ARTI SAHABAT Sebenarnya...

ARTI SAHABAT Sebenarnya...
bab 07


__ADS_3

"Keceplosan dari hongkong!!! Kagak ada yang namanya keceplosan itu panjang kali lebar kayak congor lo itu. Lo kira gue beneran goblok apa!" Ucap vano.


"Yaa... Siapa tau." gumam dika lirih agar tak terdengar oleh vano.


Namun pemikiran dika salah.


"Ooh jadi lo kira gue juga budek gitu!!! Sialan lo!" Ucap vano menghampiri dika.


Dan terjadilah perdebatan antara keduanya yang terus berlanjut, dan berakhir vano yang memenangkan perdebatan itu. Dengan dika yang harus mentraktir vano setiap makan siang, dan dimana pun vano menunjuk tempat makan siangnya.


Dika terpaksa menyetujui syarat yang vano ajukan, karena dika tidak mau rahasia nya juga ikut terbongkar.


"Udah selesai??? Udah, gitu aja debatnya?!! Padahal seru loh kak..." Ucap syafira sambil mengemil camilan yang ia beli di kantin tadi.


"Ck, dasar!" Ucap vano seraya akan kembali menyentil jidat syafira. Namun dika yang melihat vano mengakat tangannya, buru-buru menghalangi dan menutupi jidat syafira.


"Mau apa lo!!!?" Ucap dika.


"Gak mau ngapa-ngapain. Orang gue cuma mau ngelus kepala adek gue! Masalah buat lo..." Ucap vano seraya akan menyentuh bagian atas kepala syafira.


"Gak boleh!" Ucap dika yang tetap menghalangi.


"Lo apaan sih dik...?! Lo cemburu ya...???" Ucap vano kembali meledek dika.


"Siapa yang cem___"


"Sudah sudah. kalian ini! Katanya udah debatnya!!? Dan iya! Isya gak boleh ngomong elo gue, tapi kalian malah ngomong gitu... Udah ah, sekarang giliran isya yang ngomong." Ucap syafira.


"Please... Sya... Kak vano mohon jangan sebut-sebut nama isya isya lagi. Cukup bilang aku saja oke..." Ucap vano.


"Kenapa? Biasanya kan juga gitu!" Ucap syafira.


"Karena yang mengatai vano 3G tuh, namanya juga isya, Syaa...! Oops!!! Keceplosan lagi. Peace!!" Ucap dika seraya membentukkan kedua jarinya berbentuk V.


"Kagak ada keceplosan-keceplosan. Yang ada, persyaratan bertambah jadi satu bulan. Dan kalau lo sampai bilang keceplosan lagi... Maka___"


"Oke oke, deal!" Ucap dika yang segera memotong ucapan vano.


' kenapa nih mulut hari ini gak bisa di rem sih!! Tekor dah dompet gue... Ini semua gara-gara si sam! Kalo gue kagak ngikut tuh anak, gue kagak bakalan tau kejadian itu. Dan yang membuat gue hari ini tertimpa sial. ' lanjutnya dalam hati.


"Apa sekarang aku boleh ngomong???" Tanya syafira.


"Bukannya kamu dari tadi udah ngomong ya..." Ucap vano.


"Ck, udah ah! To the poin aja langsung. Kak vano sama kak dika ngapain pada kesini?!" Tanya syafira.


"Sam yang nyuruh!!" Ucap vano.


"Kak sam??? Ngapain kak sam nyuruh kalian kemari?!" Tanya syafira.

__ADS_1


"Tanya aja tuh sama si kulkas dua pintu..." Ucap vano seraya memanyunkan bibirnya ke arah dika.


"Kak dika?" Tanya syafira lagi.


"Hem!" Vano hanya menjawab dengan gumaman.


"Iish...! Kak dika memang___"


"Sam nyuruh kakak kemari untuk menemui mu... Kata sam kamu di ganggu lagi sama tuh perempuan ular?! Benar begitu???" Ucap dika memotong ucapan syafira.


"Iya, apa yang di katakan kak sam bener... Isya lama-lama___"


"Udah di bilangin jangan sebut nama isya lagi! Ngeyel banget sih!!! Bilang aku aja! Gak usah isya isya_an!!" Potong vano.


"Apaan sih kak vano ini! Bikin gedeg tau nggak...! Kalo gak suka, udah gak usah dengerin. Mending pulang aja sana! Sensi amat jadi laki. Atau jangan-jangan..... Kak vano lagi pms ya kak? Makanya sensian!" Ucap syafira.


"Dasar adik laknat lo..." Ucap vano seraya mengangkat tangannya ingin kembali menyentil jidat syafira.


"Apa?!! Mau apa lo?!!" Ucapan dika menghentikan aksi vano yang belum terlaksana.


"Kagak mau ngapa-ngapain! Emang gue... Eh maksudnya, emang aku mau ngapain!? Aku cuma mau garuk kepalaku kok, dasar kulkas aneh. Noh sya... Yang sensian tuh si kulkas, kakak terfavorit kamu. Bukannya kak vano..." Ucap vano seraya menyindir keduanya.


"Ck, dah lah! Isya mau balik. Udah makin sore, ntar di cariin lagi. Lagian, kedatangan kalian juga gak guna... Tuh perempuan ular udah gak ada juga kan...!? Yang ada tuh ya... Gara-gara kedatangan kalian berdua cuma bikin teman-teman isya pada kabur...!!" Ucap syafira seraya berdiri dan kembali mengambil buku-bukunya yang ia taruh di salah satu bangku taman yang ada di dekatnya, lalu pergi meninggalkan keduanya.


"Hey sya... Udah di bilangin ja___"


"Bodo amat!!!" Ucap syafira memotong ucapan vano tanpa menoleh.


"Kan emang adik sam, o'on!!!" Ucap dika.


"Apa lo bilang___"


"Kak dikaaa..... Kak vanooo..... Mobil isya manaaa....."


*****


Disisi lain...


Syafila telah sampai di kosannya yang tepat berada di seberang kampus tempat ia menimba ilmu lanjutan nya...


"Assalamu'alaikum.... Wa'alaikumussalaam..." Ucap syafila yang berucap salam sendiri dan di jawab sendiri olehnya.


Namun saat menjawab salamnya sendiri, ia sedikit melirihkan suaranya.


"Udah pulang neng..."


"Astaghfirullah!!" Ucap syafila seraya memegang dadanya. Karena tiba-tiba ada yang menyapa syafila dari arah belakangnya.


Syafila pun reflek menoleh ke arah asal suara itu, dan menemukan wanita paruh baya yang memang kesehariannya membersihkan area sekitar kos putri tersebut.

__ADS_1


"Eh, ibu... Kirain siapa. Iya bu, saya baru saja pulang dari kuliah. Ibu lagi bersih-bersih ya...?!" Ucap syafila seraya berbasa-basi dengan ibu paruh baya itu.


"Iya neng... Nih, ibu mau buang sampah. Kalo gitu ibu permisi ke belakang dulu ya neng...!" Ucap ibu itu.


"Eh iya bu... Silahkan!!" Ucap syafila mempersilahkan.


Setelah ibu itu pergi, syafila pun juga bergegas masuk ke dalam kosan nya.


"Haaaah..... Akhirnya ku sendiri lagi... setelah lewati hariku dengannya... Akhirnya ku termenung lagi... Cinta berlalu begitu saja..." Syafila menghela nafas, lalu menyanyikan sebuah lagu yang di populerkan oleh girlband Indonesia 'blink'.


*****


Di sisi lain...


Di pertengahan jalan raya menuju rumah, syafila menghentikan laju motor matic nya untuk mengangkat ponselnya yang tengah berdering.


"Assalamu'alaikum ma... Ada apa?" Ucapnya setelah menggeser tombol jawab di ponselnya.


("Wa'alaikumussalaam... Tidak apa-apa nak... Mama hanya mau tanya apa kamu ada pelajaran tambahan? Karena sudah sangat sore begini kamu belum pulang... Kamu tidak kenapa-kenapa kan...??") ucap orang di seberang sana yang ternyata adalah ibunya.


"Nggak kok ma... Isya tidak kenapa-kenapa kok... Memang hari ini ada beberapa macam mata pelajaran dan juga materi, yang mengharuskan isya pulang sore. Juga berbincang-bincang sebentar dengan teman baru isya di kampus. Detail nya, nanti in syaa allah isya ceritakan di rumah ya ma..." Ucap syafina.


("Ya sudah kalau begitu, hati-hati dijalan ya... Pelan-pelan saja bawa motornya...! Mama tutup dulu telfonnya ya... Assalamu'alaikum...") 


"Wa'alaikumussalaam... Iya ma, in syaa allah isya akan pelan-pelan kok bawa motornya..." Ucap syafina.


Setelah syafina mengucapkan itu, panggilan pun terputus.


Dan syafina pun berniat menyalakan mesin motornya kembali. Namun syafina kali ini malah apes, mesin motornya tidak bisa dinyalakan.


"Kenapa nih motor??? Perasaan tadi baik-baik saja deh...! Dan bahan bakarnya aku isi penuh kok kemarin." Ucap syafina, yang kemudian celingukan kesana kemari.


"Ada gak ya, bengkel di daerah sini...??!" Ucapnya seraya turun dari motornya dan berniat menuntunnya untuk berjalan dan mencari bengkel terdekat.


Tin... Tin... Tin...


Baru saja berjalan beberapa langkah, tiba-tiba ada suara klakson dari arah belakang syafina.


Syafina pun menoleh kearah belakangnya. Dan benar saja, di belakangnya ada seseorang yang tengah mengendarai motor ninja lengkap dengan helm full face nya.


Membuat syafina yang melihatnya mengernyit heran, namun hanya sesaat. Setelah itu syafina kembali berjalan sembari kembali menuntun motornya.


Tapi langkah syafina kembali terhenti saat ada sebuah suara yang seperti tengah memanggilnya dari arah belakang.


"Ukhti... Ukhti tunggu..." Ucap orang itu.


Syafina pun kembali menoleh ke arah belakangnya, dimana disanalah asal suara tersebut.


"Ukhti... Kenapa dengan motornya...? Apa ada masalah dengan motornya?!" Ucap orang itu setelah turun dari motor ninja nya.

__ADS_1


"Maaf, apa kita saling kenal???"


__ADS_2