
Ronald sampai di hotel tempat di mana lokasi Sirena berada, saat sampai di sana berbarengan dengan cinta yang juga baru sampai di sana.
"Malam tuan," sapa cinta kepada Ronald.
"Hmm malam juga," balas Ronald.
"Ayo kita masuk, kita tanya di mana kamar istri saya berada," ajak Ronald berjalan memasuki hotel dan di ikuti cinta di belakangnya.
Mereka pun masuk dan langsung menanyakan letak kamar Sirena, awalnya petugas hotel menolak memberi tahu mereka, tapi Ronald menggunakan nama besarnya sehingga mereka memberi tahukan letak kamar Sirena.
"Apa benar ini kamarnya?" tanya Ronald kepada cinta.
"Kalau dari yang petugas hotel bilang tadi benar ini kamar mbak Siren tuan," balas cinta.
Ronald menarik nafasnya dalam, dia tidak siap untuk melihat keadaan di dalam.
"Bagaimana tuan, apakah kita ketuk pintunya?" tanya cinta.
"Biar saya yang melakukan," balas Ronald.
Ronald pun langsung mengetuk pintu kamar hotel tempat di mana Sirena berada.
Tok tok tok.
...**...
Sementara itu, di dalam kamar Sirena tengah berdiskusi dengan Ivan untuk apa saja yang nanti akan mereka lakukan ketika bertemu dengan Ronald.
"Jadi nanti aku buka pintu, dan setelah itu kamu keluar sambil pangil aku dengan sayang, terus jangan lupa juga bajunya kamu lepas," jelas Sirena mengatakan rencananya.
"Kamu yakin gak akan berubah pikiran?" tanya Ivan memastikan lagi.
"Iya aku sudah yakin, sudah kamu lakukan saja apa yang aku katakan, jangan meracuni otakku lagi," balas Sirena setengah kesal karena sedari tadi Ivan terus bertanya apakah dia sudah yakin dengan keputusan ini atau belum.
__ADS_1
Tok tok tok.
Saat mereka tengah asik berbincang bincang, terdengar pintu di ketuk.
"Pasti itu suami aku," ucap Sirena yakin.
"Ayo kamu siap siap, aku akan membukakan pintu," ucap Sirena menyuruh Ronald siap siap.
Sebelum membuka pintu, Sirena mengacak-acak rambut dan penampilannya terlebih dahulu agar nanti terlihat semakin meyakinkan, setelah di rasa sudah pas dia pun segera berjalan menuju pintu untuk membukanya.
Ceklek.
"Bee...." Sirena pura pura kaget melihat keberadaan Ronald di depannya.
"Sayang kamu kemana saja akun telfon dari tadi gak bisa, apa yang kamu lakukan di sini?" cerocos Ronald memeluk tubuh Sirena yang mampu membuat Sirena kaku.
"Siapa sih yang, kok ganggu kita?" ucap Ivan yang keluar dari dalam kamar dengan keadaan telanjang dada dan juga rambutnya acak-acakan.
Ronald yang melihat ada pria yang satu kamar dengan istrinya pun rahangnya langsung mengeras, dia melepaskan pelukan Sirena dan memandangi mereka berdua dengan penuh tanya.
"Apa maksudnya ini?" tanya Ronald marah, bahkan tangannya sekarang sudah terkepal.
Ronald baru menyadari, ternyata sedari tadi penampilan istrinya sudah acak acakan, rambutnya juga sudah tidak tertata rapi.
Apalagi saat dia melihat istrinya yang diam saja saat ada pria lain yang memeluknya, itu semakin membuat Ronald marah.
"Eemm... itu, a-aku bisa menjelaskan semuanya," gagap Sirena.
"Aku gak nyangka ternyata kamu setega ini sama aku, aku kira kamu beda dengan wanita lain, ternyata kamu sama saja, sama sama murahan," bentak Ronald menghina Sirena.
Hati Sirena rasanya sangat sakit mendengar apa yang suaminya katakan, tapi dia bisa menerima itu karena apa yang sudah dia lakukan sekarang, meskipun ini semua hanya setingan.
"Plis dengerin aku dulu, aku bisa menjelaskan ini semua," Sirena memohon sambil memegang tangan Ronald tapi langsung di tepis oleh Ronald.
__ADS_1
"Gak ada yang perlu kamu jelaskan, aku sudah lihat semuanya," balas Ronald marah.
"Sayang dia siapa sih, kok marah marah begitu?" tanya Ivan menatap Ronald dan beralih menatap Sirena.
"Dia...."
"Anda mau tau siapa saya, perkenalkan saya Ronald suami Siren tapi sekarang sudah menjadi MANTAN SUAMI," potong Ronald memperkenalkan dirinya sambil menekankan kata mantan suami.
"Bee apa maksud kamu, ini tidak seperti yang kamu lihat, plis dengerin aku dulu," mohon Sirena.
"Iya mantan, mulai hari ini, detik ini juga aku talak kamu," balas Ronald.
"Bee, aku mohon jangan talak aku," mohon Sirena dengan air mata yang menetes.
"Sudahlah aku paling tidak suka dengan perselingkuhan, dan untuk kamu," menunjuk Ivan.
"Sebenarnya saya punya prinsip dari awal akan membunuh siapa saja yang mendekati punya ku, tapi aku berubah pikiran karena tak ada gunanya juga membunuh orang murahan seperti kalian," lanjut Ronald.
"Silahkan kalian lanjutkan lagi kegiatan kalian, kamu tidak perlu kembali lagi ke rumah nanti semua barang barang kamu akan saya suruh orang untuk membawanya kembali ke rumah kamu,"
"Ayo kita pergi," lanjut Ronald menarik tangan cinta yang sedari tadi diam saja karena dia terlalu syok melihat adegan di depannya.
"Ronald dengerin aku dulu, plis jangan pergi," teriak Sirena sambil menangis berusaha mengejar Ronald tapi di tahan oleh Ivan.
Ronald tak memperdulikan itu, dia melangkahkan kakinya cepat pergi dari sana dengan tangan yang masih setia menarik tangan cinta.
"Sudah ayo kita masuk," ajak Ivan membawa Sirena masuk kembali ke dalam kamar.
Sedari tadi Sirena akting pura pura memohon pada Ronald, padahal aslinya memang ini yang Sirena inginkan. Tapi kalau soal menangis itu memang benar adanya, dia menangis karena mendengar hinaan yang Ronald berikan kepadanya dan juga talak yang Ronald katakan.
Meski bagaimanapun, Sirena tak ingin pernikahan ini berakhir, tapi dia juga tidak bisa egois, ini semua demi kebahagiaan Ronald dan keluarganya.
...***...
__ADS_1