
Kebahagiaan di kekerajaan barat kecil menjadi semakin bahagia dengan pulangnya putri mahkota mereka atau Cecil. dengan semangat mereka melakukan pekerjaan mereka. tapi tidak dengan Cecil sendiri ia dan Mei kini hanya duduk menghabiskan waktu di kekediamannya Cecil.
Hari ini adalah tepat satu hari lagi dimana di adakannya acara yang akan berlangsung. seperti biasa Cecil tampak sangat bosan dengan hanya menghabiskan waktu untuk istrihat mematuhi perintah dari para sang ibundanya.
Namun ketika Cecil tengah dalah fikirannya tiba tiba wajahnya berubah berbinar seperti bagai mendapat mainan baru. tanpa menunggu Cecil memakai kembali cadarnya dan ia juga memerintahkan Mei sang dayang untuk ikut dengannya walaw hanya sekedar cuci mata.
Tapi tentu saja mereka berangkat dalam keadaan tidak sepengetahuan yang lainnya. mengingat tak akan ada kata di di berikan ijin jika mereka memintanya.
Mei dan Cecil akhirnyq berhasil tentunya dengan mudah keluar dari area kerajaan. dan dengan semangat dan mata berbinar Cecil dan Mei pun beranjak pergi melesat yang tentunya memakain ilmu peringan tubuh.
Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai pada pusat kota bawah atau tempat tempat dimana dilakukan jual beli yang sedikit keras. seperti jual beli budak dan senjata senjata lainnya. dan tujuan Cecil yang sebenarnya adalah masuk tempat area pertarungan yang berada di kota bawah atau kota gelap.
__ADS_1
Seperti namanya kota bawah yah dimana sebuah kota yang berlokasi berada di bawah tanah di kekerajaan barat kecil. Mei tanpa banyak bertanya tetap santai seperti Cecil menikmati jalan jalan mereka.
Sesampainya mereka di sana tepatnya di lokasi arena pertarungan yang slalu saja ramai dengan pendatang dari berbagai kalangan dan dari berbagai tempat yang berbeda tentunya.
Dengan suara sorak sorak semangat penonton yang saling mendukung pilihan lawan terdengar keras dan antusias dengan semangat yang menggebu gebu saling menyuarakan masing masing pilihan.
Di atas arena tepat di tengah tengah berdiri 2 orang yang akan bertarung namun sayangnya terlihat jelas jauh perbedaan dari tingkat kultivasi. "Apa yang terjadi" guman Cecil. 2 orang tersebut mulai saling menyerang dari yang hanya pemanasan sehingga salah satu di antara mereka mengeluarkan seteguk darah.
Berbagai pertanyaan pertanyaan itu muncul begitu saja di kepa Cecil. namun apa hendak dikata ia terlalu tidak mau mengambil pusing walawpun sedikit kepedulianitu muncul.
Orang itu lagi lagi terlempar dan mengeluarkan darah dari hasil pertarungan itu namun sangat terlihat lagi dan lagi ia coba untuk berdiri. Cecil sangat geram melihat itu semua sampai Cecil mengkepalkan tangannya.
__ADS_1
"Haocun?" panggil Cecil dan muncul Haocun tiba tiba disampingnya Cecil. "Salam Dewi. apakah ada perintah?" ucap Haocun langsung pada Cecil. "Ya. tolong cari tau apa yang terjadi antara 2 petarung itu?" ucap Cecil lagi. "Baik Dewi. pamit hamba undur diri." Haocun membungkuk dan menghilang begitu saja.
"Nona apakah anda mencurigai mereka?" tanya Mei. "Ya. karena tindakahn mereka hingga saat ini sangat mencurigai." ucap Cecil dan menghembuskan nafasnya kasar. "Di dunia ini siapa yang terkuat dari yang lain maka ia yang akan bertahan hingga pada titik akhir." ucap Cecil sendu pada Mei.
Mei yang tentu tau arah dari pembicaraan itupun tak bisa menyangkal dan memang itu adanya. kisah nonanya Cecil sangat tercetak jelas di benaknya. bagaimana terdahulun dan perjuangan perjuangan yang Cecil lalui hingga kisahnya sampai sekarang.
Mei hanya berharap ada seseorang yang mengubah dan melunakkan hati nonanya berubah menjadi yang terdahulu. mencintai seseorang dan di cintai dengan tulus. "Maafkan Mei nona telah mengingatkan nona pada kisah dulu." ucap Mei tak kalah sendunya.
"Sudahlah Mei kisah terdahulu telah membuat kita menjadi sekarang. setidaknya semua yang lalu tidak sia sia. bukan begitu?" tanya Cecil pada Mei. "Iya Nona." jawab Mei dengan wajah tersenyum pada Cecil yang juga tersenyum.
Tungguin kelanjutannya yah 😍 salam hangat dari author 🤗
__ADS_1