Bahtera Cinta Kita

Bahtera Cinta Kita
Chapter 20


__ADS_3

"Kenapa belakangan ini Pak Ardian sering main ke rumah?"


"Untuk bertemu dengan Aditya," jawab Ardian.


"Untuk apa pak Ardian bertemu dengan Aditya? Sejak kapan kalian sedekat itu?" tanya Yura.


"Sejak awal bertemu saya suka bermain dengan Aditya. Aditya anak yang luar biasa dan saya mengagumi kepandaian Aditya yang di atas rata-rata," jawab Ardian.


"Tapi menurut saya, justru lebih baik menjadi yang rata-rata saja. Menjadi di atas rata-rata itu tidak selamanya membuat bahagia, apalagi di jaman seperti sekarang ini, dimana kita susah sekali membedakan mana yang tulus dan mana yang hanya pura-pura baik," jawab Yura.


"Saya tau Bu Yura memiliki trauma di masa lalu, tapi tidak semuanya akan mengalami hal yang sama. Eranya juga sudah berubah. Justru anak genius itu harus kita dukung dan sebagai orang tuanya seharusnya Bu Yura yang pertama pasang badan untuk mendampingi Aditya mengembangkan bakatnya. Bu Yura lihat sendiri Aditya memiliki kemampuan berpikir yang luar biasa, anak sekecil itu bahkan bisa menguasai beberapa bahasa dan bisa menyelesaikan pelajaran untuk anak SMA, apa itu bukan hal yang luar biasa?"


"Tapi dengan hal seperti itu, kita akan sulit untuk bergaul dan mencari orang yang benar-benar tulus berteman dengan kita. Semuanya hanya kepalsuan," ucap Yura.


"Tidak selamanya seperti itu Bu Yura, Bu Yura itu orang yang sangat cerdas saya akui itu. tapi kali ini saya tidak setuju dengan cara pikir Bu Yura,"


"Aditya itu anak saya jadi saya tau apa yang terbaik untuk Aditya," ucap Yura merasa jika kali ini Ardian terlalu ikut campur dalam urusan Aditya.


"Baiklah, saya memang tidak punya hak untuk ikut campur dalam hal ini. Tapi Aditya meminta saya untuk membujuk Bu Yura agar mengijinkan Aditya mengikuti Olimpiade Matematika. Dan saya sudah berjanji pada Aditya untuk mengantarkan Aditya ke sana,"


"Kenapa pak Ardian menjanjikan Aditya seperti itu, seharusnya Pak Ardian tidak melakukannya. Aditya akan benar-benar berharap nanti dan saya tidak mau Aditya mengikuti semua itu,"


Selama ini Yura memang tidak pernah mengijinkan Aditya mengikuti kompetisi apapun, karena tidak ingin orang mengetahui kelebihan Aditya yang bisa berpikir di atas rata-rata anak pada umumnya.


"Bu Yura, berikan Aditya kesempatan untuk menunjukkan dirinya. Percayalah Aditya tidak akan mengalami hal yang pernah Bu Yura alami. Bu juga seharusnya tidak perlu mengalami hal seperti itu, jika sejak Bu Yura bisa bersikap tegas,"


"Apa maksud pak Ardian?"


"Dari awal Bu Yura sudah di butakan cinta karena laki-laki yang salah," ucap Ardian membuat Yura tidak suka karena menganggap Ardian terlalu jauh masuk dalam urusan pribadinya.


"Bu Yura lupa, bukankah dari awal saya secara tidak langsung memang sudah terlibat dalam urusan pribadi Bu Yura?" ucap Ardian.


Dret.... Dret...

__ADS_1


Panggilan masuk di ponsel Yura.


"Ada apa Hes?" tanya Yura pada sekertarisnya.


"Ada masalah di perusahaan Bu Yura, para pemegang saham meminta untuk di adalah meeting mendadak. Karena ada beberapa pemegang saham yang ingin menarik saham mereka setelah mendengar berita penangkapan pak Adam," ucap Hesti.


"Bagaimana mereka bisa mengetahui berita ini? Bukankah kita sudah melakukan semaunya dengan diam-diam dan tidak tercium media?" tanya Yura.


"Tapi media sudah memberitakan masalah ini Bu,"


"Hentikan semua pemberitaan ini," perintah Yura.


"Sepertinya pemberitaan kali ini sulit untuk di hentikan Bu Yura, beberapa media online sudah terlanjur memberitakan masalah ini, bahkan ribuan orang sudah berkomentar. bagaimana cara menghentikan komentar ribuan orang seperti itu Bu Yura?"


"Saya tidak mau tau, saya ingin berita ini hilang," untuk Yura.


"Baik Bu Yura saya akan usahakan," jawab Hesti.


"Apa lagi ini," gumam Yura menutup telpon.


"Saya harus segera ke kantor Pak Ardian. Para pemegang saham sedang ribut karena masalah Mas Adam. Saya harus bisa menyakinkan mereka untuk tidak menarik sahamnya," jelas Yura.


"Saya rasa akan sulit bagi Bu Yura untuk bisa meyakinkan mereka. karena saat ini yang sedang di tahan atas dugaan penggelapan dana adalah suami Bu Yura," ucap Ardian.


"Tapi saya sendiri yang melakukan audit keuangan. Dan saya sendiri yang telah melaporkan suami saya pada pihak yang berwajib, " ucap Yura.


"Tapi pandang orang kalian itu suami istri, tidak menutup kemungkinan ada banyak pandangan," ucap Ardian.


"Apa maksud pak Ardian?"


"Kita tidak bisa meminta orang untuk mengerti diri kita Bu Yura, apalagi masalah bisnis. Sedikit saja kita membuat kesalahan, akan berpengaruh pada pandangan orang-orang yang memang sejak awal sudah mentargetkan kita,"


"Maksud pak Ardian, ada orang yang sengaja menyebarkan berita ini untuk kepentingan mereka?" tanya Yura.

__ADS_1


"Ini dunia bisnis Bu Yura," Ardian mengangkat ke dua bahunya.


"Lalu apa yang harus saya lakukan," tanya Yura.


"Biarkan saya membantu Bu Yura untuk menyakinkan para pemegang saham," jawab Ardian.


"Baiklah, kali ini saya percaya dengan Pak Ardian," jawab Yura dan Ardian tersenyum.


Keduanya ke kantor untuk bertemu dengan pemegang saham.


Terlihat dengan jelas Pak Basuki sengaja memojokkan Yura dan mencuci otak pemegang saham untuk menarik saham mereka.


Namun beruntung Ardian mampu menyakinkan mereka untuk tidak termakan omongan orang yang sengaja menunggangi masalah ini untuk kepentingan peribadinya sendiri.


"Pak Ardian itu tidak paham dengan perusahaan kami dan baru bergabung, jadi apa yang Pak Ardian ketahuani tentang saya? Jangan coba memojokkan saya seperti itu pak Ardian," ucap Pak Basuki.


"Pak Basuki mungkin menganggap saya orang baru tapi saya tau banyak tentang saham yang Pak Basuki jual ke pihak luar secara diam-diam," ucap Ardian membuat Pak Basuki panik.


Semua mata beralih melihat ke arah Pak Basuki.


"Apa benar yang di katakan Pak Ardian?" tanya Pak Cakra.


"Saya tidak melakukan semua itu. Jangan asal bicara kalau tidak memiliki bukti Pak Ardian," pak Basuki berusaha menggertak Ardian.


"Apa perlu saya tunjukkan buktinya di sini dan kepada siapa saham itu pak Basuki jual?" ucap Ardian.


Pak Basuki hanya terdiam tak berkutik.


"Intinya di dalam situasi seperti ini, jangan mudah di provokasi oleh orang yang memiliki kepentingan untuk pribadinya sendiri. Perusahaan ini sudah di dirikan Pak Handri dalam waktu yang cukup lama jadi saya yakin Bu Yura akan sangat hati-hati dalam mengambil tindakan termasuk masalah yang saat ini di kita semua tau. Bisa saja Bu Yura membiarkan Pak Adam untuk terus melakukan perbuatan itu, tapi Bu Yura tidak melakukannya dan memilih untuk mengadili Pak Adam atas kesalahan yang di lakukannya,"


"Saya juga pastikan semua uang yang sudah mas Adam ambil akan kembali pada perusahaan ini," Yura menimpali.


Happy Reading^

__ADS_1


Jangan lupa, like, coment, Vote, bunga dan kopinya ya sayang๐Ÿ’•


Selalu thor ingatkan akan ada giveaway untuk lima pemberi dukungan terbanyak di akhir cerita, dengan syarat bagi yang sudah memfollow akun Qurrotaayun dan jangan lupa klik favorit ๐Ÿ’™ ya๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2