
"Pak Ardian, Terima kasih karena bapak sudah banyak membantu saya kali ini. Jujur saja, jika tadi Pak Ardian tidak membantu saya, mungkin saat ini saya sedang dalam masalah," ucap Yura.
"Jangan sungkan Bu Yura, saya ikut membantu karena memang sekarang saya juga bekerjasama dengan perusahaan Bu Yura, jadi wajar kalau saya tidak ingin ada kekacauan dalam perusahaan ini," jawab Ardian.
"Apapun alasannya saya tetap harus berterima kasih pada pak Ardian," ucap Yura.
"Sebagai ucapan Terima kasih dari saya, malam ini saya ingin mengundang pak Ardian untuk makan malam bersama, bagaimana apa Pak Ardian bisa?" tanya Yura.
"Malam ini ya? Nanti saya lihat jadwal saya dulu, nanti saya akan kabari Bu Yura lagi," ucap Ardian berlalu dan sedikit tersenyum.
Yura melihat kepergian Ardian hingga tak terlihat lagi punggungnya.
Yura kembali ke dalam ruangan kantornya dan menjatuhkan tubuhnya di kursi kerja seraya memijit pelipisnya.
Yura sungguh tidak menyangka jika harus mengalami semua ini. Rasa sakit hati karena penghianatan Adam belum sembuh kini Yura juga harus menyelesaikan masalah kantor akibat ulah Adam.
__ADS_1
Laki-laki yang sudah di angkat derajatnya tapi justru menghancurkan dirinya berkeping-keping.
Yura bagaikan seseorang yang tertimpa reruntuhan tebing. Hati dan jiwanya hancur.
Yura tidak pernah menyangka jika laki-laki yang selama ini di percaya tega menghianati dirinya.
Lantas masih adakah laki-laki yang masih bisa di percaya? dan masih adakah laki-laki yang bisa mencintai seorang dengan tulus? Hal itu yang selalu ada di benak Yura saat ini.
Lebih tepatnya, mungkin saat ini Yura sedang kehilangan kepercayaan terhadap laki-laki. Dan memandang laki-laki tidak ada yang bisa di percaya.
****
"Ada di kamar sedang tidur," jawab Bu Galuh yang sedang asyik berkirim pesan dengan teman-temannya di grub whatsapp.
"Oh, kalau papi ada di mana Mi?" kembali Yura bertanya.
__ADS_1
"Papi lagi pergi mancing ke laut bersama teman-temannya," jawab Bu Galuh tanpa berpaling dari ponselnya.
"Mami lagi apa sih itu? Sepertinya asyik sekali?" tanya Yura melihat maminya senyum-senyum sendiri di depan layar ponselnya.
"Oh, ini lho. Mami lagi membahas acara liburan ke Singapura besok pagi," jawab Bu Galuh.
"Besok pagi? Maksud besok pagi Mami mau liburan ke Singapura?" Yura memastikan perkataan maminya.
"Iya, besok pagi teman-teman Mami pada ngajak liburan ke Singapura," jawab Bu Galuh.
"Terus Aditya bagaimana kalau Mami pergi?" Yura bingung lantaran maminya tidak memberitahu jauh hari tentang acara liburannya.
"Bagaimana ya? Apa kamu bawa saja Aditya ke kantor. Lusa papi juga sudah pulang kok," jawab Bu Galuh.
"Seharusnya Mami kasih tau Yura dari kemarin-kemarin Mi, biar Yura bisa ambil cuti. Kalau dadakan kayak gini kan Yura juga yang repot, mana papi juga tidak ada di rumah lagi," gerutu Yura.
__ADS_1
"Iya deh, maafin Mami. Mami juga tidak tau kalau besok mau ke Singapura. acaranya dadakan. ini tadi ada yang usul langsung jadi aja," kilah Bu Galuh.
Yura sangat mengerti jika maminya yang memang ibu-ibu sosialita seringkali mengadakan acara liburan ke luar negeri, hingga mungkin tidak akan bisa jika di mintai tolong untuk selalu menjaga Aditya.