
"Halo sayang?"
"Iya? Ada apa?"
"Kamu bisa kerumahku? aku sendiri, Bunda, Ayah, dan Lea pergi ke rumah nenek."
"Kamu tidak ikut?"
"Tidak."
"Ya sudah aku akan segera kesana, bersama teman-temanku dan teman-temanmu untuk mengadakan bakar bakaran di belakang rumahmu."
"Oke, tapi aku gak ada persediaan jangung, ayam, dan daging. jangankan makanan arang pun gak ada"
"Aku yang akan membelikan semuanya."
"Oke sayang aku tunggu."
Setelah bertelfonan Alin segera membereskan beberapa ruangan yang akan di tempati teman temannya.
Kurang dari satu jam mereka sudah berkumpul di depan pagar. Alin pun berlari kecil untuk menemui kekasihnya itu.
"Pak tolong bukakan pagarnya, aku yang mengundangnya" Alin tersenyum ke arah satpam rumahnya itu.
Pak Endang pun membukakan pagar beberapa motor pun masuk dan 2 mobil pun ikut masuk,
"Pak ikut masuk? Kami mau bakar jangung dan ayam" tawaran itu keluar dari bibir Desta.
"Tidak usah Den, Bapak di sini saja. Tugas Bapak menjaga bukan malah ikut nimbrung."
"Pak Endang kunci aja atau gembok biar gak ada yang masuk atau panggil Pak Dadang"
"Gak usah Non. dibikinin kopi sama Non Alin aja Bapak bahangia. tapi biasanya dibikinin sama Non Lea sih"
__ADS_1
"Ya usah nanti aku bikinin ya Pak."
"Iya Non makasih."
Desta dan Alin pun berjalan bergandengan tangan. masuk kedalam rumah dan ternyata para teman temannya itu sedang rebahan, numpang Wi-Fi, live streaming, foto-foto, dan berbagai kesibukan yang mereka kerjakan.
"Gue bukan nyuruh kalian buat main hp gilak!" teriak Desta
"Iya tau!" ucap serempak.
"Cowok bantuin gue buat bakar jagung, ayam, daging, dan beberapa makanan lainnya. buat Ciwi-Ciwi maha benar kalian bikinin bumbu ayam dan daging sekalian masak nasi."
Setelat teriak Desta mereka berjalan menuju ruang masing masing. Cowok ke lapang belakang Ciwi maha benar ke dapur dan beberapa Ciwi membereskan ruangan.
"Kalian bikin sendiri ya, gue mau ke depan kasih kopi buat Pak Endang."
"Siap Bu Boss!" teriak serempak.
pletakk.. "Ih apaan sih lo" pletakan dan ucapan itu keluar dari mulut Mega.
"Ih sayang kok kamu gitu sih sama akoh" mulai lah uga dengan manja nya.
"Sorry, gue sih gak mau punya Cowok yang Manja dan Lemes kayak lo!" sekali lagi itu adalah ucapan Mega.
***
"Hah? ada Pak RT sama Pak Nais, Ada apa yah?" tanyaAlin sambil memberi nampan berisikan beberapa bungkus kopi dan termos yang diisi air panas.
"Bertamu ke Pak Endang Non." ucap Pak Endang yang membantuku menaruh nampan tadi.
"Sekalian kalau mau minum kopi ambil saja yah. gelas masih ada di lacikan Pak?"
"Masih kok Non."
__ADS_1
"Terimaksih Alina" ucap pak Rt.
***
"Wanjai des, enak banget ya lo punya calon istri yang kek gini" ucap cecep sambil melirik ke arah Alin.
Desta tak membalas ucapan cecep karena semakin di balas semakin banyak pujian yang Desta dapatkan dari cecep. Dan semakin banyak pujian dari cecep pipi Alin semakin memerah, itu membuat Desta cemburu.
"Nanti kapan-kapan bakar-bakaran lagi yah di rumah kamu, enak banget tau bumbu buatan aku dan hasil bakarannya Rio" ucap Mega sambil melirik ke arah Rio dan di balas senyuman oleh Rio.
"Sayang kamu mah ih!" ucap Uga yang kembali bermanja.
"Udah deh Ga, Meg. kalian kayak anak kecil tau gak." ucap Desta.
"kalian jangan pulang yah tidur disini aja, buat Cowok yang selalu SALAH tidur di bawah yah."Ucap Alin yang di pertegas saat menyebutkan salah.
"Terus kita?" tanya Mega.
"Kalian tidur di kamarku, kita skincare-an nonton drakor, film, dan lainnya yah" ucap Alin.
Mereka pun langsung menuju tempat yang sudah di perintahkan oleh tuan rumah.
**Kalian jangan samapai lupa buat Like.
Vote poin, Vote koin dan Rat nya bintang 5 yaa. -Jangan jadi SILENT READERS!!-
Ini cerita Non-Fiksi, Nyata, Fakata, Ada didunia ini. Tapi aku sedikit merubahya.
Mingg 10-Mei-2020
Amelia Firdaus🌻
Ig: @amelia.ficha**_
__ADS_1