Bahagiamu Bahagiaku

Bahagiamu Bahagiaku
#31


__ADS_3

Selesai makan pesanan mereka, mereka berdua yang tak lain adalah Sirena dan cinta saling diam, karena bingung ingin memulai bicara dari mana.


"Emm...." dehem keduanya bersamaan.


"Kamu duluan saja," ucap Sirena menyuruh agar cinta bicara duluan.


"Mbak Siren saja duluan," balas cinta menyuruh agar Sirena yang berbicara lebih dahulu.


"Kamu saja, sepertinya kamu ingin berbicara penting," balas Sirena.


Cinta pun akhirnya menarik nafasnya dalam terlebih dahulu sebelum mulai berbicara.


"Sebelumnya aku ingin meminta maaf sama mbak Siren," ucap cinta di awali permintaan maaf dahulu.


"Kamu minta maaf terus perasaan, ya udah saya maafin meskipun belum tahu apa yang membuat kamu meminta maaf sama aku," balas Sirena.


"Itu, a-aku semalam...."


"Kalau soal kejadian yang semalam kamu gak perlu meminta maaf, itu semuanya salah aku, kamu gak ada salah di sana," potong Sirena.


"Bukan kak, bukan yang di hotel,"

__ADS_1


Salah satu alis Sirena terangkat, seolah dia bertanya emang ada apa lagi selain di hotel.


Cinta yang mengerti pun langsung berbicara jujur, sejujur jujurnya.


"Semalam aku ada ons dengan tuan Ronald," ungkap cinta jujur.


Sirena yang mendengar itupun langsung terdiam bak patung, dia bingung harus berekspresi seperti apa, ingin marah tapi kemaren Ronald sudah menalak dirinya, tapi hatinya sangat sakit mendengar itu.


"Aku minta maaf mbak, aku semalam nganterin tuan pergi ke club, tuan mabuk berat di sana terus saya antar ke rumah kalian, terus dalam keadaan setengah sadar tuan mengira kalau aku itu mbak Siren, dan aku juga tidak bisa kabur semalam, karena tenaga tuan yang lebih besar dari pada aku."


"Sekali lagi aku minta maaf mbak, mbak boleh pecat aku tapi tolong maafkan aku," lanjut cinta, dia merasa sangat bersalah kepada Sirena.


"Mbak Siren gak marah sama aku?" tanya cinta.


"Buat apa aku marah, dia sudah bukan jadi suami aku lagi, kemaren dia sudah menalak aku, ya meskipun dalam pengadilan belum, tapi secara agama sudah kan."


"Malah seharusnya aku itu marah sama dia karena dia sudah menghancurkan masa depan kamu, sekarang dia di mana, apakah dia gak mau tanggung jawab sama kamu setelah apa yang sudah dia perbuat?" lanjut Sirena.


"Aku gak tahu mbak, tadi pagi aku kabur dari sana karena merasa tubuhku ini sudah sangat kotor, aku pulang ke apartemenku sendiri," balas cinta.


"Kenapa kamu malah kabur, seharusnya kamu minta dia untuk tanggung jawab,"

__ADS_1


"Tidak perlu mbak, tuan Ronald juga melakukannya dalam keadaan tidak sadar, mungkin ini sudah menjadi takdir aku,"


"Terus kamu mau apa sekarang, bagaimana kalau nanti kami hamil?" tanya Sirena yang tidak setuju dengan keputusan cinta.


"Itu tidak mungkin mbak karena karena cuma terjadi sekali," balas cinta yakin.


"Tapi aku gak suka dengan jalan pikiran kamu, sebaiknya kamu temui dia dulu bicarakan ini baik baik," saran Sirena.


"Tidak perlu mbak, aku yakin aku tidak mungkin hamil."


"Tapi kalau itu beneran terjadi gimana, gimana dengan anak kamu?"


"Terimakasih mbak Siren sudah baik banget sama aku, tidak mungkin aku tega meminta tanggung jawab kepada pasangan mbak Siren. Aku banyak salah sama mbak Sirena, kalau mbak Siren mau pecat aku gak papa mbak," balas Sirena yang tidak mungkin menikung Sirena dari belakang.


"Tidak perlu saya pecat kamu juga sebentar lagi akan berhenti bekerja," balas Sirena.


"Maksud mbak Siren gimana?" tak mengerti cinta.


"Aku akan hiatus untuk waktu yang cukup lama setelah pemotretan terakhir ini,"


...***...

__ADS_1


__ADS_2