
Ronald sampai di apartemen milik cinta, dia segera mengetuk pintu apartemen itu tapi lama tak ada yang membukakan pintu untuknya.
Tok tok tok.
"Cinta buka pintunya cinta, kamu ada di dalam kan?" ucap Ronald sambil terus mengetuk pintu apartemen cinta berharap ada yang akan membukakan.
Hingga puluhan ketukan tak juga membuat pintu apartemen cinta terbuka, Ronald pun menghentikan ketukan itu.
"Sepertinya dia memang tidak ada di dalam," gumam Ronald menatap pintu apartemen cinta.
Ronald pun melangkahkan kakinya pergi dari sana, dia juga mencoba untuk menghubungi nomor cinta tapi tak kunjung di jawab, bahkan di panggilan terakhir yang dia coba, nomor cinta malah tidak aktif, Ronald yakin pasti cinta sengaja melakukannya karena tidak ingin berbicara dengan dia.
"Kamu tunggu aku, aku akan mencari kamu," ucap Ronald dan langsung masuk ke dalam mobilnya karena kebetulan dia sudah sampai di parkiran mobilnya.
Ronald melajukan mobilnya entah menuju kemana, yang pasti dia akan terus mencari keberadaan cinta untuk menyelesaikan masalah yang sudah dia buat, Ronald tak ingin menjadi lelaki yang pengecut, yang berani berbuat tapi tidak tanggung jawab.
__ADS_1
...**...
Sementara itu, di tempat cinta dia tengah berada di private room yang ada di salah satu restoran mewah yang ada di kota itu. Cinta tengah menunggu kedatangan Sirena, tadi dia sudah menghubungi Sirena untuk memintanya bertemu dengan dia di sana.
"Maaf tuan, saya tak mau lagi berurusan dengan anda, ini sudah terlalu sakit untuk saya," ucap cinta menatap handphonenya yang baru saja dia nonaktifkan karena terus terusan mendapatkan telfon dari Ronald.
Ceklek.
Pintu private room itu terbuka, dan menampilkan pelayan yang datang menggantarkan Sirena yang baru saja datang.
"Enggak kok mbak, aku juga tadi baru sampai," balas cinta.
Sirena pun duduk di hadapan cinta, dia menatap cinta dengan serius karena dia yakin pasti cinta ingin berbicara serius dengan dia sampai sampai harus di tempat yang sangat private seperti ini, padahal Sirena tahu sendiri kalau cinta itu tidak suka tempat yang seperti ini karena harganya pasti mahal.
"Emm... mbak, sebenarnya...."
__ADS_1
"Kita pesan makan dulu yuk, aku lapar nih dari tadi belum makan, kamu sih pakai acara gak masuk kerja segala jadi gak ada yang menyiapkan aku makan kan," potong Sirena mengajak cinta untuk makan dahulu.
Karena akan lebih enak berbicara di saat perut kenyang dari pada kelaparan.
"Hehehe iya mbak ayo, maaf tadi aku gak sempet kasih kabar dulu ke mbak Siren kalau aku gak masuk," balas cinta yang merasa tidak enak.
"Gak papa kok santai aja, kamu kan pasti juga punya kesibukan yang lain, tapi lain kali kalau gak bisa datang kerja kamu kabarin aku ya, biar aku gak kesusahan seperti tadi, soalnya gada yang bantuin," balas Sirena dengan sangat ramah.
"Iya mbak, sekali lagi aku minta maaf, lain kali aku janji tidak akan mengulanginya lagi," balas cinta.
"Ya sudah ayo kita pesan makan dulu," ajak Sirena lagi dan memanggil pelayan untuk memesan makanan.
Mereka pun memesan makanan dan setelah itu mereka menunggu beberapa saat untuk makanan pesanan mereka datang.
Tadi cinta hanya memesankan minuman saja untuk mereka berdua, karena cinta takut kalau Sirena sudah makan jadi akan sangat di sayangkan kalau makanan yang dia pesan tidak di makan.
__ADS_1
...***...