Bahagiamu Bahagiaku

Bahagiamu Bahagiaku
#29


__ADS_3

"Euggh...." lengkuh Ronald perlahan membuka matanya.


"Kenapa kepalaku sangat pusing," ringis Ronald sambil memegangi kepalanya.


"Sayang, kamu ada di kamar mandi?" teriak Ronald bertanya pada seseorang.


Hening, tak ada jawaban dari orang yang dia tanyai.


"Sayang...." pangil Ronald.


"AGGRR...." teriak Ronald saat baru teringat kalau kemaren dia sudah menalak Sirena karena Sirena selingkuh dengan pria lain di sebuah hotel.


"Siren kau wanita paling menjijikan yang pernah aku kenal," maki Ronald menatap foto Sirena yang masih berada di samping tempat tidur.


Pyaar.


Ronald membanting foto itu ke dinding hingga pecah.


"Aku menyesal telah mengenalmu Siren, aku menyesal...." teriak Ronald sambil tangannya membuang semua yang ada di atas tempat tidur.


Mulai dari guling, bantal hingga selimut, dan barulah dia menyadari kalau dirinya sekarang tidak mengenakan apa apa.

__ADS_1


"Apa ini?" tanya Ronald pada dirinya sendiri saat melihat ada becak merah dia atas tempat tidur yang sudah mengering.


Ronald melihat penampilannya, dan ada bekas merah juga di adiknya, dan Ronald sangat yakin kalau itu adalah bekas noda darah.


"Tidak, itu tidak mungkin, aku tidak mungkin melakukan hal itu," tak percaya Ronald dengan bukti yang dia lihat.


Ronald pun mencoba mengingat apa yang sudah terjadi semalam, dan dia setengah mengingat sepenggal kejadian semalam, di mana dia memperkaos cinta yang dia kira itu adalah Sirena.


"Apa yang sudah kau lakukan Ronald, kau sudah menghancurkan masa depan seseorang," maki Ronald pada dirinya sendiri atas kelakuannya semalam.


"Ini semua gara gara Siren, coba dia gak selingkuh aku juga gak bakalan mabuk mabukan seperti semalam."


Dengan menahan rasa pusing yang dia rasakan, Ronald berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai dia langsung membereskan kamarnya yang sudah sangat kacau balau bak kapal pecah.


Selesai dengan semuanya, Ronald langsung pergi dari rumahnya untuk menemui cinta, bahkan dia rela tidak masuk ke kantor demi menemui cinta dan menyelesaikan masalahnya saat ini.


...***...


"Ini cinta kemana sih, kok dia belum sampai sampai?" Sirena menunggu kedatangan cinta yang belum nampak batang hidungnya.


Pemotretan sudah hampir di mulai dan cinta belum datang juga membuat Sirena jadi kelimpungan sendiri.

__ADS_1


"Sirena ayo siap siap, lima menit lagi pemotretan di mulai," teriak salah satu kru yang ada di sana menyuruh agar Sirena segera bersiap.


"Iya pak," balas Sirena.


Sirena pun akhirnya make up wajahnya sendiri dan merapikan rambutnya sendiri, karena kalau menunggu cinta datang nanti yang ada dia belum apa apa.


"Apa cinta ikutan marah ya sama aku karena kejadian kemarin?" gumam Sirena sambil memakai bedak tabur.


"Tapi masak iya sih, setahu aku cinta itu tipe orang yang gak suka ngurusin hidup orang lain deh," lanjutnya.


"Sirena ayo cepat sini," pangil kru agar Sirena segera memasuki lokasi pemotretan.


"Iya pak," balas Sirena merapikan alat makeup nya.


"Tauk ah, nanti aja aku telpon dia setelah pemotretan selesai." Sirena menghampiri tempat pemotretan dan pemotretan pun di mulai.


Meskipun agak kesusahan karena biasanya ada cinta yang setia membantu dirinya, tapi Sirena tetap profesional dan bisa menjalani pemotretan hingga akhir, dan membuat orang orang yang ada di sana sangat puas dengan kinerja dia.


"Aku akan memberikan yang terbaik, sebelum nanti aku akan hiatus," gumam Sirena memandangi orang orang yang sibuk berlalu lalang di hadapannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2