Bahagiamu Bahagiaku

Bahagiamu Bahagiaku
#28


__ADS_3

"Hiks hiks hiks,"


Terdengar suara isak tangis seorang wanita di sebuah kamar mewah milik seorang laki-laki, dia adalah cinta.


"Aku harus segera pergi dari sini, hiks." Cinta mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai.


Semalam Ronald menggempurnya habis habisan, hingga pukul empat pagi barulah Ronald berhenti, mungkin karena efek alkohol yang ada dalam tubuhnya sudah mulai berkurang sehingga dia mulai tertidur.


Sedangkan Cinta, dia tidak bisa tidur, bahkan dia merasa sangat jijik dengan tubuhnya saat ini yang sudah sangat kotor.


Harta yang paling Cinta jaga sekarang sudah hilang, di ambil paksa oleh suami bosnya sendiri. Perasaannya hancur, Cinta tidak tahu lagi harus bagiamana, sehingga dia memutuskan untuk segera pergi dari rumah Ronald.


"Tubuh aku kotor, hiks hiks, aku sudah kotor, hiks," tangis cinta sambil terus berjalan menyelusuri jalanan pagi hari yang masih sepi menuju apartemen miliknya.


"Bagaimana nanti aku bilang sama mbak Siren, pasti mbak Siren akan marah banget sama aku, hiks hiks,"


Cinta merasa bersalah kepada Sirena karena sudah main bersama suaminya, meskipun Cinta tahu kalau pernikahan Sirena dan Ronald akan berakhir, tapi tetap saja dia merasa bersalah kepada Sirena yang sudah sangat baik kepada dirinya.

__ADS_1


Apalagi setelah kejadian ini mungkin saja perceraian di antara rumah tangga Sirena dan Ronald itu akan semakin cepat terlaksana, dan Cinta jadi ikutan merasa kalau dirinya ikutan berada dalam masalah perceraian mereka.


Hingga sampai di apartemennya Cinta masih terus menangis, Cinta langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat sangat kotor menurut dirinya.


"Hiks hiks, maafkan aku mbak, maaf...." ucap Cinta di bawah guyuran air shower.


Cinta menggosok tubuhnya untuk menghilangkan jejak yang Ronald tinggalkan tapi itu sangat sulit, yang ada malah membuat tubuhnya semakin merah.


"Aku kotor, aku udah gak suci lagi, hiks hiks,"


Cinta mengacak acak rambutnya sambil menangis tersedu-sedu meratapi dirinya yang sudah tidak pantas lagi untuk siapa siapa.


Entah apa yang nanti akan dia lakukan setelah ini, apakah ada laki laki yang masih mau dengan dirinya setelah ini.


Cukup lama cinta mandi, hingga cinta merasa tubuhnya yang sudah mulai menggigil, barulah cinta mengakhiri mandinya.


...***...

__ADS_1


Sementara itu, di posisi Sirena dia baru saja membuka matanya setelah semalaman dia menangis.


Semalam dia meminta Ivan untuk menggantarkan dirinya pulang ke rumahnya sendiri, dan setelah itu dia menyuruh Ivan pulang.


Di rumah itu Sirena hanya seorang diri, sehingga dia sangat bebas menangis di dalam kamarnya tanpa takut ada orang yang mengetahui keadaannya.


Mungkin karena kelelahan menangis, Sirena pun tertidur dan baru bangun pukul tujuh pagi dengan keadaan mata yang sangat sembab.


"Semangat Siren, ayo mulai hari ini kau harus memikirkan kesehatan tubuhmu. Tidak lama lagi setelah pekerjaanmu selesai kau bisa langsung berangkat melakukan operasi di luar negri," ucap Sirena menyemangati dirinya sendiri di depan cermin yang menampilkan wajahnya yang sangat menyedihkan.


"Sudah cukup kau menangis semalaman, ini jalan yang kau pilih, jadi kau harus siap dengan semuanya. Dia akan bahagia tanpa kehadiranmu, jadi kau juga harus ikutan bahagia, karena kebahagiaannya adalah kebahagiaanmu." lanjut Sirena.


Setelah puas memberikan kata kata semangat untuk dirinya sendiri, Sirena langsung pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya sebelum memulai harinya kembali.


Meskipun keadaan hatinya masih sedih, tapi dia juga harus profesional, ada pekerjaan yang sudah menunggu dirinya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2