
"Oow.. ini suami Bu Yura?" ucap Adrian melihat Adam dengan Inten membuat Adam merasa tidak nyaman.
"Maaf Anda siapa?" tanya Adam dengan pandangan tidak suka.
"Ini Pak Adrian dan Pak Adrian ini yang sekarang menggantikan Pak Bima sebagai pimpinan PT. Buana yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita, Mas!" Jawab Yura.
"Bekerjasama dengan perusahaan kita? Bukankah kita akan bekerjasama dengan PT. Sinar Mas?" ucap Adam.
"Tidak Mas, saya sudah memutuskan untuk bekerjasama dengan PT. Buana. Dan kami akan segera Melakukan tanda tangan perjanjian kerjasama." jelas Yura.
"Yura, kamu kenapa sulit sekali untuk di kasih tau. Sudahlah sebaiknya kita pulang sekarang," ucap Adam berlalu.
"Mas Adam, tunggu!" panggil Yura namun tak di hiraukan Adam.
"Pak Adrian maaf, saya harus segera pulang. permisi! Aditya kita pulang nak!" Yura menggandeng tangan Aditya.
Adrian memperhatikan Yura yang pergi bersama Aditya.
Adrian kembali ke mobil dan meminta sekertarisnya untuk mencari tau seperti apa Adam itu.
"Baik Pak, saya mengerti," jawab Fajar sekertaris sekaligus orang kepercayaan Adrian.
***
"Apa kamu kenal dengan orang tadi?" tanya Adam di dalam mobil.
"Siapa Mas?" Pak Adrian maksud Mas Adam?" tanya Yura.
"Iya, sepertinya kalian sudah saling kenal sebelumnya? saya lihat pandanganmu ke kamu cukup berbeda," ucap Adam.
"Benarkah? tapi aku merasa biasa saja, Mas. Kami juga baru pertama kali bertemu." jawab Yura.
"Itu sebabnya aku tidak suka kamu kembali bekerja, kamu itu cantik. pasti akan ada laki-laki yang jatuh cinta sama kamu! Ingat Yura aku tidak akan pernah mentolerir yang namanya perselingkuhan," Tegas Adam.
"Lalu bagaimana dengan kamu, Mas?" tanya Yura.
__ADS_1
"Apa maksud kamu?" tanya Adam melihat Yura.
"Bagaimana jika kamu yang selingkuh? Apa aku boleh tidak mentolerir juga? Apa kira-kira hal yang sama akan berlaku jika ternyata kamu yang selingkuh?"
"Hahaha.. Aku tidak akan melakukan hal sebodoh itu untuk apa aku selingkuh? Kamu sudah memberikan segalanya untukku, tidak mungkin aku akan selingkuhan! lagipula tidak akan ada wanita yang lebih baik dari pada kamu, sayang!" ucap Adam dan Yura hanya tersenyum melihat suaminya yang begitu pandai berdusta. Jika saja saat itu Yura tidak melihat secara langsung perselingkuhan suaminya, mungkin sampai saat ini Yura akan percaya jika Adam benar-benar mencintai dirinya.
"Ma, Pah, Aditya ingin makan pizza," ucap Aditya.
"Okay sayang, kita akan beli pizza," jawab Adam melakukan minion ke sebuah restoran pizza.
"Sudah sampai kita turun sayang!" ucap Adam membukakan pintu untuk Aditya.
"Adam, kenapa kamu tidak bahagia? ini kita kan sudah beli pizza, kenapa cuma di lihatin?" tanya Yura saat melihat Aditya terlihat murung.
"Tadi Aditya belum selesai membaca bukunya tapi udah keburu pulang," jawab Aditya.
"Maaf ya sayang, lain kali kita ke sana lagi," ucap Adam.
"Benar ya yah.. karena Aditya harus segera mempelajari buku itu," ucap Aditya.
"Memang buku apa yang ingin Aditya pelajari?" tanya Adam.
Selama ini Yura memang tidak menceritakan kekeh Aditya pada Adam. Dan meminta Aditya untuk tidak menunjukkan kempuannya memahami buku yang belum semestinya dia pelajari.
"Aditya, ayo di makan dulu pizza nya nak," Yura mengambilkan pizza dan mencoba mengalihkannya pembicaraan.
***
Hari ini Ardian akan bertemu dengan Yura untuk menandatangani surat perjanjian kerjasama antara perusahaan Yura dan perusahaan yang Ardian pimpin.
"Pak Ardian, ini data tentang Pak Adam yang Bapak minta beberapa hari yang lalu!" Fajar memberikan informasi data di dalam mobil sebelum berangkat ke kantor Yura.
"Jadi dia bermain-main di perusahaan mertuanya sendiri? Gila..! benar-benar gila. Bisa-bisanya dia melakukan ini semua. Dan ternyata selingkuhan laki-laki ini juga bekerja di peristiwa yang sama dengan mereka?" gumam Ardian tidak habis pikir
Bagaimana laki-laki seperti Adam masih di pertahanankan. Ardian heran sebenarnya apa yang Yura lihat dari laki-laki seperti Adam.
__ADS_1
Ardian sampai di tempat yang sudah mereka tentukan untuk melakukan perjanjian kerjasama.
Dan setelah mempelajari proposal Yura menandatangani surat perjanjian kerjasama perusahaan mereka.
"Apa Bu Yura sama sekali tidak mengingat saya?" tanya Ardian setelah menerima kembali MoU dari Yura.
"Apa maksud Pak Ardian? apa sebelumnya kita sudah pernah bertemu?" tanya Yura.
"Benar! kita sebenarnya sudah pernah bertemu sekitar empat atau lima tahun yang lalu," jawab Ardian tersenyum.
"Benarkah? Maaf saya tidak mengingat semuanya! Memang dimana sebelumnya kita bertemu?" tanya Yura.
"Kita bertemu di sebuah hotel, tepatnya saat Bu Yura pingsan ketika melihat suami Bu Yura sedang berada di dalam kamar dengan seorang wanita," jawab Ardian.
"Apa..Pak Ardian ini laki-laki itu?" tanya Yura.
"Tepat sekali Bu Yura, saya adalah laki-laki yang menolong dan membawa Bu Yura ke kamar saya. Tapi tiba-tiba, Bu Yura pergi begitu saja ketika sadar?" jawab Ardian.
"Maaf Pak Adrian, saat itu saya tidak bisa berpikir dengan jernih. Tapi bagaimana bisa Pak Adrian masih mengingat saya?" tanya Yura.
"Mana mungkin saya melupakan wanita yang unik seperti Bu Yura,"
"Maksud Pak Adrian,"
"Hehehe.. jujur saya heran dengan cara pikir Bu Yura, bagai bisa membiarkan suaminya tetap berada di dalam kamar dengan wanita lain sedangkan Bu Yura justru pingsan dan tidak berbuat apa-apa. Dan yang lebih membuat saya heran. Ternyata Bu Yura masih bersama dengan laki-laki itu." ucap Ardian.
"Maaf Pak Adrian, itu masalah keluarga saya dan sepertinya saya tidak perlu menceritakan masalah keluarga saya pada Ardian. Karena kita juga tidak cukup dekat untuk berbagi masalah pribadi bukan? Jadi saya harap, masalah ini tidak perlu kita bahas lagi." ucap Yura.
"Baiklah, jika itu kemauan Bu Yura! Saya hanya ingin memperingatkan pada Bu Yura untuk lebih berhati-hati, ini bukan masalah perselingkuhan Pak Adam tapi tentang kinerja Pak Adam.Saya yakin Bu Yura sudah mengetahui jika Pak Adam menggelapkan uang perusahaan, tapi saya tidak tau alasan apa yang membuat Bu Yura masih menutupi kejahatan yang telah Pak Adam lakukan," ujar Ardian.
"Masalah itu, Pak Ardian juga tidak perlu khawatir! saya akan menangani permasalahan ini. Dan yang pasti, saya akan memastikan jika Pak Ardian tidak akan mengalami kerugian apapun juga, Ternyata Pak Ardian cukup teliti bahkan sampai menyelidiki keadaan perusahaan, ya?" ucap Yura.
"Jangan salah paham pada saya Bu Yura! Saya hanya sedikit khawatir karena biar bagaimana perusahaan kita sekarang bekerjasama! tentu saja saya tidak ingin jika perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan saya ternyata bermasalah,"
Happy Reading^
__ADS_1
Jangan lupa, like, coment, Vote, bunga dan kopinya ya sayang๐
Selalu thor ingatkan akan ada giveaway untuk lima pemberi dukungan terbanyak di akhir cerita, dengan syarat bagi yang sudah memfollow akun Qurrotaayun dan jangan lupa klik favorit ๐ ya๐๐