Bahagiamu Bahagiaku

Bahagiamu Bahagiaku
#27


__ADS_3

Sampai di rumah Ronald, cinta membopong tubuh kekar Ronald keluar dari mobil dengan susah payah, dia juga membawa tubuh Ronald untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Siren sayang, kamu kembali, kamu ternyata cuma bohong ya sama aku, aku cinta banget sama kamu, kenapa kamu tega sih selingkuh dari aku," racau Ronald menatap cinta yang dia kira itu adalah Sirena.


"Kamu tega tahu telah prank aku, gak lucu tahu kalau mainin pernikahan kita, maaf ya tadi aku sudah marah marah sama kamu, aku cinta banget sama kamu," lanjut Ronald.


"Kasian sekali anda tuan, semoga anda bisa mendapatkan ganti wanita yang lebih baik lagi dari mbak Siren," ucap cinta menatap kasian kepada Ronald.


"Mbak Siren kenapa tega sih selingkuhi tuan Ronald, kurang apa coba tuan Ronald sama dia. Pokoknya besok aku harus menemui mbak Siren, aku gak percaya dengan kejadian yang tadi, aku yakin mbak Siren bukan wanita yang seperti itu," lanjut cinta.


Hingga sampai di kamar Ronald barulah cinta meletakkan tubuh Ronald di atas tempat tidur.


"Saya pulang dulu ya tuan, semoga besok keadaannya sudah semakin membaik," ucap cinta yang sudah menyelimuti tubuh Ronald yang berbaring di atas ranjang.


Cinta pun berbalik hendak pergi dari sana, tapi tiba tiba ada yang menahan tangannya yang membuat dia berbalik menatap ke arah Ronald.

__ADS_1


"Mau kemana kamu hah?" tanya Ronald menatap cinta tajam.


"Tu-tuan anda sudah sadar," gagap cinta.


"Berani beraninya kau selingkuh dari aku, kau harus di beri hukuman," ucap Ronald lagi yang membuat kening cinta berkerut.


Cinta yakin, pasti Ronald mengiranya dirinya itu adalah Sirena.


"Tuan saya cinta asistennya mbak Siren, bukan mbak Siren," ucap cinta agar Ronald sadar.


"Aah tuan," teriak cinta kaget karena Ronald menarik tangan cinta dengan keras hingga dia ambruk di atas tubuh kekar Ronald.


Tak sampai di sana, Ronald juga langsung membalikkan keadaan menjadi cinta yang ada di bawah tubuhnya.


"Tuan apa yang anda lakukan, saya cinta bukan mbak Siren, sabar tuan sadar." cinta berusaha melepaskan diri dari Ronald.

__ADS_1


"Diam kamu, kamu harus saya hukum Siren," balas Ronald dan langsung mencium bibir cinta dengan kasar.


"Tu... emmmhhh...." cinta memberontak, dia berusaha mendorong tubuh Ronald untuk kabur, tapi itu sangat sulit karena tubuh Ronald lebih besar dari tubuhnya.


Apalagi sekarang Ronald di bawah kendali sadar dan sudah di selimuti emosi, membuat tenaga Ronald berkali kali lipat lebih besar dari pada tenaga cinta yang memberontak minta di lepaskan.


"Hah hah hah," nafas cinta terengah-engah setelah Ronald melepaskan ciuman kasarnya.


"Sadar tuan sadar, aku bukan mbak Siren, tolong lepaskan saya tuan saya mohon," memohon cinta dengan air mata yang sudah menetes.


Cinta menangis sejadi jadinya dan berdoa semoga saja ada yang datang menolong dirinya, tapi sepertinya itu sangat mustahil karena sekarang saja keadaan dirinya sudah sangat kacau, pakaian yang dia pakai tadi juga sudah hampir terbuka semuanya, hanya menyisakan pakaian dalamnya saja.


"Tuan saya mohon lepaskan saya, hiks hiks hiks," memohon cinta tapi itu tak di hiraukan oleh Ronald.


Ronald melepaskan seluruh pakaiannya hingga dia tela njang, dan setelah itu terjadilah hubungan yang seharusnya tidak terjadi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2