
"Memang kenapa kalau bukan makhrom?" Tanya syafira.
"Karena kita para wanita... Adalah makhluk yang sangat berharga dan paling dijaga oleh allah. Yang hanya para makhrom lah yang bisa memiliki dan menyentuh kita... Yakni keluarga dari ayah keatas, dan keluarga dari ibu keatas. Termasuk juga suami dan keluarga suami ke atas. Tapi kebanyakan dan keseringan, kitanya saja yang membuat diri kita sendiri murah. Bahkan lebih parahnya, terkesan murahan. Kita sebagai wanita bisa memilih kok. Jadi wanita yang mahal, karena memang kita berharga... Atau jadi wanita yang murah, yang tidak ada harganya..." Ucap syafina.
"Tapi kalau bisa... Jadilah wanita yang layaknya mutiara yang berada di kedalaman samudera... Berharga dan dikagumi karena keindahan dan keistimewaannya, namun tidak sembarang orang bisa menyentuhnya... Hanya yang paling beruntunglah yang bisa memilikinya." Ucapnya lagi.
"Tapi janganlah sekali-kali kita berfikir untuk menjadi layaknya bunga mawar di tepi jalan. Memang indah di pandang mata... Saking indahnya sampai-sampai semua orang bisa melihatnya, mengaguminya, dan bahkan bisa menyentuhnya dengan sesuka hati... Dan yang lebih parahnya lagi, siapapun bisa memetik dan memilikinya... Tapi setelah layu atau durinya menusuk tangan si pemetik, maka akan di buang dan di campakkan begitu saja." Ucap syafina lagi.
"Sejauh ini, apa sudah mengerti bestie...??" Lanjutnya dengan pertanyaan.
"Emmm... Sedikit banyaknya in syaa allah sudah." Ucap syafira.
"Pokok intinya adalah... Kita sebagai wanita wajib menjaga diri kita sendiri dari berbagai macam fitnah dunia... Karena kita para wanita adalah sumber dari segala fitnah. Segala yang ada pada diri kita adalah fitnah. Itu sebabnya allah memerintahkan kita para wanita, agar menutup aurat secara sempurna... Agar terlindung dari yang namanya fitnah dan zina. Tapi ingat dan jangan salah! Zina bukan hanya yang melakukan hubungan intim dengan lawan jenis yang tidak halal. Tapi zina banyak macamnya..." Ucap syafina.
"Contoh, jika kita bertemu dengan lawan jenis kita... Disarankan agar kita menundukkan pandangan kita. Karena dengan menatap lawan jenis, atau bahkan saling bertatapan itu bisa menimbulkan zina mata... Tapi iya, tidak hanya kita saja, tapi juga lawan jenis kita. jika kita benar sudah menundukkan pandangan, tapi belum bisa menundukkan pandangan lawan jenis kita... Maka besar kemungkinan, jika ada yang salah pada diri kita... Terutama di pakaian yang kita pakai. Mungkin... Bisa jadi pakaian kita sudah benar menutup aurat, bahkan sudah syar'i... Tapi pakaian yang kita pakai malah mencolok dan ditambah lagi dengan bertabarruj... Sama saja juga bo'ong. Karena bisa jadi masih bisa membuat lawan jenis kita terpana dan terpesona melihat kita..." Lanjut syafina.
"Apa itu tabarruj?" Tanya syafira.
"Tabarruj itu adalah... Wanita yang bersolek atau berhias diri jika keluar rumah untuk memperlihatkan kecantikannya pada lawan jenis yang bukan makhrom nya." Jawab syafina.
"Ooh... Baiklah lanjutkan." Ucap syafira. Dan syafina pun mengangguk.
"Tapi jika kita para wanita sudah menutup aurat, berpakaian syar'i yang tidak mencolok, juga tidak bertabarruj, dan tidak mengundang perhatian lawan jenis, maka itulah yang benar, dan in syaa allah cocok di hadapan allah. dan in syaa allah juga, pahala yang akan menyertai kita... Bukan lagi dosa...!" Ucap syafina melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti karena pertanyaan syafira.
"Dan Tapiiii... Ada tapinya lagi ya bestie... Kita menerapkan itu semua jangan karena manusia, melainkan karena allah semata... Mengerti ra..." Ucap syafina seraya bertanya pada syafira.
__ADS_1
Syafira menggeleng dan berucap...
"Maksudnya??"
"Maksudnya... Jika kita menerapkan itu semua hanya karena manusia, yaitu karena sebuah pujian..., Maka iya, yang kita dapat hanyalah pujian manusia itu sendiri, tapi tidak dengan pujian allah. Tapi jika kita menerapkannya karena allah, maka yang kita dapat adalah pujian dan juga pahala dari allah." Jelas syafina.
"Kalau misalkan masih tetap di puji sama manusia, itu gimana?" Tanya syafira lagi.
Jangan tanya tentang syafila, dia hanya sesekali mangguk-mangguk dan menggelengkan kepalanya. Karena dia hanya fokus untuk mendengarkan saja.
"Kalau soal itu, itu adalah urusan manusia itu sendiri. Jika kita sungguh berniat karena allah, maka hanya kita dan allah saja yang tau..." Ucap syafina.
"Kalau malah sebaliknya? Sudah tidak mendapat pujian, tapi malah cibiran dan bullying yang kita dapat. Itu gimana?" Tanya syafira lagi.
"Oh iya na! Kata kamu zina banyak macamnya... Emang apa saja? Yang aku tau zina itu hanyalah yang berhubungan intim dengan pasangan yang tidak halal. Ternyata malah banyak macamnya... Apa saja na?" Tanya syafira.
"Seperti kata ku tadi! Tundukkanlah pandangan mu pada lawan jenis, agar tidak menimbulkan zina. Yaitu zina mata. Kenapa?? Karena dari pandangan mata, bisa merambat ke fikiran, karena selalu dan terus memikirkannya. Memikirkan lawan jenis yang tidak halal bagi kita, maka jadilah zina fikiran. Dan merambat lagi ke berkeinginan mendengar suaranya. Maka jadilah zina telinga..., Dan begitu pula seterusnya... Dan puncaknya ada pada otak kita... Jika sudah terjadi zina zina kecil tersebut, maka timbullah keinginan keinginan di otak kita disertai bisikan-bisikan dari syetan yang bisa menjurus ke zina yang lebih besar." Jelas syafina.
"Maka dari itu allah telah berfirman di dalam al Qur'an, yang artinya... 'dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.' (QS. Al-isro', ayat 32). Allah sudah melarang kita untuk tidak mendekati zina bukan... Mendekati saja sudah dilarang, apalagi melakukannya. Sejauh ini apa sudah mengerti bestie ku...?!" Lanjutnya.
' sepertinya aku telah salah mengerti dulu-dulu nya. Pantas saja mbak aulia sering mengingatkan ku tentang pakaian ku... Tapi aku malah acuh saat dia akan memberi tahukan detailnya... Huuuuf... ' ucap syafila dalam hatinya.
' apa iya aku harus merubah penampilanku?! Tapi aku belum siap... ' ucap syafira dalam hatinya seraya meringis.
"Rara lala, kalian dengerin aku ngomong kan dari tadi...?!!!" Seru syafina karena tidak mendapat respon dari kedua sahabatnya.
__ADS_1
"In syaa allah ustadzah..." Seru syafira dan syafila setelah tersadar dari lamunannya, dan diselingi dengan canda.
"Iih... Kalian ini! Beneran ngerti nggak siih...?! Jangan sampai nanti malah masuk telinga kanan tembus telinga kiri. Kan gak lucu jadinya... Aku yang ngoceh disini sampai berbusa, malah gak masuk sedikitpun sama kalian, dan kalian juga malah gak ngerti sama sekali..." Ucap syafina seraya memajukan bibirnya beberapa senti.
"Hehehe, iya iya bestie... Maaf ya... In syaa allah sedikit banyaknya aku ngerti kok..." Ucap syafira.
"Syukurlah kalau begitu." Ucap syafina.
Sedang syafila hanya tersenyum seraya mengangguk.
' apa aku harus bertanya tentang pakaian wanita juga pada nana? Ya... Sepertinya memang iya, harus! ' fikir syafira.
"Emmm... Na!" Panggil syafira pada syafina.
"Iya ra? Ada apa...? Apa ada pertanyaan? Ada yang tidak kamu mengerti dari ucapan ku?" Tanya syafina.
"Ah tidak... Kalo yang tadi in syaa allah sedikit banyaknya aku mengerti kok. Ada yang mau aku tanyain soaal___"
'allahu akbar... allahu akbar....'
Ucapan syafira terpotong di sebabkan ada suara adzan pertanda sang pencipta 'allah' telah memanggil ummat nya agar berjumpa dan berseru hanya kepadanya.
"Lanjutin nanti pertanyaan nya ya ra... Jawab adzan dulu..." Ucap syafila dan di setujui kedua sahabatnya, terutama syafira.
'allahu akbar... Allahu Akbar... Laa ilaha illallah.....'
__ADS_1