
Hari ini perusahaan sedang sibuk karena Yura meminta semua data laporan keuangan setiap devisi. Semua kecurangan berhasil di ungkap oleh tim khusus yang di bentuk oleh Yura dan bekerjasama dengan pihak yang berwajib.
Adam yang panik mendatangi Yura ke ruangannya.
"Yura," ucap Adam masuk.
"Mas Adam, ada apa? kenapa terlihat panik seperti itu?" tanya Yura.
"Kamu benar-benar membiarkan polisi membawa karyawan yang sudah banyak berjasa untuk perusahaan ini?" Adam memperlihatkan keperduliannya terhadap karyawan.
"Berjasa? Berjasa bagaimana ini Mas? Apa kita masih bisa mengatakan karyawan berjasa pada mereka yang korupsi memakan uang perusahaan, Baik sekali kamu mas, mengangap koruptor sebagai orang yang berjasa. jelas- jelas mereka sudah merugikan perusahaan." Yura tersenyum sinis.
"Tapi tidak harus melibatkan pihak berwajib juga kan? kita bisa selesaikan ini secara kekeluargaan kan, Yura? tidak usah lah bawa-bawa polisi segala! Lagipula mereka itu bekerja untuk kita sudah cukup lama. mungkin saja kan saat ini mereka khilaf," ujar Adam.
"Mas Adam tidak perlu ikut pusing memikirkan masalah ini, biar ini semua Yura dan tim investigasi yang menangani." jawab Yura tak menghiraukan ocehan Adam.
Adam yang kesal berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan Yura.
"Mas Adam," Panggil Yura menghentikan langkah Adam.
"Mas Adam sebaiknya segera persiapan semua laporan keuangan yang mas Adam pegangpegang selama ini," ujar Yura.
"Apa maksud kamu? Apa aku juga harus melakukan semua itu?" Adam tak percaya dengan apa yang diri nya dengar barusan.
"Tentu saja! semua yang terlibat masalah keuangan akan di periksa pihak yang berwajib," jawab Yura.
"Yura, aku ini suami kamu! Dan kamu itu pemilik perusahaan. Apa aku perlu melakukan semua itu? Itu sama halnya kamu mempermalukan aku sebagai suami kamu!" ucap Adam dengan nada tinggi.
"Justru karena kamu suami aku mas, Kamu juga harus berani untuk di periksa. Karena kalau kamu tidak di periksa, itu akan membuat kamu jadi bahan gunjingan karyawan di sini. Aku tidak mau hal itu terjadi. Aku ingin mereka tau, kalau kamu itu bisa sampai di posisi ini, karena memang kamu layak mendapatkan posisi ini, Mas. Bukan karena kamu suami aku," jelas Yura.
"Tapi aku tidak setuju dengan ide konyol kamu, aku ini suami kamu! jika kamu mengusiku. itu artinya kamu sudah tidak menghormati aku sebagai suami kamu lagi," Ucap Adam sedikit memberi penekanan.
"Kalau memang tidak ada apa-apa, seharusnya kamu tidak perlu sepanik itu Mas," ucap Yura.
__ADS_1
"Panik? Apa maksud kamu berkata seperti itu? siapa yang panik? Aku hanya tidak suka jika harus di perlakuan sama seperti karyawan yang lain," ucap Adam berlalu.
Yura hanya tersenyum melihat kepergian suaminya.
***
"Kurang ajar, Yura. semenjak dia kembali ke kantor. Semuanya menjadi kacau!" gerutu Adam memijat kepalanya.
"Sayang, kamu jangan diam saja dong! Kamu harus segera bertindak! Apa kamu tau, aku ini sekarang di pandang rendah sama karyawan yang lain. Ini pasti karena mereka tau, jika kamu sudah tidak bisa di andalkan." ujar Intan seraya memijit pundak Adam.
"Kamu sabar dulu sayang! beri aku sedikit waktu untuk bisa membuat Yura pergi dari perusahaan ini lagi," ujar Adam.
Klek..
Pintu terbuka.
Intan dan Adam tampak kelimpungan melihat Yura masuk ke dalam ruangan Adam.
"Em.. ini Bu, ini.. saya, saya sedang membantu Pak Adam untuk memeriksa laporan keuangan. Karena dulu saya yang membantu Pak Adam membuat laporannya," jawab Intan gugup.
"Oh, begitu! Mas Adam, aku mau pulang jemput Aditya. Nanti jangan pulang terlambat ya! ingatkan hari ini aditya ulang tahun," ucap Yura.
"Pasti ingat sayang! aku akan segera pulang!" jawab Adam tersenyum.
Yura tersenyum meskipun hatinya terasa sakit, tangannya meremas tali tasnya untuk melampiaskan rasa sakit di hatinya. Namun rasa sakit itu hanya bisa di pendamnya.
"Bu Yura, maaf. Anda sudah ditunggu oleh pihak PT. Buana untuk membicarakan masalah penawaran yang akan masuk ke outlet kita," ucap Vivi sekertaris Yura.
"Harus hari ini ya? Saya harus segera pergi untuk menjemput putra saya!" ucap Yura.
"Tapi perwakilan dari PT. Buana saat ini sudah menunggu di ruang rapat. beliau juga menyampaikan jika beliau hanya punya waktu saat ini saja, karena nanti sore beliau sudah harus meninggalkan Indonesia untuk mengurus bisnisnya yang ada di London." jelas Vivi
"Baiklah, biar saya temui sebentar," jawab Yura berjalan ke ruang meeting.
__ADS_1
Klek..
"Selamat siang, Pak.. " ucap Yura terhenti melihat sosok tampan, tinggi dan tak asing buatnya.
"Kenapa saya merasa tidak asing dengan Anda?" tanya Adrian berusaha mengingat.
"Saya juga merasa tidak asing dengan Anda, tapi di mana kita pernah ketemu?" ucap Yura berusaha mengingat tapi dirinya sama sekali tidak ingat.
"Sudahlah Mari kita bahas masalah pekerjaan saja, karena saya tau Anda sedang terburu-buru begitu juga dengan saya!" ucap Yura lagi.
Yura menjelaskan tentang keuntungan yang bisa PT. Buana dapatkan dengan bekerjasama dengan perusahaan yang saat ini Yura pimpinan.
Adrian tampak sangat tertarik untuk bekerjasama dengan perusahaan PT. Megah Store.
Adrian juga memiliki penawaran harga yang tak kalah menarik. Hingga akhirnya mereka mencapai sebuah kesepakatan untuk bekerjasama.
"Bagaimana masalah tanda tangan kontrak? Bukankah Anda akan pergi ke London?" tanya Yura.
"Tidak lama, minggu depan aku sudah kembali. kita akan mendatangi kontrak kerjasama ini setelah saya kembali dari London," jawab Adrian.
"Baiklah kalau begitu," ucap Yura berjabat tangan dengan Adrian.
Sepanjang perjalanan pulang, di dalam mobil Adrian berpikir keras untuk mengingat siapa itu Yura. karena Adrian yakin, dirinya pernah bertemu dengan Yura.
"Oh, iya. aku ingat sekarang! Bukankah dia itu wanita empat tahun lalu yang pernah aku tolong karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain di hotel? Iya benar! Itu dia. Aku yakin, Bu Yura adalah wanita yang pingsan karena mengetahui suaminya selingkuh di hotel waktu itu," gumam Adrian tersenyum karena telah berhasil mengingat Yura.
"Aku jadi penasaran, apa kabar dengan suami yang suka selingkuh itu? Tapi kenapa laki-laki itu bodoh sekali, Apa kurangnya Bu Yura? Cantik, wanita mandiri, pintar dan wanita seperti itu tidak mudah untuk di dapatkan.Tapi kenapa wanita seperti itu masih di selingkuhi? Aku jadi penasaran seperti apa laki-laki tidak tau diri itu," gumam Adrian.
Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment, Vote, bunga dan kopinya ya sayang๐
Selalu thor ingatkan akan ada giveaway untuk lima pemberi dukungan terbanyak di akhir cerita, dengan syarat bagi yang sudah memfollow akun Qurrotaayun dan jangan lupa klik favorit ๐ ya๐๐
__ADS_1