
"Nek, Kek, Mama kenapa sudah dua hari ini tidak menjemput Aditya? Apa Mama tidak kangen sama Aditya?" Rengek Aditya selama dua hari ini lantaran Yura tak kunjung menjemputnya.
Yura sengaja tidak membiarkan Aditya berasa di rumah orang tuanya karena tak ingin melihat Aditya sedih jika mengetahui fakta tentang ayahnya.Walaupun Aditya sering berkata baik-baik saja jika orang tuanya berpisah, tapi Aditya pasti tetep akan sedih jika mengetahui fakta ayahnya mendekam di penjara lantaran menggelapkan Dana perusahaan.
"Aditya, Mama lagi sibuk. Karena itu Mama belum bisa menjemput kamu, Aditya kan anak pintar. Jangan rewel ya sayang, bagaimana kalau kita ke perpustakaan?" ucap Bu Galuh yang tau jika cucunya ini sangat bahagia jika berada di perpustakaan.
"Baik, Nek. Aditya mau ke perpus," jawab Aditya.
"Anak pintar, tunggu di sini! Nenek akan mengambil tas dulu," ucap Bu Galuh berlalu.
"Mami mau kemana?" tanya Pak Hendri.
"Mami mau ke perpustakaan sama Aditya, Pi. Kasiha Aditya rewel terus minta di jemput Yura, tapi Papi tau kan, saat ini Yura pasti butuh waktu untuk memenangkan pikirannya, apa yang baru Yura lalui pasti sangat berat bagi dia," ucap Bu Galuh.
"Huft.. ini memang tidak mudah untuk Yura. tapi Papi sangat lega. akhirnya mata Yura sekarang terbuka. Dari awal Papi sudah mengingtkan jika Adam bukan laki-laki yang baik, tapi sifat keras Kepala Yura membuat dia tidak bisa membedakan mana laki-laki yang baik dan mana yang tidak baik," ucap Pak Hendri yang sejak awal sudah menentang hubungan mereka.
"Pi, sudah! Jangan bahas itu lagi. Saat ini yang Yura butuhkan hanya dukungan dari kita. Jangan menyalahkan pilihan hidupnya yang dulu, sekarang Mami yakin Yura akan lebih hati-hati sebelum mengambil keputusan," ucap Bu Galuh.
"Iya Mi, semoga Yura mendapatkan jodoh yang terbaik," ucap Pak Hendri.
"Tapi kalau menurut Mami, mungkinkah saat ini Yura akan fokus pada Aditya, Pi. Jadi sebaiknya kita juga jangan mendesak Yura untuk segera menikah lagi. Biarkan saja Yura fokus pada Aditya," ujar Bu Galuh.
"Apa Mama dan Papa akan benar-benar berpisah? Dan apa itu artinya, Mama akan menikah lagi?" tanya Aditya yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar, karena terlalu lama menunggu neneknya.
"Aditya! sejak kapan kamu ada di situ?" tanya Bu Galuh seketika cemas jika Aditya akan sedih.
"Sejak tadi nek," jawab Aditya.
"Aditya kakek tau, kamu itu anak yang cerdas dan sepertiny memang kita tidak perlu menyembunyikan apa-apa dari kamu lagi." ucap Pak Hendri.
"Pi.." cegah Bu Galuh menggelengkan kepala.
"Mi, biarkan Aditya tau semuanya. Karena cepat atau lambat Aditya memang harus mengetahui semua ini," ucap Pak Hendri.
"Tapi Aditya masih kecil Pi, tidak seharusnya.. "
"Nenek..! Aditya sudah mengerti kok! Aditya juga sudah pernah membahas masalah ini sama Mama. Mama memang tidak mengatakan aka berpisah, tapi Aditya tau, jika Mama tidak bahagia bersama papa karena papa sudah bersama tente Intan. Dan itu membuat Mama tidak bahagia, " ucap Aditya.
"Lalu apa kamu ingin Mama bahagia?" tanya Pak Hendri.
"Hemm.. iya kek, Aditya ingin Mama bahagia," jawabannya.
__ADS_1
Jika Aditya ingin Mama bahagia, maka biarkan Mama berpisah dari Papa kamu! Dan kamu harus menjalani hidup yang baik bersama Mama, itu yang akan membuat Mama bahagia," ujar pak Hendri.
"Iya kek, Aditya ingin Mama bahagia. Aditya akan jadi anak yang baik dan patuh," jawab Aditya.
"Anak yang baik. Sekecil kamu tak sudah begitu bijaksana," ucap Bu Galuh dengan mata berkaca-kaca.
"Ya sudah, sebaiknya kita segera berangkat ke perpustakaan," ucap Bu Galuh mengalihkan pembicaraan.
"Iya nek," jawab Aditya.
.
***
Sesampainya di perpustakaan, Aditya melihat-lihat buku otomotif yang baginya buku itu sangat menarik di bandingkan dengan buku dongeng.
Bu Galuh yang sudah mengetahui jika cucunya adalah anak yang genius tidak heran ketika cucunya ke perpustakaan bukan untuk mencari Buku cerita atau mewarnai, melainkan justru mencari buku-buku orang dewasa.
"Hai.. Aditya! Kamu di sini juga?" tanya Ardian.
"Om Ardian," ucap Aditya.
"Om Ardian temannya Mama nek," jawab Aditya.
"Perkenalkan nama saya Ardian, saya dan Bu Yura rekan kerja dan kebetulan kami menjalin kerjasama," ucap Ardian.
"Oh, saya Mamanya Yura. panggil saja tente Galuh," ucap Bu Galuh dan mereka berjabat tangan.
Ardian dan Aditya tampak begitu akrab dan membaca buku bersama.
Bu Galuh hanya memperhatikan kedekatan mereka.
Bu Galuh juga diam-diam mengambil ponsel dan Memotret mereka untuk di kirimkan pada Pak Hendri.
Dret.. dret...
Panggilan di ponsel Bu Galuh.
"Ardian tolong titip Aditya sebentar ya, tante mau menerima telpon di luar," ucap Bu Galuh.
"Iya tente, tante jangan khawatir," jawab Ardian.
__ADS_1
"Hallo, ada apa Pi?" ucap Bu Galuh menerima panggilan.
"Mami lagi sama Ardia?" tanya Bu Galuh.
"Iya, kok Papi tau kalau namanya Ardian? Apa Papi mengenalnya?" tanya Bu Galuh.
"Iya Mi, Ardian itu anaknya Fatur." jawab Pak Hendri.
"Fatur? Fatur rekan bisnis papa dulu itu bukan?" tanya Bu Galuh.
"Iya Mi, Pak Fatur rekan kerja Papi selama bertahun-tahun, Ajak saja Ardian makan di rumah, kalau ada waktu Mi," ucap Pak Hendri.
"Iya Pi, nanti Mami akan coba bicara sama Ardian, untuk makan malam di rumah,Ya sudah. Mami kembali ke dalam dulu," ucap Bu Galuh menutup panggilan.
Setelah selesai membaca Aditya yang sudah mulai mengantuk mengajar untuk pulang.
"Aditya mau pulang nek," ucap Aditya dengan mata yang sudah sangat berat.
"Aditya sudah mau pulang?" tanya Ardian.
"Iya om, Aditya mengantuk," jawab Aditya.
"Nak Ardian, bagaimana kalau ikut pulang ke rumah tante, kebetulan di rumah bibi masak banyak. Kalau tidak keberatan tante ingin mengundang nak Ardian makan malam di rumah," ucap Bu Galuh.
"Baik tante, kebetulan saya sedang tidak ada acara," jawab Ardian.
"Tante, biar saya saja yang menggendong Aditya? " Ardian tidak tega melihat Bu Galuh menggendong Aditya yang sudah tertidur.
"Baiklah, maaf ya sudah merepotkan kamu," ucap Bu Galuh.
"Tidak apa-apa tante, saya senang melakukannya," jawab Ardian mengambil Aditya dari gendongan Bu Galuh.
Bu Galuh tersenyum melihat Ardian terlihat menyayangi Aditya.
"Seandainya Yura memiliki suami seperti Ardian," batin Bu Galuh.
Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment, Vote, bunga dan kopinya ya sayang๐
Selalu thor ingatkan akan ada giveaway untuk lima pemberi dukungan terbanyak di akhir cerita, dengan syarat bagi yang sudah memfollow akun Qurrotaayun dan jangan lupa klik favorit ๐ ya๐๐
__ADS_1