Bangkitnya Sang Putri Kematian

Bangkitnya Sang Putri Kematian
perjalanan


__ADS_3

Cecil dengan santai menikmati perjalanannya dia sangat bahagia berasa bebas setelah dua tahun ia berkultivasi tertutup dan selama dua tahun juga ia tak pernah menjelejah dunia luar itu namun kini semua telah menjadi nyata dan juga adalah pengalaman pertama baginya..


Dengan senyum mengebang Cecil melanjutkan perjalannannya dan sepanjang perjalan juga dia memasang senyum semangat dengan senyum manis tiada pudar, setelah beberapa waktu akhirnya hari mulai gelap dan Cecil memilih untuk beristirahat di tepi sungai yang jernih.


Dan Cecil juga sudah memutuskan tidak akan kembali ke ruang dimensi selama ia melakukan perjalanan karena ia ingin mencoba dan tak bergantung pada siapapun dan pada apapun,ia hanya ingin mencoba bertahan dengan mengandalkan dirinya sendiri.


Tak lama kemudian tiba tiba terdengar suara perkelahian dari jauh Cecil hanya mencoba tak mengungbrisnya akan tetapi semakin lama semakin menganggunya, dan dengan setengah berat hati ia mendekat kearah tersebut dan juga dia selalu menyembunyikan tingkat level dan hawa kehidupan miliknya.


Kini Cecil sudah mendekati arah tersebut dan dari balik pohon besar Cecil dapat melihat perkelahian 2 orang satu lelaki dan 1 wanita melawan 1 orang wanita mereka terus melakukan gerakan gerakan saling membalas tetapi sepertinya 1 wanita itu masih bisa mengatasi 2 orang itu..


Cecil pun tak mau gegabah turun tangan dan membantu sementara Cecil tidak tau siapa yang benar dan siapa yang salah maka itu Cecil lebih memilih mengamati terdahulu terlebih lagi tampaknya wanita itu bisa mengatasinya.

__ADS_1


Tapi setelah sekian lama namun tetap saja terbilang seri tidak ada yang kalah dan menang dan seketika lelaki tadi berkata "Cepat kau berikan itu pada kami!" akan tetapi wanita itu masih tak bergeming tetap mempertahankan yang sedari tadi berada di tangannya..


"Aku tidak akan membiarkan kalian mengambilnya, setelah aku bertaruh nyawa mendapatkannya, haaaa, bagaimana mungkin!" wanita itu berteriak penuh amarah.


"hahahaha kau dengarkan aku, cepat berikan obat itu dan ingatlah ayahmu tak akan tertolong!" lelaki itu kembali berkata.


"Kalian sangat kejam!..andai saja Xiabo ada disini mungkin kalian masih saja bersikap manis dengan muka ular kaian itu!." wanita itu dengan mata memerah "Dan ingatlah walawpun kini hanya aku seorang tak akan aku biarkan kalian lagi dan ingat aku bersumpah jika aku ada kekuatan kelak akan ku balaskan dendamku untuk perbuatan kalian pada keluargaku!!." lagi lagi wanita itu berteriak histeris.


Setelah mendengar semua akhirnya Cecil tau harus berbuat apa dan menolong siapa biar bagaimanapun Cecil tak mungkin membiarkan ketidak adilan terjadi di hadapannya sekalipun bukan urusannya, apalgi setelah mendengar pembelaan wanita itu pada keluarganya dalam hatinya bertekat bulat akan menolong..


"Dia bersalah karena hadir didunia ini, dia bersalah kenapa dia lebih unggul dariku di segi apapun dan bahkan dari dulu aku selalu berusaha membunuhnya!!" lelaki paruh baya itu berkata sinis, dan wanita itu hanya menangis tersedu seduh tak mampu berkata apa lagi.

__ADS_1


"Jika paman ingin membunuh ayahku maka bunuhlah aku lebih dulu!!" wanita itu berkata putus asa, "baik dengan senang hati, hahah dan terimalah ini!" lelaki itu mulai mengayunkan pedangnya dan tampak wanita itu pasrah begitu saja.


Boooom


Terdengar ledakan akan tetapi wanita itu tentu tidak apa apa karena serangan lelaki paruh baya itu di tangkis oleh serangan Cecil, "Ckckck sungguh keterlaluan dimana seorang paman ingin membunuh keluarga sendiri" Cecil berkata dan berjalan mendekat.


"Hy nona siapa kau tidak seharusnya kau ikut campur atau nasibmu akan berakhir sama" lelaki itu berkata lagi, " Maaf pak tua tapi tampaknya itu akan berbalik padamu sendiri" Cecil dengan tenang, "kalo begitu mari kuberi kau pelajaran" lelaki itu mulai menyerang Cecil dan Cecil hanya menghindar dengan santai..


**


Lain halnya di kekaisaran barat dimana putra mahkota Linyi tinggal dan masih dengan suasana yang sama bahkan kini putra mahkota Linyi terkenal akan kebengisannya, masalalu memang dapat mengubah seseorang terlebih orang yang benar benar berperan penting dalam hati kita.

__ADS_1


Begitu juga putra mahkota Linyi dimana kini ia hanya dapat berharap dan berharap walau harapan itu sangat tipis tapi ia masih terus berharap bahwa ada kata Suattu Hari Nanti walau sekalipun akan berakhir dengan ketidak mungkinan.


tungguin kelanjutannya yah 😍🤗


__ADS_2