Bahtera Cinta Kita

Bahtera Cinta Kita
Chapter 23


__ADS_3

Hari terus berlalu, Kini Yura dan Aditya sudah terbiasa menjalani kehidupan tanpa Adam. Meskipun sesekali Aditya menanyakan keberadaan Adam tapi Yura selalu bisa memberi alasan agar Aditya memahami situasinya.


"Aditya tadi Bunda sudah bicara dengan guru di sekolah kamu, karena pura guru melihat kemampuan kamu yang melebihi teman-teman kamu pada umumnya, mereka mengijinkan agar kamu bisa mengikuti pelajaran di kelas enam." ujar Yura yang kini mulai berdamai dengan keadaan dan mengijinkan Aditya untuk untuk mengikuti beberapa Olimpiade.


Aditya sudah banyak sekali mendapat piala penghargaan yang pastinya membuat Yura bahagia tapi juga sedikit cemas. beruntung ada Ardian yang selalu memberi dukungan pada Yura dan Aditya.


Ya sedekat itulah sekarang hubungi Yura dan Ardian. sekarang mereka menjadi semakin dekat. Ardian juga terlihat sangat menyayangi Aditya. bahkan Ardian sering membawa Aditya ke kantornya hingga membuat para karyawan bergosip tentang Ardian yang di sangka memiliki anak di luar nikah.


"Jadi benar Ma? Aditya boleh belajar di kelas enam? kalau langsung ke SMA boleh tidak Ma?" tanya Aditya senang.


"Hahaha.. kamu ini Aditya, baru juga di ijinkan naik kelas eman sudah mau ke SMA saja," sahut Ardian mengusap kepala Aditya.


"Habisnya pelajaran anak SD cuma gitu-gitu saja, Aditya ingin pelajaran yang belum Aditya pahami," jawab Aditya.

__ADS_1


"Tidak boleh seperti itu sayang, itu namanya sombong. Anak Mama tidak boleh sombong seperti itu," ucap Yura.


"Iya Ma, maafkan Aditya," ucap Aditya menyesal.


"Iya sayang, jangan di ulangi ya. Harus selalu rendah hati, tidak boleh sombong," ucap Yura.


"Ma, Aditya ngantuk," ucap Aditya menguap.


"Ya sudah, Aditya tidur dulu di kamar sama Mbak Lina ya," ucap Yura.


"Yura, apa kamu belum ada niat untuk mencari Ayah baru untuk Aditya?" tanya Ardian.


"Kenapa saya harus mencari Ayah baru? Aditya kan masih punya Ayah. Setelah ayahnya keluar dari penjara mereka akan bertemu kembali," jawab Yura.

__ADS_1


"Yura, kamu tak ada niat untuk kembali lagi dengan laki-laki itu kan?" tanya Ardian.


"Kenapa Pak Ardian terlihat sangat penasaran dengan kehidupan pribadi saya?" tanya Yura.


"Bu Yura, sebenarnya, sebenarnya saya ingin, saya ingin meminta Bu Yura untuk menikah dengan saya. saya janji akan berusaha menyayangi Bu Yura dan juga Aditya." ucap Ardian membuat Yura tercengang.


"Ke-kenapa tiba-tiba pak Ardian katakan seperti itu?" tanya Yura tak menyangka jika Ardian akan mengatakan semua ini. mereka memang cukup dekat tapi sampai saat ini Yura belum membuka hatinya untuk laki-laki manapun.


"Sebenarnya sudah lama saya jatuh hati dengan Bu Yura," jawab Ardian.


"Maafkan saya Pak Ardian. Tapi saya belum bisa untuk membuka hati saya kembali. Saat ini saya hanya ingin fokus membesarkan Aditya dengan baik," jawab Yura menolak pernyataan cinta dari Ardian.


"Saya paham Bu Yura dan saya juga tidak akan memakasa. Saya hanya berharap suatu saat nanti hati Bu Yura akan terbuka untuk saya. Dan saya akan menunggu hingga waktu itu tiba," ucap Ardian.

__ADS_1


"Maaf tapi sebaiknya Pak Ardian tidak terlalu berharap. saya tidak ingin bapak kecewa. Karena saya sendiri juga tidak tau apakah saya bisa kembali membuka hati saya yang sudah pernah terluka," ucap Yura yang sudah pernah terluka cukup dalam.


__ADS_2