
Di bawah kepemimpinan Yura, kini Yura merombak semua susunan perusahaan yang lama termasuk perombakan karyawan besar-besaran. banyak karyawan yang di nilai berprestasi dan berdedikasi tinggi untuk perusahaan naik jabatan, tapi hal berbanding terbalik dengan Intan. Yura memindahkan intan ke lantai bawah, yang artinya kini Intan hanya staf biasa. Bukan lagi sekertaris wakil Direktur.
"Mas, apa-apaan ini? kenapa aku di turunkan menjadi staf lagi? Aku tidak Terima Mas! Aku mau kembali menjadi sekertaris kamu!" ucap Intan kesal karena keputusan yang sudah di buat oleh Yura.
"Apa sih sebenernya yang Yura inginkan, kenapa sekarang dia berani mengganggu staf ku," gumam Adam geram lantaran, banyak staf Adam yang di pindahkan ke divisi lain. Bahkan ada beberapa karyawan pilihan Adam yang di pecat.
"Kamu sabar dulu, aku akan mengembalikan posisi kamu lagi seperti sedia kala." ucap Adam.
Hari ini Yura sedang mengadakan rapat dengan seluruh pemegang saham namun di dalam rapat, Adam kembali membuat ulah, Adam merasa jika Yura sama sekali tidak menghargai dirinya.
Adam berdiri ingin meninggalkan ruang rapat karena merasa tidak ada yang menghargai dirinya di sana.
"Pak Adam, silahkan duduk kembali! siapapun hari ini tidak ada yang boleh meninggalkan ruang rapat ini tanpa ijin dari saya?" ucap Yura tanpa melihat Adam.
"Baiklah kita mulai kembali rapat ini, jadi bagaimana Pak Cakra? Apakah menurut bapak harga yang di tawarkan dari PT. Buana ini cocok untuk masuk dalam outlet kita?" tanya Yura.
"Kalau menurut saya, harga yang mereka tawarkan cukup menarik. Dengan menerima brand mereka untuk masuk dalam outlet kita sepertinya itu bisa membawa keuntungan dan memberikan sentuhan warna pada outlet kita. Apalagi mereka menjanjikan disain yang kekinian." jawab Pak Cakra.
"Kali ini saya juga sependapat dengan Pak Cakra. karena sasaran market kita kali ini anak muda khususnya remaja, kita memang harus berani untuk memberi warna dan sentuhan yang berbeda dari disain yang selama ini kita gunakan. Selain offline kita juga harus berevolusi untuk merambah pasar online, jika kita tidak mengikuti perkembangan jaman, maka perlahan perusahaan kita ini akan tergerus oleh jaman. Karena itu kita harus berani mengambil langkah untuk merambah pasar online," jelas Yura.
"Saya tidak setuju, Yura!" ucap Pak Angga.
"Bisa tolong di jelaskan alasannya, kenapa Pak Angga tidak setuju?" tanya Yura.
"Departemen store kita ini sudah sejak dulu, awal berdiri ya offline dan kita tidak kekurangan pembeli, Departemen store kita ini selalu rame, untuk apa harus buang-buang waktu dengan penjualan online?" jelas Pak Angga.
__ADS_1
"Begini Pak Angga, jaman semakin maju dan modern, kita harus bisa ikut mengimbangi. Jika kita masih dengan pola yang sama bagaimana perusahaan ini bisa maju? sekarang ini orang lebih suka belanja dari rumah dari pada datang langsung ke Pusat perbelanjaan. Dan satu lagi, Apa Pak Angga sudah mempelajari hasil penjualan kita selama dua tahun belakang ini?" tanya Yura.
"Ada apa dengan hasil penjualan kita? semua baik-baik saja, justru omset penjualan kita tahun ini naik lima persen dari tahun sebelumnya," jawab Pak Angga.
"Apa bapak yakin?" tanya Yura tersenyum sinis.
"Bu Yura bisa lihat sendiri ada data-datanya, mungkin karena Bu Yura masih baru di sini jadi wajar jika Bu Yura belum sempat melihat data-data hasil penjualan kita." ucap Pak Angga.
"Apa Pak Angga juga sudah melihat keuangan kita seperti apa? dari saya masuk banyak sekali kejanggalan yang saya temui. mulai dari hasil penjualan meningkat tapi tidak dengan keuangan perusahaan kita, dari data jelas sekali perusahaan kita ini mengalami kerugian. jadi sebenarnya kemana larinya uang-uang ini?" tanya Yura.
Sementara Adam terlihat sangat panik dan bercucuran keringat dingin.
"Jangan khawatir, saya dan juga pihak yang berwajib akan membuat tim khusus untuk menyelidiki kasus ini. Dan siapapun jika ada yang bermain-main dengan uang perusahaan, maka dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya." ucap Yura dengan tegas.
"Sayang, apa kamu itu tidak terlalu keras di kantor?" tanya Adam saat mereka hendak tidur.
"Maksud Mas Adam keras bagaimana?" tanya Yura.
"Kamu bayangkan saja, kamu itu baru beberapa hari masuk kantor tapi kamu langsung menggegerkan kantor dengan membuat tim khusus seperti itu, apa itu tidak berlebihan namanya?"
"Lalu menurut Mas Adam aku harus bagaimana? Apa aku harus diam saja melihat Kecurangan yang terjadi di kantor kita? Aku tidak mungkin membiarkan begitu saja, lagipula aku heran. sebagai wakil direktur sebenarnya apa yang Mas Adam lakukan hingga tidak tau tentang semua ini?" tanya Yura.
"Maksud kamu berkata seperti itu apa? Apa kamu meragukan pekerjaan ku? tanya Adam dengan suara tinggi.
"Bukan seperti itu, aku hanya heran saja. Bagaimana tidak ada yang curiga dengan hilangnya uang di kantor dalam jumlah besar seperti itu," ucap Yura.
__ADS_1
"Sebenarnya semua baik-baik saja kok, sepertinya ada yang salah dengan cara kamu bekerja" ucap Adam.
"Salah bagaimana maksud kamu mas? jelas-jelas ada kecurangan banyak yang aku temukan," ucap Yura.
"Yura, kamu itu seorang istri. Dan lebih baik kamu itu mengurus rumah tangga saja! tidak usah lah mencoba masuk dalam perusahaan. Apalagi kamu juga memindahkan semua karyawan begitu saja tanpa konfirmasi dari aku." Adam kesal.
"Aku melakukan itu karena aku merasa mereka sudah tidak efektif dan hanya buang-buang uang untuk menggaji seseorang yang tidak bekerja dengan semestinya," ucap Yura.
"Tapi mereka itu, semua orang yang kamu pindah dan kamu pecat itu orang pilihanku semua. Apa maksudnya semua ini, Yura?" Adam kesal dengan sikap Yura.
"Benarkah? tapi aku benar-benar tidak tau kalau mereka itu orang-orang yang kamu tunjuk mas?" ucap Yura.
"Lalu intan? Apa maksud kamu memindahkan Intan ke lantai bawah sebagai staf biasa? kamu tau kan, Intan itu sekertaris aku. Tidak seharusnya kamu memindahkan dia begitu saja tanpa konfirmasi dulu dengan ku? kecuali jika kamu benar-benar sudah tidak menghargai aku lagi," ucap Adam.
"Jangan terlalu banyak berpikir Mas, sudahlah ini kan di rumah tidak seharusnya kita membicarakan masalah kantor di rumah. Sebaiknya kita pisahkan masalah kantor dan rumah ya, lebih baik sekarang kita tidur dulu," ucap Yura menarik selimut dan memejamkan matanya.
Adam menatap Yura yang sedang tidur dengan tatapan kebencian.
"Permainan kamu sudah selesai mas, sudah terlalu lama aku diam dan menahan sakit hati ini! sekarang kamu akan tau mas, Yura sudah bangkit," batin Yura.
Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment, Vote, bunga dan kopinya ya sayang๐
Selalu thor ingatkan akan ada giveaway untuk lima pemberi dukungan terbanyak di akhir cerita, dengan syarat bagi yang sudah memfollow akun Qurrotaayun dan jangan lupa klik favorit ๐ ya๐๐
__ADS_1