
"Saya suka dengan jawaban kamu, memang apapun kekurangan pasangan kita, kita harus bisa menerima semua itu, meskipun itu sangat sulit buat kita." balas klien Ronald yang sangat bangga dengan jawaban Ronald.
"Saya sangat menyayangi istri saya tuan, apapun kekurangan dan kelebihan istri saya pasti akan saya terima." balas Ronald.
"Bagus, emang dalam rumah tangga itu kita harus bersikap dewasa dan saling mengerti dan memahami satu sama lain."
"Benar tuan," setuju Ronald.
"Kok jadi ngomongin masalah rumah tangga sih, ini kita jadi bahas kerjasama gak nih?" ucap klien Ronald yang mengingat kedatangannya ke tempat Ronald untuk membahas masalah kerjasama yang tengah mereka lakukan.
"Ah iya saya jadi lupa, gara gara Cilla kecil ini sih Om jadi lupa kalau harus kerja." balas Ronald sambil mencubit gemas pipi Cilla.
"Iih cakit om." adu Cilla.
"Aduh sakit ya, om minta maaf ya, nanti sebagai gantinya Cilla bakalan om kasih es krim, Cilla mau es krim gak?"
"Mau Om mau," balas Cilla antusias.
"Ingat gigi kamu nanti kalau sakit Daddy gak mau tanggung jawab ya," peringatan klien Ronald berikan kepada Cilla anaknya.
__ADS_1
"Gak jadi deh Om, nanti kalau Cilla makan es krim gigi Cilla sakit." lanjut Cilla yang berubah pikiran setelah apa yang Daddy-nya pesan kepadanya.
"Yah, gak jadi dong beli es krim nya." Ronald pura pura sedih.
"Emm... bagaimana kalau di ganti makan pizza yang besuar aja om," tawar Cilla.
"Kamu suka pizza?" tanya Ronald.
"Suka om suka, iya kan dad?" Cilla menatap Daddy-nya.
"Hmm." balas klien Ronald.
"Ya udah nanti kita beli pizza bersama ya, tapi sekarang Cilla duduk dulu di sana, om sama Daddy Cilla mau kerja dulu." ucap Ronald agar Cilla duduk di meja kerjanya yang sudah ada laptop yang menayangkan sebuah film kartun.
"Iya sayang, Daddy kerja dulu ya," balas klien Ronald.
Cilla pun pergi ke tempat duduk Ronald, dan Ronald beserta kliennya yang tak lain adalah Daddy-nya Cilla pun mulai membahas masalah kerjasama mereka berdua.
...**...
__ADS_1
Hari pun sudah sore, Ronald sudah kembali ke rumahnya tapi dia tidak mendapati adanya istrinya di mana pun di seluruh bagian rumah.
"Sayang kamu ada di rumah kan?" teriak Ronald memenuhi seluruh rumah mencari keberadaan istrinya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya salah satu pekerja yang bekerja di rumah Ronald.
"Lihat istri saya gak bi?" tanya Ronald.
"Setelah pergi tadi pagi saya belum melihat nyonya pulang tuan," jawab pembantu Ronald.
"Apa bibi yakin?" tanya Ronald.
"Yakin tuan, saya seharian di rumah saja setelah dari pasar tadi, dan saya belum melihat ada mobil nyonya datang tuan." jawab pembantu Ronald yakin.
"Ya sudah silahkan kembali bekerja," suruh Ronald dan dia pun naik menuju kamarnya.
"Sayang kamu di mana sih, kok di telfon dari tadi gak bisa?" gumam Ronald sambil terus mencoba menghubungi istrinya meskipun itu percuma karena handphone Sirena dia non aktifkan.
"Apa dia sibuk banget ya sampai sampai gak sempet pegang handphone?" lanjutnya.
__ADS_1
Ronald mencoba untuk berpikir positif, dia pun memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum nanti mencoba untuk menghubungi Sirena lagi.
...***...