
Hallo selamat pagi maaf semalam author gak up jadi sebagai gantinya episode ini berisi 2 episod semalam dan untuk hari ini 🤗 maaf juga gak balas coment semua kawan kawan namun author tetap berharap kekawan tetap Coment yah karena itu adalah suattu semangat tersediri buat author 🤗🤗
****
Semua orang yang mendengar itu tampak riuh ricuh, " Yang mulia maaf memotong pembicaraan kalian, begitu juga dengan Zhen ini yang ingin mempersunting Putri Cecil sebagai selir agung hamba" seru raja muda Yulin yang ternyata dari kerajaan Petir, begitu juga yang lainnya tak mau kalah takut di dahului jadi secara serentak mereka mengutarakan maksut dari hati mereka.
Raja Pilo atau ayahanda Cecil tak tau akan bereaksi seperti apa dan ia hanya tersenyum pada akhirnya menenangkan para raja putra bangsawan yang mempunyai keinginan serupa dan niat pada Cecil " Raja Raja muda dan lainnya Zhen harap tenang, jujur Zhen tidak bisa memutuskan ini dan Zhen serahkan semua ini pada putri Zhen Cil'er". sambung Raja Pilo lagi akhirnya.
Namun siempunya yang namanya di sebut hanya diam tak bergeming dan bereaksi "Cil'er bagaimana mendapatmu dan pilihanmu?" tanya Raja Pilo pada Cecil putrinya itu, "Ya Putri siapakah gerangan yang akan putri ini pilih?" tanya salah satu pangeran lagi dan yang merasa kecewa karena beranggapan bahwa Cecil akan lebih memilih raja muda lainnya.
"Maaf raja Pilo begitu juga dengan Panggeran ini yang ingin mempersunting Cil'er kembali, pangeran berharap bahwa Cil'er akan memikirkannya" ujar Putra Mahkota Linyi dengan nada yang sangat penuh harapan, dan di angguki raja Pilo yang menyerahkan semua pilihan pada Cecil.
"Namun Raja Pilo mohon anda tau akan Zhen ingatkan sedikit, Zhen menginginkan Putri Mahkota Cecil dan apakah anda berani menolak?" ujar Raja dari kerajaan Awan ya itu adalah kerajaan paling besar, "Raja dari Kerajaan Awan apakah berarti ini semua ancaman?" tanya Raja Pilo yang tau kemana arah pembicaraan itu, dan semua hening tak berani bersuara.
"tentu saja tidak tapi jika tidak mengecewakan," yang berarti membenarkan ancaman tersebut, Raja Pilo diam dan menggertakkan giginya geram akan hal itu dan jembali pandangan mereka mengarah pada Putri Mahkota yang masih kelihatan tenang, "Putri apakah diammu ini tanda mengiyakan?" tanya Raja Awan tersenyum smirk.
__ADS_1
pangeran Linyi sangat geram melihat itu namun lagi lagi ia tak dapat berbicara apa yang khwatir akan menyinggung Raja dari kerajaan Awan tersebut, tangan Putra Mahkota Linyi mengkepal hingga memutih telapak tangan itu bertanda menahan amarahnya.
"Maaf Raja namun jangan khwatir semua yang ada disini akan tau jawabannya" ujar Cecil yang berniat akan berkata kebohongan akan ia telah nempunyai seorang kekasih, daln dalam diamnya sedari tadi ia bersusah payah mencari alasan agar menolak semua itu, begitu juga yang lain diam seakan ingin mendengar pilihan apa yang akan Cecil pilih.
Dan ketika Cecil akan mengatakan namun terhenti karena angin yang mulai masuk ke aula dengan Tekanan yang sangat kuat dan itu semua membuat orang terkejut apa yang akan terjadi, dan tiba tiba dari atas langit terdengar suara gemuruh dengan cahaya merah menyala berputar putar di atas kerajaan Barat Kecil.
Semua orang keluar dari aula kerajaan dan menyaksikan Fenomena apakah yang terjadi, kini mereka semua dapat melihat di ketinggian sebuah cahaya merah menyaka dan itu semakin dekat, semakin dekat pula tekanan aura itu di rasakan semua orang terkecuali Cecil.
Setelah semakin dekat dan akhirnya mereka menahan nafas dan gemetar karena cahaya merah itu mulai melesat mengarah kearah mereka dan Bammmm Cahaya merah itu mebentur ke tanah dan menimbulkan bunyi yang sangat keras, walaupun jarak mereka jauh dari tempat benturan cahaya itu namun mereka juga mendur beberapa langkah akibat benturan itu.
Oarang orang itu gemetar menahan takut melihat pemandangan itu, " Dengarkan semua! Aku datang kemari karena perintah dari Tuanku untuk menyampaikan pesannya pada semua yang ada disini!" ujar Phoenik dengan tenang dan sedikit angkuh.
__ADS_1
Lagi lagi itu mengejutkan orang yang bisa menebak sekuat apa Master itu dan apakah kerajaan barat telah menyinggung dan akan meratakan kerajaan barat? begitulah pemikiran dari sebagaian mereka.
"Katakan!!" ujar Cecil akhirnya dengan tenang dan mulai maju kedepan dan mereka yang melihat Cecil sama sekali tidak tertekan sangat bingung dan sekuat apa Putri Mahkota itu, "Sa..salam Putri" ujar Phoenik dengan bahagia dan menahan haru kala melihat wajah tuannya yang sangat ia rindukan dan akhirnya ia bertemu tuannya lagi setelah beribu ribu tahun lamanya menahan rindu, namun ia harus menahannya.
Cecil hanya mengangguk "PESAN DARI TUANKU ADALAH TIDAK ADA SEORANG PUN YANG BISA MEREBUT TUAN PUTRI MAHKOTA DARI DIRINYA DAN DENGAN INI TUANKU MENGIRIMKU UNTUK MENGIKAT PUTRI MAHKOTA SEBAGAI PERMAISURINYA KARENA TAKDIR TELAH MEMPERSATUKAN MEREKA DAN AKAN TETAP BEGITU BAIK KEHIDUPAN LALU ATAU MENDATANG LAINNYA!!"
Ujar Phoenik Api lantang dan phoenik itu berubah semakin kecil dan semakin kecil hingga menjadi cahaya emas dan kekukuningan dan melesat mengarah pada Cecil kemudian cahaya itu terbelah menjadi 2 dimana ke dua cahaya mekesat pada wajah dan tangan Cecil masuk ke tubuh Cecil seketika tubuh Cecil bersinar terang.
Semakin meredup sinar itu dan meredup namun tidak di dua tempat ya itu di dahi dan tangan Cecil yang bersinar merah terang dan semakin redup meninggalkan tanda phoenik di dahi Cevil yang terukir cantik berwarna merah begitu juga tangan Cecil yang meredup memperlihatkan gelang cantik yang belingkar indah di tangan mungil itu.
Seketika aura Cecil bertambah agung dan kuat begitu juga level Cecil yang naik satu tingkat menurut Cecil dan untungnya irang orang tak dapat melihat itu karena itu adalah level legenda dimana level bawah tak bisa melihatnya, dengan kejadian itu Cecil merasa aneh karena hatinya merasa bahagia dan tak sadar Cecil tersenyum melihat dan mengelus gelang di tangannya ia merasa sangat dekat dan familyar dengan gelang itu.
Di istana lainnya yang bernuansa putih kemerahan seorang pria dengan wajah tersenyum tipis melihat exspresi wajah Cecil itu yang kemudian semakin melebarkan senyumnya "Bagaimana istriku apakah kau nerasa tak asing?" serunya dengan senyum kerinduan pada gadis itu dan mengelus wajah yang terlihat di kipas me4ah miliknya.
__ADS_1
Hallo salam hangat dari author jangan lupa coment dan masukan yah 🤗 Tungguin kelanjutannya yah 😍🤗