
Terang telah berganti malam, dimana seorang lelaki tampan telah beberapa kali menyakinkan dirinnya akan keputusannya ya itu memilih untuk berjuang tentunnya dan walaw sejauh apapun tekat itu ia telah memantapkan keyakinannya.
Pemuda itu bernama Liou yang sedari pertemuannya di siang tadi bersama Cecil ia pun mulai memikirkan apa yang Cecil suruh dan mulai menyakinkan hatinnya dan memilih untuk menjadi lebih kuat lagi dengan tawaran yang Cecil tawarkan.
Liou bergegas keluar vaviliunnya dan menuju ke vaviliun Cecil yang hanya berjarak beberapa vaviliun, Liou berjalan dengan langkap mantap dan tekat penuh itu, kini sampailah Liou pada kediaman Cecil "Tolong sampaikan aku ingin bertemu Putri Mahkota" ujar Liou pada 2 penjaga itu dan tentu disetujui oleh mereka.
Salah satu penjaga berlari kecil memasuki kediaman Putri Mahkota untuk memberitahukan pada dayang Mei dan dayang Mei pun menyampaikan pada tuannya
berita itu "Putri di luar ada tuan Liou ingin bertemu dengan putri." ujar Mei.
__ADS_1
Cecil hanya tersenyum miring "Sepertinnya ia telah punya jawabannya! suruh ia masuk Mei" ujar Cecil lagi dan Mei berlalu berkata pada penjaga utusan akan pesan putrinnya, setelah beberapa waktu "Salam hamba putri maaf hamba Liou menganggu waktu putri" ujarnnya di pintu vaviliun Cecil.
Pintu kayu itu terbuka dan tampaklah dayang Mei yang telah menunggunnya "Silahkan masuk tuan, putri telah menunggu!" ujar dayang Mei berlalu di ikuti Liou hingga ke taman belakang yang tampak terang oleh sinar bulan kala itu.
Sesampainnya mereka di taman belakang sudah terlihat disana bahwa Puyri Cecil duduk bersantai"Salam hamba Putri" ujarnya kemudian "Duduklah tuan" jawab Cecil ramah namun terkesan tegas, Liou pun menurut dan duduk dengan tenang.
Cecil tersenyum smirk "Anda yakin dengab keputusan anda tuan ??" ujar Cecil sekali lagi memastikan sekalian menguji tekat Liou " Sangat yakin putri!" itu dengan suar tegas sekali, dan Cecil mengangguk "Bagus, persiapkan mentalmu 2 hari lagi akan terlaksana keinginan mu ini" Cecil berkata seraya berdiri dan berlalu.
__ADS_1
Dan Liou hanya mengangguk tanda hormat panda Cecil dan dayang Mei kembali dimana tempat mereka bicara dan mengantar Liou untuk keluar biar bagaimana pun hari sudahlah semakin larut.
"Tuan Bei maaf beberapa hari lagi aku akan merepotkanmu " ucap Cecil melalui fikirannya "Ap...apa maksut ucapanmu itu nona, jangan katakan aku yang akan mengajari anak manusia itu!" Bei berkata seraya terbata berharap tebakannya akan salah, " hmmmm... tak ku sangka kau semakin pintar tuan Bei" ujarnnya Cecil menambahi.
"Apaaa!!! nona aku tidak mau mengajarinnya titik!" ujar Bei dengan angkuhnnya "ooo.. benarkah? boleh bertannya sesuattu?" Cecil berkata seraya tersenyum smirk, " Katakan!" ucap Bei masih angkuhnnya " Disini siapa tuannya?" Cecil membuat exspresi sepolos mungkin "Tentu saja nona, siapa lagi!" Bei sama sekali tidak sadar akan ucapannya.
"Jadi kalau tuannya memerintah harus??" Cecil sudah ingin tertawa namun ia harus menahannya " Huh.. itu saja tidak tau! ya harus diturutin karena perintah Nona mutlak" ucap Bei semangat namun tiba tiba Deeg jantung Bei seakan berhenti sadar akan kata katannya sendiri.
"Waaah tuan Bei semakin jenius" Cecil tertawa renyah penuh kemenangan tentunnya " Nona sangat curang!" ucap Bei memelas namun Cecil semakin tertawa renyah mendengar itu, " Malam ini sangaat indah!" bathin Cecil melihat ke langit menikmati pemandangan cantik nan indah.
__ADS_1
Hallo kekawan jangan lupan coment dan lainnya yah. salam hangat dari author 🤗