
Ronald melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dengan cinta yang tetap ikut dengan dirinya.
"Tuan kita mau kemana?" tanya cinta takut.
"Kamu diam saja, temani saya ke klub malam nanti kalau saya mabuk kamu yang antar saya pulang," balas Ronald tanpa menoleh ke arah cinta.
Cinta pun mengangguk saja, dia tak ingin membantah karena dia tahu bagaimana perasaan Ronald saat ini.
Toh Ronald juga lelakinya bos dia jadi gak apa apa kalau dia menjaga Ronald malam ini.
Ronald ingin melampiaskan rasa marah dan kecewanya, dia berfikir mungkin dengan dia mabuk dia bisa melupakan sejenak masalah yang tengah dia alami saat ini yang di tinggal selingkuh oleh istrinya.
Sampai di klub malam, Ronald langsung turun dari mobil dan dengan cinta yang masih setia mengikuti dirinya. Mereka masuk ke dalam klub dan langsung memesan alkohol dengan kadar yang sangat tinggi.
Ronald menelan alkohol dengan rasa yang tidak nyaman di mulut karena memang dia sangat jarang mengonsumsi alkohol, bahkan hampir di bilang jarang walaupun dia dulu pernah mengonsumsinya sesekali.
"Lagi," pinta Ronald memberikan gelas yang dia pegang agar cinta menuangkan lagi minuman ke dalam gelasnya.
__ADS_1
"Sudah tuan, anda sudah mabuk parah," tolak cinta yang tidak ingin kalau Ronald semakin mabuk.
"CEPAT." bentak Ronald membuat cinta tersentak kaget.
"Ba-baik tuan," balas cinta yang akhirnya menuangkan lagi minuman ke gelas Ronald dan langsung di minum hingga habis kembali oleh Ronald.
"Siren kenapa kau tega selingkuh dariku, apa kurangnya aku selama ini hah," racau Ronald dengan keadaan yang sudah sangat kacau.
"Kau tau, aku sangat mencintaimu, sangat sangat mencintaimu, tapi kenapa kau hianati cinta ini hah," lanjutnya.
"Sudah tuan ayo kita pulang," ajak cinta karena mereka sekarang sudah menjadi perhatian orang orang yang ada di sana.
"Bilangin sama Siren kalau aku sangat sangat mencintainya," lanjut Ronald.
"Iya tuan ayo kita pulang dulu," cinta berusaha membopong tubuh Ronald yang sangat berat keluar dari klub dan langsung memasukkan Ronald ke dalam mobilnya.
"Huh, berat banget badannya," keluh cinta setelah meletakkan Ronald di dalam mobil.
__ADS_1
Cinta pun langsung menuju jok kemudi untuk membawa mobil Ronald ke rumah Ronald.
"Semoga saja tuan Ronald gak bikin ulah lagi sampai di rumah nanti," gumam cinta menatap Ronald dan mulai melajukan mobil Ronald menuju rumah Ronald.
...**...
Sementara itu, di tempat Sirena dia masih menangis sesenggukan merasakan sakit di dalam hatinya.
"Sudah jangan menangis lagi, kamu sudah menangis dari tadi. Kalau kamu masih tidak yakin dengan keputusan kamu, masih ada waktu kok buat kita menjelaskan semuanya kepada suami kamu," ucap Ivan yang tak tega melihat Sirena menangis di sampingnya.
"Hiks hiks, hati aku sakit hiks, tapi ini semua hiks yang aku inginkan hiks hiks," balas Sirena sambil menangis.
"Kalau kamu memang yakin menginginkan perpisahan ini, maka kamu harus ikhlas melepaskan dia, kamu harus kuat melihat apapun tentang dia nanti, termasuk melihat dia bersama dengan pasangan barunya nanti." balas Ivan.
"Iya aku tahu hiks hiks, tapi ini sulit, hati aku sangat sakit hiks hiks,"
"Ya sudah untuk saat ini menangislah sepuas kamu, tapi setelah keluar dari sini kamu harus janji gak boleh menangis lagi," ucap Ivan dan di angguki Sirena sambil masih sesenggukan.
__ADS_1
Dengan sabar Ivan menemani Sirena yang menangis di sana, dia juga sudah merapikan pakaiannya. Sebenarnya bisa saja dia meninggalkan Sirena di sana sendiri, tapi dia takut kalau meninggalkan Sirena sendiri nanti Sirena akan berbuat hal yang tidak tidak, sehingga Ivan memilih untuk tetap berada di sana.
...***...