Bahagiamu Bahagiaku

Bahagiamu Bahagiaku
Episode 15


__ADS_3

"Lin, maaf ya gue gak bisa lama lama." Ucap Raka dengan penuh rasa kekecewan.


"Tapi rak!!


✨✨✨


kaki raka sudah melangkah menuju pintu di buntuti oleh Tiara yang sedang menangis sesegukan.


Ceklek..


"Wah.. ada lo Rak?" tanya Desta sambil hifive ala mereka.


"iya nih Des, tapi gue udah mau balik" ucap Raka sntai, tanpa menoleh sedikit pun ke arah Tiara.


"Tapi sayang!" ucap Tiara sambil memegang erat tangan Raka.


"Wiss... ini rumah sakit bukan lapangan. jangan berisik dong kasian nih calon istri gue keganggu karena kalian" ucap Desta sambil mengabaikan mereka dan melangkah menuju Alin.


"kalian mau pulang? kalo pulang, ya pulang aja gue udah ada Desta. kalian cepet baikan ya!!" teriak Alin saat melihat Tiara di tarik oleh Raka.


"Sayang, mereka kenapa sih? tumben nggak seromantis romeo dan juliet?" imbuh Alin.


"kamu belum tau? kalau Tiara selingkuh sama Riko anak kelas sebelah itu loo!"


"ahh masa sih sayang? aku gak percaya deh kalau Tiara nyakitin Raka."


Ceklek...

__ADS_1


"Assalamualaikum Kak Des!!" teriak Lea sambil berlari menuju Desta dan memeluknya dengan eratt.


"Wa'alaikumsalam adik kecil" jawab Alin sambil mencubit pipi Alea


"Kamu gak rindu sama Kaka?" imbuh Alin.


"Kangen dong!!" ujarnya yang langsung memeluk Alin tanpa aba-aba.


"Desta nobar yuk sama Ayah di ruang sebelah" Desta pun mengangguk patuh.


"Kak, Kakak tahu tidak kalau sekolahku diliburkan selama tiga hari. tapi Bunda ingin meminta izin kepada pihak sekolah, jika aku tidak akan masuk selama satu minggu. karena aku akan berlibur ke rumah Nenek." ucapnya sambil merogoh tas selempangnya untuk mencari earphone.


"Wah, kayaknya Kakak bakal di tinggal satu pekan sendiri di rumah nih" ujar Alin sambil memajukan sedikit bibirnya.


"Hehe..


"Iya nih, sana coba lihat ayah sama desta kayaknya mereka beli martabak tanpa sepengetahuanku."


"Oke, akan aku cek"


Lea pun berjalan secara mengendap-endap seperti maling. hingga sampai pada ruangan yang hanya ada Desta dan Ayah, saat itu Ayah terdengat tengah marah. Lea pun bersebunyi agar tidak di ketahui mereka, Lea mencium bau-bau martabak telor dan martabak rasa kesukaan Alin dan Lea.


Lea tak bisa lagi menahan rasa keroncongan perut nya itu, Lea berlari ke arah Ayahnya dan Desta berada. Lea menangis di pelukan Ayahnya.


"Kamu kenapa dek?" tanya Ayah yang khawatir akan anak kesayangannya itu.


Lea pun memulai aktingnya "Arggh! aku benci Ayah!" tepat saat dia menyelesai kan kata kata itu dia melepaskan pelukan ayahnya itu.

__ADS_1


"Lah kok jadi Ayah sih?"


Desta langsung melirik ke arah lea, ia tengah kesal karena diganggu. Desta dan Ayah sedang serius menonton bola yang mereka idolakan. "Kalo marah jangan di lampiasin ke orang dong Lea.."


Lea menatap tajam ke arah Desta. tanpa sepatah kata pun yang ia keluarkan. tangan ya langsung mengambil dua piring yang berada tak jauh dari kaki Desta dan Ayah.


Ayah yang tau akan putrinya sedang marah karena tidak di belikan martabak. langsung lah ada pikiran jahil untuk meledek putri bungsunya itu "Oh mau martabak nya? ambil aja gak usah nangis juga Ayah kasih kok"


Lea langsung mempercepat langkahnya untuk meninggalakan Ayahnya dan Pacar Kakaknya karena di liputi rasa malu yang amat membebaninya.


"Nih Lea berhasil buat ambil dua piring martabak."


"Pintar!"


"Sudah jangan banyak omong. kalau mau dimakan kalau nggak di kasih ke Ayah dan Desta lagi. bunda sedang serius menonton acara ini." Saat di ganggu oleh kedua putrinya.


**Kalian jangan samapai lupa buat Like.


Vote poin, Vote koin dan Rat nya bintang 5 yaa. -Jangan jadi SILENT READERS!!-


Ini cerita Non-Fiksi, Nyata, Fakata, Ada didunia ini. Tapi aku sedikit merubahya.


Mingg 10-Mei-2020


Amelia Firdaus🌻


Ig: @amelia.ficha**_

__ADS_1


__ADS_2