ARTI SAHABAT Sebenarnya...

ARTI SAHABAT Sebenarnya...
bab 12


__ADS_3

Keesokan harinya...


Tepatnya jam dua siang.


"Assalamu'alaikum sya... Kamu gak kuliah hari ini?" Ucap syafila dengan ponsel di dekat bibirnya, karena ponselnya di lodspeaker agar seseorang di sampingnya juga bisa ikut mendengar.


("wa'alaikumussalaam sya... Kuliah kok... Ini aku udah di jalan menuju kampus.") Ucap orang di seberang telepon sana.


"Ooh... Ya udah kalo gitu... Aku cuma mau nanya itu aja. Kalo gitu, aku tutup dulu telfonnya ya... Hati-hati dija___" ucapan syafila terputus karena di sela oleh suara orang di seberang sana.


("Diem dulu...! Syafina juga dateng kan?") Tanya orang di seberang telepon sana, yang tidak lain adalah syafira.


"Datang kok! Memangnya kenapa sya..." Ucap syafila.


("Iish! In syaa allah sya... Katanya harus bilang in syaa allah dulu kalau mau mengatakan sesuatu yang kita tidak ketahui kedepannya akan seperti apa...! Aneh kamu. Sok nasehatin, tapi malah lupa sendiri.") Koreksi syafira dari seberang sana.


"Ya ampun... Syafira ardhen...! Buat apa ngucapin in syaa allah coba...?! Jika orangnya memang sudah datang, dan sekarang lagi di samping aku... Jadinya siapa yang aneh disini?!! Aku? Apa kamu??? Hihihi..." Ucap syafila seraya meledek syafira.


("Yee... Dasar! Ya mana gue... Eh, maksudnya... Ya mana aku tau kalau syafina ada di sana coba!? Lagian tuh si syafina kayak orang bisu aja, lagi sariawan kali ya tuh orang...?!") Ucap syafira.


"Apa sih sya... Ada apa...? Kangen ya sama aku...." Ucap syafina di selingi dengan gurauan.


("iih... aku? Kangen sama kamu? Diiih... Ogah!! Buang-buang waktu tau nggak!") Ucap syafira ikutan bercanda namun dengan nada serius.


("Oh iya, kalian memangnya ada di mana saat ini?") Ucapnya lagi.


"Kenapa nanya-nanya? Katanya gak kangen... Tapi kok nanyain? Iya gak sya...?!" Ucap syafila meledek syafira dan meminta persetujuan syafina.


Sedang syafina hanya terkekeh di buatnya.


("Astaga... Tinggal jawab aja apa susahnya coba...? Aku nanya karena di sana kayak yang sunyi sepi, seperti tidak ada kehidupan, seperti tak berpenghuni saja gitu...") Sungut syafira di seberang sana


"Yayayaya! Kita lagi di taman belakang kampus tuan putri ardhen... Hihihi..." Ucap syafila seraya terkekeh.


("Ooh... Di taman belakang kampus toh...!") Ucap syafira.


"Iya... Emang kamu udah nyampe' dimana sih sya?? Lama banget perasaan..." Ucap syafila.


("Aku udah nyampe'___") ucap syafira yang sepertinya memang sengaja dipotong.


"Iya... Nyampe' di mana??" Tanya syafila lagi.


("Aku udah nyampe'___") ucap syafira dengan di potong lagi, namun kali ini dengan suara yang di kecilkan. Seperti orang yang tengah berbisik.


"Apaan sih sya, kok bisik-bisik gitu..." Ucap syafila.


"Halo! Sya...! Kamu masih di sana kan sya...?! Halo sya... Syafira! Syafira ardhen kamu jangan main-main dong... Ah! Gak lucu tau nggak..." Ucap syafila lagi karena tidak mendapat respon dari syafira.


"Syafira... Kamu masih di sana kan???" Tanya syafina pada seseorang di seberang telepon sana, dan ikut merasa cemas seperti yang tengah di rasakan syafila.


"Syafi___"


"Dooorr.....!!!!!" Belum sempat syafina dan syafila meneruskan ucapannya, tiba-tiba keduanya di kagetkan oleh suara seseorang dari arah belakang mereka dengan suara keras dan nyaring.

__ADS_1


"Astaghfirullah!!!" Ucap keduanya berbarengan seraya memegang dada masing-masing dan kemudian sama-sama membalikkan badan.


"Syafiraaaaa.....!!!!!" Seru keduanya.


"Hahahaha.... Hahahaha.... Lihatlah bagaimana muka kalian... Hahahaha... Lucu... Hahahaha..." Ucap syafira seraya memegangi perutnya.


"Hooo.... Lucu ya.... Lucu kan ya....!!" Ucap syafila seraya memberi kode pada syafina.


Dan syafina pun yang mengerti akan kode dari syafila, segera bangkit dari duduknya.


"Hohohoo..... Lucu banget ya sya...!!?" Ucap syafila lagi, seraya berjalan semakin dekat dengan syafira yang tidak menyadari akan pergerakan keduanya.


"Iya... Hahahaha... Lucu banget..." Ucap syafira yang masih setia dengan tawanya. Dan kemudian tanpa sengaja kedua netranya melihat syafina dan syafila yang bergerak semakin dekat dengannya.


"Ma..ma..mau apa kalian???" Ucapnya dengan sedikit terbata dan tanpa sadar meneguk salivanya secara kasar serta berjalan mundur.


"Mau kami??! Mau kami adalah___"


"Menggelitik mu!!! Ayo sya... Tangkap dia...!!" Ucap syafila sedikit berteriak.


Syafina pun mengangguk dan segera bergerak cepat menghampiri syafira.


Namun sial, mereka berdua kalah gesit dari syafira yang terlebih dahulu mengetahui gerak-gerik keduanya dan segera melarikan diri.


"Syafira... Jangan lari kamu...!!!" Ucap keduanya sembari mengejar syafira.


"Tidak akan semudah itu ferguso!! Wleee..." Ucap syafira seraya melarikan diri dan menjulurkan lidahnya untuk diperlihatkan pada keduanya.


Mereka bertiga pun untuk sejenak tidak menyadari apa yang tengah mereka lakukan saat ini...


Karena yang mereka tau saat ini adalah... Mereka bertiga merasa bahagia... Merasa lepas... Merasa bebas... Dan merasa jika saat ini hanya ada mereka bertiga saja di taman itu.


Setelah aksi kejar-kejaran berhenti di karenakan kelelahan. Ketiganya pun merebahkan diri beralaskan tanaman rumput yang memenuhi taman tersebut.


"Hahahaha... Huuuuf... Huuuuf... Aku gak nyangka di usiaku yang sekarang ini, masih bisa merasakan seperti yang dilakukan oleh bocil. Hehehe..." Ucap syafira.


"Sama, aku juga." Sambung syafila.


"Iya, aku juga. Hehehe..." Syafina pun juga ikut menyambung.


"Oh iya, sudah jam berapa ini? Bukankah kita ada kelas jam dua ini?" Ucap syafira yang tiba-tiba ingat akan jadwal kelasnya, dan buru-buru bangkit dari acara tidurannya.


"Di tunda." Ucap syafila dan syafina dengan entengnya.


"Di tunda? Kenapa?" Tanya syafira.


"Taaau...!" Ucap syafila.


"Yang jelas dosen yang bakal ngajar, izin telat. Tau kenapa...!" Jelas syafina.


"Ooh... Eh iya ada yang mau aku tanyain ke kalian, mumpung masih free...!" Ucap syafira saat tiba-tiba teringat sesuatu.


"Boleh, mau tanya apa?" Ucap syafila dan syafina.

__ADS_1


"Nggak terlalu penting sih sebenarnya... Cuma mau nanya soal nama kalian aja. Ah tidak, lebih tepatnya nama panggilan kalian.


"Lah, kan udah tau nama panggilan kita?! Masa' iya bisa lupa... Ada ada aja kamu sya... Sya..." Ucap syafina.


"Bukan itu maksud ku... Gimana ya cara ngejelasinnya..." Ucap syafira yang merasa bingung sendiri.


"Aaa... Maksudku gini... Apa nama panggilan kesayangan, keseharian, atau panggilan keluarga kalian ke kalian?." Ucap syafira menerangkan yang menurutnya benar.


"Isya." Ucap syafila dengan santai, karena sudah mengerti arah pembicaraan syafira.


"Isya???" Ucap syafira dan syafina berbarengan dan dengan hebohnya.


"Apaan sih kalian, heboh bener cuma karena perihal sebuah nama panggilan. Itu adalah panggilan kesayangan dari keluargaku ke aku... Memangnya kenapa? Apa ada masalah??" Ucap syafila.


' apa iya bener syafila adalah cewek yang mengatai kak vano 3G? Atau hanya kebetulan?? ' ucap syafira dalam hatinya.


"Sya... Sya... Sya...!!" Ucap syafina seraya melambai-lambaikan tangannya di depan muka syafira.


"Eh, maaf aku ngelamun... Dan kalau kamu sya??" Ucap syafira.


"Lah, kan aku___"


"Bukan kamu! Tapi syafina...!" Syafira buru-buru memotong ucapan syafila.


"Aku... Aku juga isya..." Ucap syafina.


"What's!!!" Ucap syafira dan syafila bersamaan dengan hebohnya.


"Pantas aku merasa setiap memanggil salah satu dari kalian, pasti kalian berdua yang nyaut." Ucap syafira.


"Iya sama!" Kini giliran syafila dan syafina yang berucap bersamaan.


"Tunggu dulu. Jangan bilang kalau kamu juga___" syafina sengaja memotong ucapannya dan tatapannya tertuju ke arah syafira.


Syafira yang mengerti pun segera mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Ya ampun..... Hahahaha....." Ucap ketiganya seraya menepuk kening masing-masing, dan kemudian kembali tertawa bersama.


Sesaat kemudian...


"Kalo gitu sebaiknya kita ubah saja panggilan kita bertiga gimana." Usul syafila.


"Mengubah panggilan??" Ucap syafira dan syafina bersamaan.


"Iya... Biarlah keluarga kita saja yang memanggil kita isya. Sedangkan kita manggil... Siapa ya...? Syafina, syafira, syafila. Gimana kalo fina, fira, dan fila saja?!" Ucap syafila.


"Nggak nggak nggak... Kalo untuk jadi panggilan kesayangan kita bertiga, panggilan itu kayak yang pasaran! Gimana kalau..... Aha...!! Gimana kalo nana, rara, sama lala?! Kedengarannya lucu kan?? Gimana, kalian setuju?!" Ucap syafira yang turut mengusulkan.


"Boleh juga...! Nana, rara, lala. Boleh boleh." Ucap syafila seraya menunjuk masing-masing orang dengan masing-masing nama. Termasuk juga dirinya.


"Boleh juga. Kalo gitu aku juga setuju." Ucap syafina yang turut menyetujui.


Ting!

__ADS_1


__ADS_2