
Sirena sampai di rumah sakit, dia langsung pergi menemui seseorang yang sudah menunggu dia di taman rumah sakit.
"Hai, maaf sudah membuatmu menunggu lama," ucap Sirena menghampiri orang yang duduk di bangku taman.
"Ehh udah datang, sini duduk dulu, enggak kok aku juga baru sampai," balas orang itu.
"Jadi aku harus gimana?" tanya orang itu yang tak lain adalah Ivan, laki laki yang kemaren ngobrol dengan Sirena.
"Emm... apa kamu yakin mau bantuin aku?" tanya Sirena.
"Iya aku yakin, aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan karena adik aku ada di posisi kamu," balas Ivan.
"Jadi apa yang harus aku lakukan?" lanjut Ivan.
"Emm.... boleh gak kalau kamu pura pura jadi selingkuhan aku?" meskipun agak ragu, tapi Sirena berhasil mengatakannya di depan Ivan.
"Hah, kamu yakin?" kaget Ivan.
__ADS_1
"Iya aku yakin, mungkin dengan cara ini dia bisa benci sama aku dan bisa menceraikan aku," balas Sirena mantap.
"Sebaiknya kamu pikir pikir dulu deh, takutnya nanti kamu malah nyesel lho," saran Ivan, dia tak ingin menjadi perusak rumah tangga orang.
"Aku sudah memikirkannya seharian ini, dan aku sudah yakin dengan rencana aku," balas Sirena.
"Apa gak sebaiknya kamu katakan yang sebenarnya saja kepada suami kamu, aku yakin pasti dia juga akan bisa menerima keadaan kamu," saran Ivan.
"Mungkin iya dia bisa menerima keadaan aku sekarang, tapi bagaimana nanti? Semua orang pasti akan ada rasa jenuh dan ingin memiliki keturunan, apalagi dengan kedua orang tuanya yang sangat sangat menginginkan cucu secepatnya. Aku gak yakin bisa memberikan kebahagiaan untuk mereka, yang ada nanti aku malah menjadi aib buat mereka." Sirena menatap kosong ke depan.
"Ya sudah aku mau bantuin kamu," balas Ivan yang akhirnya menyetujui permintaan Sirena.
"Kamu seriusan?" tanya Sirena tak percaya dan di balas anggukan oleh Ivan.
"Terimakasih, terimakasih sudah mau menolongku," lanjut Sirena senang.
"Iya sama sama," balas Ivan.
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita lakukan sekarang, ayo kita pergi cari hotel, nanti aku akan mengaktifkan handphone dan aku yakin kalau dia pasti akan melacak keberadaanku," ajak Sirena mengajak Ivan untuk pergi mencari hotel untuk check in.
"Oke bentar aku ambil dompetku di dalam dulu, kamu tunggu aku di parkiran saja," balas Ivan dan di angguki Sirena.
Ivan pun segera pergi masuk ke dalam rumah sakit menuju ruangan adiknya, sedangkan Sirena dia langsung pergi menuju mobilnya berada.
Mereka berdua pergi menuju hotel terdekat dan langsung melakukan check in, tapi sebelum itu Sirena sudah memboking keamanan di hotel itu agar nanti ketika ada kegaduhan tidak ada yang tahu, karena nanti namanya sebagai model bisa terseret kalau sampai ada yang tahu rencana ini.
Sampai di kamar, Sirena langsung mengaktifkan handphonenya kembali dan tak lupa data lokasinya juga dia nyalakan.
Cinta yang mendapatkan alamat lokasi Sirena saat ini pun langsung menghubungi Ronald untuk datang ke sana, dan Ronald pun langsung pergi menuju lokasi yang cinta kirimkan kepadanya.
Ronald mengernyit bingung saat menyadari kalau alamat itu adalah sebuah hotel, untuk apa istrinya di sana, pikir Ronald.
Ronald juga meminta cinta untuk datang ke sana juga untuk menemani dirinya mencari Sirena, dan cintapun setuju karena dia juga khawatir dengan keadaan bos nya.
...***...
__ADS_1