
"isyaaa!!!" Panggil seseorang dari kejauhan dengan suara nge-bass nya, membuat ucapan syafina jadi terhenti. dan panggilan itu juga mengalihkan atensi ketiganya yang semula memperhatikan ucapan syafina beralih untuk menatap seseorang yang bersuara bass itu.
Saat ketiganya menoleh ke arah pemilik suara bass itu, ternyata ada dua orang.
Tanpa ada yang menyadari, salah satu dari yang memanggil ' isya ' itu, menatap salah satu dari ketiga sahabat itu dengan lekat dan intens.
Syafila dan syafina menatap orang itu dengan alis yang sama-sama mengernyit namun beda pemikiran.
' perasaan aku tidak kenal dengan mereka, Kenapa mereka bisa tau nama panggilan ku? Tapi tunggu dulu! kenapa aku merasa... kalau aku pernah melihat salah satunya!? Tapi di mana ya...??? ' batin syafila.
' perasaan aku tidak mengenal mereka deh. Tapi bagaimana bisa mereka bisa tau nama panggilan ku ya...??? ' batin syafina.
Keduanya merasa kebingungan lalu saling tatap, dan kemudian mengalihkan pandangannya pada syafira.
' apa syafira yang mereka panggil isya??? ' keduanya berucap dalam hati mereka masing-masing, dengan kata yang sama tanpa di rencanakan.
Dan benar saja...! syafira... dia justru sumringah saat menatap orang yang menurutnya memanggilnya.
"Kak vano! kak dika! Kalian disini...!!!?" Ucapnya.
Syafira pun lekas berdiri dan akan menghampiri keduanya seraya merentangkan kedua tangannya, yang sepertinya berniat akan memeluk orang itu. Namun tidak jadi, di karenakan kedua tangannya tiba-tiba dicekal kedua sahabatnya di kanan kirinya.
"Iish... Apaan sih kalian! Dia itu kakak-kakak aku... Jadi lepas." Ucap syafira.
"Ooh... Kakaaak..." Ucap keduanya dan akan melepas cekalannya. Namun keduanya tiba-tiba kembali mencekal nya, saat tiba-tiba muncul satu pemikiran.
Syafira yang dengan perdebatannya dengan syafila dan syafina. Sementara dua orang yang bersuara bass itu terus melangkah mendekati ketiga nya.
"Kenapa lagi...?!!!" Ucap syafira lagi karena tangannya kembali di cekal.
"Kakak dari mana???" Tanya keduanya bersamaan.
"Kakak dari mana!? Mereka itu teman-teman kakakku... Berarti otomatis mereka jadi kakak-kakak aku juga kan...! Sekarang ayo lepas!" Ucap syafira.
"Gak boleh!!!" Seru keduanya.
"Kok gak boleh sih??? Udah biasa juga...!" Ucap syafira.
"Pokoknya gak boleh! Ingat, gak boleh pegangan tangan apalagi sampai pelukan. Nanti aku... Ah tidak, kita berdua akan jelaskan in syaa allah besok. Sekalian yang tadi. Udah semakin sore, aku pulang duluan ya. assalamu'alaikum..." Ucap syafina dengan terburu-buru saat melihat kedua orang yang bersuara bass itu semakin mendekati mereka.
"Sekalian wanita bercadar itu juga ya sya... Ceritain juga besok. Kalo gitu, aku juga balik. Kan udah ada yang gantiin nemenin kamu, jadi aku balik duluan. Bye syaa... Sampai ketemu besok. Assalamu'alaikum..." Ucap syafila dengan sambil memeluk syafira dan segera menyusul syafina.
"Syaaa... Tunggu aku...!!!" Ucap syafila memanggil syafina yang telah pergi terlebih dahulu.
__ADS_1
Saat syafila hampir berpapasan dengan kedua orang yang memiliki suara bass itu, syafira rasanya ingin cepat-cepat melewatinya...
Dan saat sudah saling melewati satu sama lain, tiba-tiba terdengar suara bass dari arah belakang syafila.
"Ante isya!!!"
Syafila pun berhenti melangkah, lalu menoleh ke arah belakangnya. Namun ia tak mendapati satu orang pun di belakangnya, baik yang memanggil maupun yang akan berbicara dengannya. syafila hanya mendapati dua orang pria tadi yang tengah memunggunginya dengan punggung tegapnya.
"Mungkin aku salah dengar. Mungkin juga karena aku terlalu merindukan kedua keponakanku kali ya... Mangkanya seperti mendengar orang tengah memanggilku ante isya. Aah... Jadi kangen kedua ponakan ku yang memanggilku ante isya..." Ucap syafila pada diri sendiri, dan kemudian semakin mempercepat langkahnya.
Sedangkan di tempat tadi, syafira hanya terpelongo melihat kedua sahabatnya yang telah pergi terlebih dahulu meninggalkannya sebelum mendapat persetujuan dari nya.
"Apa ini yang namanya sahabat??? Emang ada ya, sahabat yang meninggalkan sahabatnya yang lain sendirian???" Syafira menggerutu sendiri.
"Kenapa sya... Kok ngomong sendiri?!! Hem?!!!" ucap salah satu yang bersuara bass itu saat sudah sampai di dekat syafira seraya mengusap surai lembut syafira yang di ikat ekor kuda dengan penuh kasih sayang.
"Itu... Teman isya... Masa' iya, isya ditinggal sendirian disini..." Gerutu syafira lagi seraya mengadu.
"Sudah... biarin aja. Kan ada kita!" Ucap orang yang mengelus rambut syafira.
"Isya, isya, isya... Kenapa ada banyak isya di sini... Haaaaah.....!!" Ucap orang yang bersuara bass satunya lagi seraya menghembuskan nafas kasar.
"Apaan sih kak vano ini, datang-datang kayak orang stress gitu! Emang dimana ada orang yang bernama isya lagi disini, kecuali aku... isya kalian! Dasar aneh!" Ucap syafira mengejek orang yang bernama vano itu.
"Isya? Siapa? Yang mana?!!" Tanya syafira beruntun.
"Itu yang tadi berbicara dengan kamu... Dan pergi dari sini belakangan!" Ucap vano lagi.
"Yang berbicara denganku? Dan yang pergi belakangan...? Ooh... Dia itu bukan isyaa... Tapi sya___" syafira menghentikan ucapannya saat teringat sesuatu.
' isya?? Syafira. Syafila, syafina, sya... Isya... ' fikir syafira.
"What's!!! Yang benar saja! Kenapa gue baru nyadar sekarang. Gue harus tanya ke mereka berdua nih. Harus pokoknya, harus!" Lanjut syafira yang tiba-tiba berseru dengan sedikit nyaring.
"Apaan sih kamu sya?!! Lagian itu omongan di jaga... Gue gue! Kedengaran keluarga, terutama kakak kamu si sam, abis lo...!" Ucap vano karena kaget dengan seruan syafira yang tiba-tiba. Dan keceplosan di akhir kalimatnya.
Sedang pria yang satunya lagi hanya tetap terdiam memperhatikan syafira, walau sebenarnya juga sedikit kaget dengan seruan syafira yang tiba-tiba.
"Aih! Lupa kalo masih ada orang selain aku... Hehe..." Ucap syafira cengengesan.
"Iish dasar!!" Ucap vano seraya menyentil dahi syafira pelan.
"Iih... Kak vano...! Sakit tau...!" Gerutu syafira seraya mengusap-usap bekas sentilan vano di dahinya.
__ADS_1
"Kumat deh lebay nya..." Ucap vano.
"Vano! Lo apa-apaan sih!" Ucap pria yang tadi mengelus rambut syafira seraya menepis tangan vano.
"Cieee... Dika gak terima..." Ucap vano meledek pria yang datang bersamanya, yang ternyata bernama dika. Vano meledek dika, karena telah menepis tangannya demi syafira.
"Ck, apaan sih lo. Gak jelas! Kheem!" Ucap dika dengan muka yang sedikit memerah, dan berderham di akhir kalimatnya untuk menyingkirkan kegugupannya.
"Cie cieee... Dika muka___"
"Sudah sudah! Apaan sih kalian berdua. Kayak anak kecil tau nggak!!!" Ucap syafira memotong ucapan kak vano nya, untuk menengahi keduanya.
"Ck, elo sya... Eh, maksudnya... Kamu sya! Kamu gak asik orangnya... Kan jarang-jarang bisa nge-godain kulkas empat pintu syaa... Eh, isya??? Ngomong-ngomong soal isya... Jadi siapa dia sebenarnya kalau bukan isya namanya...?" Ucap vano yang kemudian teringat akan pertanyaan nya yang belum di jawab oleh syafira, akhirnya mengulang pertanyaan nya.
"Gak penting namanya siapa. Yang jelas namanya bukan isya." ucap syafira meyakinkan. ' mungkin ' lanjutnya dalam hati.
"Benarkah??? Apa iya cumi-cumi???" Ucap vano.
"Cumi-cumi???" Ucap syafira dan dika bersamaan.
"Iya cumi-cumi...! Cuma mirip, cuma mimpi... Hihihi." Ucap vano yang kemudian terkekeh.
"Ish! Apaan sih kak vano ini. Kata-kata kok di singkat-singkat." Ucap syafira merasa tidak percaya akan apa yang di ucapkan kak vano nya.
"Biasa syaa... Dia itu lagi ikut-ikutan cewek 3G_nya..." Ucap dika balas meledek vano.
"Dika... Gue peringatin, jangan mulai ya!" Ucap vano.
"Cewek 3G? Maksudnya???" Ucap syafira tidak memperdulikan vano lagi, karena lebih fokus akan ucapan kak dika nya.
"Lebih tepatnya vano yang dijuluki si cowok 3G sama tuh cewek. 3G... Ganteng Ganteng Galak plus Goblok!!! Hehehe. Dan kata-kata itu bikin vano uring-uringan beberapa hari. Apalagi saat keluar kamar, auto langsung suram tuh muka. Karena kejadiannya pas banget di depan pintu kamar kita-kita! Hehehe..." Ucap dika tetap menjelaskan, dan tidak memperdulikan akan peringatan dari vano.
"Bhuahahahaha.... Hebat, hebat banget tuh cewek, bisa buat kakak ku yang satu ini uring-uringan! Karena yang biasanya kak vano kan gak bisa diem. Hahahaha... Emang kejadiannya dimana kak...? Hahahaha... Aduh perutku..." Ucap syafira ikutan meledek saat sudah mendengar penjelasan dika.
"Pas masih di kota M." Terang dika lagi.
"Apaan sih lo dik, pake' ngungkit-ngungkit itu! Bikin gue bad mood aja. Dan lagi, kagak ada yang namanya goblok goblok gitu... Ngadi-ngadi aja lo! Dan kamu sya... Kak vano tuh yang pecicilan cuma di depan keluarga ya... Nggak sama orang luar...! Dan lo dika tersayang... Karena lo udah ngebongkar aib guee... Maka gue juga bakal___"
"Vano vano vano! Gue minta maaf oke... Gue keceplosan." dika segera menyela ucapan vano, sebelum vano menyelesaikan ucapannya.
Dan keduanya pun lupa akan prinsip mereka, jika sedang bersama keluarga terutama adik atau kakak perempuan, mereka tidak akan menggunakan kata (lo, gue) melainkan (aku, kamu)
"Keceplosan dari hongkong!!!"
__ADS_1