
Ini adalah hari terakhir alin sendiri di rumah. Bunda, Ayah, dan Lea sedang berada di jalan untuk pulang.
Desta ingin menyambut kepulangan kedua calon mertuanya itu. jadi Desta sedang berdua bersama Alin.
"Alin?"
"Hm.." sahut Alin yang sedang rebahan di atas sofa yang berbeda dengan Desta
"Apa kau menyayangiku? dan mencintaiku seperti yang kau katakan setiap malam dan sebelum tidur?"
"Sangat sangat!"
"Maksudmu?" Desta berpura-pura tidak mengeti apa yang dikatakan oleh Alin.
"Aku sangat menyayangi dan mencintaimu Destaku" ucap Alin yang sedang menonton sinertron.
"Apakah itu benar?"
"Sangat benar sayang!"
"Bolehkah aku meminta sesuatu?" Desta ragu untuk menanyakan ini.
"Tentu saja sayang, kau boleh meminta sesuatu dariku." ucap Alin yang di balas senyuman oleh Desta.
"Aku sedang ingin sayang," desta melirik ke arah ************ Alin.
"Ingin apa?" Alin sungguh tak mengerti apa yang dikatakan oleh Desta.
Desta mendekat ke arah Alin, Alin pun segera duduk dan mempersilahkan Desta untuk duduk bersamanya.
"Bolehkan sayang?" Lagi-lagi Desta melihat ke arah ************ Alin.
"Aku gak mau sayang! nanti saja setelah kita menikah." ucap Alin sambil membelai bau Desta.
__ADS_1
"Aku mohon sekali ini saja."
"Aku takut terjadi sesuatu"
"Seperti Tiara?" Desta memastikan.
"Iya! Tiara sudah keluar dari sekolah karena dia hamilkan? maka dari itu aku takut sayang!"
"Ya sudah aku pulang saja ya!" Desta merayu Alin dengan cara dia ingin pulang/ ngambek.
"Kau akan meninggalkanku?" gumam Alin yang masih terdengar oleh Desta.
"Tentu tidak, aku sungguh sangat mencintamu seperti kamu mencintaiku."
"Bundaku sebentar lagi pulang" Alin memberi alasan agar Desta mengalah.
Tring...
"Bunda" ucap Alin lalu mengangkat telfonnya.
'Assalamualaikum sayang,'
'Waalaikumsalam Bun, Bunda ada di mana?' ucap alin penuh kecemasan, dia merasa ada yang tidak beres.
'Mobil ayah mogok di depan rumah makan. Bunda dan Ayah makan dulu dan membereskan mobil Ayahmu ini terlebuh dahulu.'
'Oh, yasudah Bun. hati-hati' ucap Alin yang langsung menutup telfonnya.
Padahal Bunda belum selesai berbicara.
"Apa yang Bunda katakan sayang?"
"Mobilnya mogok, Bunda makan dulu bersama Ayah dan Lea. mobilnya pun di bereskan terlebih dahulu."
__ADS_1
"Kita bisa melakukannyakan sayang?"
"Apa kau sangat mau?"
"Iya, tentu saja. kalau kau tidak mau biarkan yang pertama merasakannya wanita yang berada di clubbing"
"Jangan Desta! aku mau melakukannya"
"Benarkah?" wajah Desta kembali ceria saat Alin mengatakan itu.
"Tapi kau janji akan bersamaku selamanya, dan tidak akan pernah meninggalkanku?" alin memastikan
"Tentu saja, Aku janji sayang"
"Kamu ingin melakukannya dimana? diruang tamu ini atau di kamarmu?"
"Di kamar saja Desta." Alin pucat pasi, dia takut tapi ketakutannya lenyap karena dia sangat mencintai Desta.
"Ayo segeralah ke kamar, aku tak tahan lagi, aku sangat ingin melakukannya bersamamu sayang."
Mereka pun berjalan berdampingan dengan tangan yang bergandeng layaknya suami istri pada malam pertama. Mereka melewati tangga dengan perlahan dan hati-hati. Dan sampailah mereka di depan kamar milik Alin.
**Kalian jangan samapai lupa buat Like.
Vote poin, Vote koin dan Rat nya bintang 5 yaa. -Jangan jadi SILENT READERS!!-
Ini cerita Non-Fiksi, Nyata, Fakata, Ada didunia ini. Tapi aku sedikit merubahya.
Mingg 10-Mei-2020
Amelia Firdaus🌻
Ig: @amelia.ficha**_
__ADS_1