mereka bertiga sudah benar-benar berhenti.
"Bener tuh kata syafila... Apa alasan kamu ngebekap mulut ku... Ayo jelasin sekarang." Sambung syafira membenarkan ucapan syafila.
Syafina yang ditanya tidak langsung menjawabnya. Tapi syafina malah melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya terlebih dahulu.
"Oke! Masih ada waktu. Aku akan menjelaskan nya, tapi tidak boleh ada yang marah atau pun merasa digurui. Terutama kamu sya..." Ucapnya. Dan di akhir kalimat nya syafina menatap syafira.
"Aku???" Tanya syafila dan syafira berbarengan seraya menunjuk ke arah diri masing-masing.
"Eh...?! Bukan kamu sya... Tapi kamu sya! Eh, terserahlah!!! Pusing aku...!" Ucap syafina yang bingung sendiri akan ucapannya sendiri.
"Kok terserah sih! Yang jelas dong sya, kalo mau ngejelasin tuh..." Ucap syafira.
"Iya, betul!" Sambung syafila.
"Huuuuf... Baiklah, jadi gini ya sya... Kalian___"
__ADS_1
"Isyaaa!!!"